Mentari Dan Pak Camat

Mentari Dan Pak Camat
Mertua Menginap


__ADS_3

"Ibu, Ayah. " Ucap Fatih saat membuka pintu rumah nya.


"Kenapa wajah kamu kaget begitu? " Tanya Ibu Hasna .


"Sepi, mana Mentari? " Tanya Pak Syahrul.


"Mentari lagi pergi sama teman nya. " Jawab Fatih.


"Oh iya, malam ini Ibu Sama Ayah, mau menginap disini. " Ucap Ibu Hasna.


"Me - menginap...!! " Ucap Fatih kaget.


"Iya, kenapa? kamu seperti terkejut begitu. " Ucap Pak Syahrul.


"Heeeee ya nggak, kok nggak bilang dulu. Kan sama Mentari bisa di siapkan dulu kamar nya." Ucap Fatih.


"Nggak usah, kami hanya semalam. Soalnya besok ada acara, pernikahan staf nya Ayah kamu. Gedung nya dekat sama rumah kamu, biar nggak kesiangan, kan jalan nya harus muter sedang ada perbaikan jalan. Jadi nginap aja disini. " Ucap Ibu Hasna.


"Mentari pergi sama siapa? " Tanya Pak Syahrul.


"Sama teman nya Yah. " Jawab Fatih.


"Laki - laki atau perempuan? "


"Banyakan Yah, ada Laki - laki, ada perempuan. Tadi habis kegiatan di kecamatan, langsung jalan. "


"Fatih, istri kamu jangan capek - capek, jangan sering di ajak kegiatan yang berat. Nanti nggak jadi - jadi. " Ucap Ibu Hasna.


"Jadi apa nya Bu? " Tanya Fatih.


"Jadi anak, emang nya jadi apa. " Jawab Ibu Hasna.


"Oh itu. "


"Ngomong - ngomong, kalian sudah itu kan? "


"Sudah apa Bu? "


"Itu loh, anu - anu. "


"Ibu ini, tanya masalah begituan, pasti malu lah. " Ucap Pak Syahrul.


"Yeee Bapak ini bagaimana, anak udah dewasa. "


"Ini kan privasi bu, nggak baik buka aib."


"Tapi Ibu penasaran Pak, mereka ketemu saat lamaran aja, sama nikah. Kan pasti hidup satu atap nggak mungkin ngapa - ngapain, ya Kan Fatih. "


"Heeeee... iya bu. " Ucap Fatih.


"Jadi benar kamu Fatih, sudah anu - anu sama Mentari? " Tanya Pak Syahrul ingin tahu.


"Hahahahaha Ayah kepo, gimana ya mulai dari mana jelaskan nya. " Jawab Fatih.


"Inti nya aja, sudah gol? " Tanya Ibu Hasna.


"Benar sudah Gol? "Tanya kembali Pak Syahrul.


" Alhamdulillah, sudah. " Jawab Fatih bohong.


"Yeeee, Ayah kita sebentar lagi punya cucu." Ucap Ibu Hasna senang.


Fatih hanya tersenyum terpaksa sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal, dengan menatap ke dua orang tua nya yang sedang bahagia.


****


"Kamu pulang sekarang. " Bisik Fatih melalui telepon nya.


"Nanti lah, saya masih ingin berdua an sama Mas Gibran. " Ucap Mentari dari seberang.

__ADS_1


"Pulang sekarang. "


"Nggak."


"Ada Ibu sama Ayah menginap, kalau tahu kamu pergi sama pacar kamu, kita berdua bisa mati konyol. "


"Iya, saya pulang. "


Sedangkan Mentari yang masih bersama Gibran di Taman Harapan, sambil menikmati udara sejuk sore hari.


"Mas."


"Iya sayang. " Ucap Gibran sambil tersenyum.


"Kita pulang yuk. "


"Katanya setelah matahari terbenam? "


"Tadi Mas Fatih telepon, suruh kita pulang. Ada Ayah sama Ibu Mertua saya di rumah. "


"Oh, ya udah kita pulang. "


"Maaf ya Mas. "


"Nggak apa - apa, lagian udah sore."


Gibran dan Mentari bergandengan tangan, menuju ke arah parkiran motor. Gibran memakai kan helm di kepala Mentari, lalu Mentari memegang pinggang Gibran saat motor melaju.


****


Fatih dengan gelisah menunggu Mentari pulang, hampir isya Mentari belum pulang.


"Lama banget sih tuh anak. " Ucap Fatih kesal.


Tak lama motor berhenti tepat di depan rumah nya, dengan segera Fatih berjalan ke arah pintu gerbang.


"Maaf, tadi kan dari sana nya aja sore. " Ucap Gibran.


"Masuk, nggak enak sama Ayah Ibu. " Ucap Fatih.


"Mas, Gibran makasih ya. Hati - hati. "Ucap Mentari.


" Sampai bertemu besok. " Ucap Gibran.


Mentari segera menghampiri Ibu Hasna dan Pak Syahrul yang sedang menonton televisi. Kedua mertua nya menyambut menantu kesayangan mereka dengan sangat hangat.


"Pasti capek ya, kamu makan, tadi Ibu masak buat kalian berdua. " Ucap Ibu Hasna.


"Ibu, kenapa masak? Padahal bisa suruh Mah Fatih beli di luar. Jadi nggak enak, maaf ya Bu, tadi setelah kegiatan langsung pergi sama teman - teman. " Ucap Mentari.


"Nggak apa - apa, kamu makan atau mandi dulu? "


"Mandi saja dulu. " Ucap Mentari sambil melirik ke arah Fatih.


****


"Ibu sama Ayah berapa lama di sini? "


"Semalam aja. "


"Mas, nggak bilang saya pergi sama Pacar saya kan? "


"Ya nggak lah, kamu mau cari perkara. "


"Terus kita gimana? "


"Ya pura - pura mesra di depan mereka. "


"Tapi nggak pake ciuman kan? "

__ADS_1


"Tergantung."


"Kok tergantung sih? "


"Ya tergantung, kita kan harus mesra. "


"Nggak mau, dah sana keluar saya mau lepas hijab. "


"Buka aja kenapa sih, saya kan suami kamu."


"Nggak."


"Sama Gibran, sudah ciuman, gandengan tangan, masa hijab sama suami nggak di buka. "


"Kalau ngomong jangan sembarangan ya, saya itu gaya pacaran nya nggak seperti Mas, yang sudah tidur bareng sama Neli. "


"Enak saja kalau ngomong sembarangan. "


"Orang mah nggak akan tahu, benar bohong nya. "


"Ya saya juga nggak percaya gaya pacaran kamu sama Gibran nggak ada ciuman pegangan tangan. Terus tadi apa, naik motor pegang pinggang dia. "


"Ya kan pegang pinggang, nggak peluk. "


"Alasan, dah sana mandi, Mas mau ke Ayah sama Ibu. "


"Tutup pintu nya, jangan buka. "


"Iya bawel. "


*****


"Kamu setelah menikah, sudah tidak bertemu sama Neli lagi kan? " Tanya Pak Syahrul.


"Tidak Yah. " Jawab bohong Fatih.


"Bagus kalau begitu, jangan buat kecewa istri kamu, dan jangan buat kecewa Ayah sama Ibu. "


"Maaf menunggu. " Ucap Mentari datang dan langsung duduk di samping Fatih.


"Duh, Ibu senang banget lihat kalian begini. " Ucap Ibu Hasna.


Fatih merangkul pundak Mentari, dengan tangan nya mencengkram kasar pundak Mentari, begitu juga tangan kanan Mentari mencengkram keras paha kiri Fatih sambil mereka sama - sama tersenyum.


"Ternyata pacaran setelah menikah enak ya Mas. " Ucap Mentari sambil terus mencengkram kencang.


"Iya, sayang. Betul kata Ayah sama Ibu, pacaran halal itu enak ya. " Ucap Fatih semakin mencengkram keras pundak Mentari.


"Iya lah, mau ngapa - ngapain kan enak." Ucap Pak Syahrul.


"Eh tunggu dulu, Ayah sama Ibu ingin lihat kamu cium pipi Mentari, dan Kamu juga Mentari, Ibu ingin photo terus kirim ke orang tua kamu Mentari. "


Mentari dan Fatih hanya menyengir kuda, Fatih langsung mencium pipi kanan Mentari, membuat Mentari kaget.


Mata Mentari menatap ke arah Fatih, yang sedang tersenyum ke arah nya setelah mengambil ciuman pertama nya di pipi kanan nya.


"Mentari, kamu sekarang gantian. " Ucap Ibu Hasna.


Mentari diam, entah harus di mulai dari mana, tangan nya bergetar, Fatih seakan tahu langsung memegang kedua tangan Mentari dengan mengusap punggung tangan nya.


Dengan kedua mata terpejam, Mentari mencium pipi Fatih, dan segera menjauh dan melepaskan tangan yang di pegang Fatih.


"Ini perempuan, benar - benar polos, dan benar belum pernah ciuman. Jadi gaya pacaran dia sama Gibran, tidak seperti kebanyakan, Gibran memang menjaga Mentari. "


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2