
...Assalamualaikum...
...****************...
Melihat reaksi mertua membuat Villia meradang.
"Tapi Villia benaran Mah sudah masak banyak." jawab Villia tidak mau kalah.
"Mungkin kah dirumah ini ada hantu pencuri makanan dalam wujud manusia."
"Jaga ucapan mu mantu durhaka. Beginini kalau Varo milih istri nggak benar, nggak tau sopan santun dalam bertutur kata...."
"Mama merasa ya?"
__ADS_1
"Makin hari makin nggak waras aja ya kamu." ucap Mama Widya seraya duduk di kursi meja makan.
Menghadapi Mertua yang tidak punya perasaan memang harus bersikap keras. Jangan kan tunduk dan takut, Villia berani melawan saja masih di cari kesalahannya tiap hari. Apa lagi diam dan menurut saja menerima perlakuan mereka yang tak punya perasaan. Bisa - bisa makan hati dan kurus kering sendiri nantinya.
Lama kelamaan Villia merasa tidak betah tinggal dirumah, walaupun rumah sendiri tapi berasa dia yang menumpang hidup dengan mertua. Bagi Villia tunduk dan mengalah pada orang yang tak bisa menghargai orang lain adalah hal yang sia - sia. Mengalah dan tunduk harus lihat - lihat dulu orangnya. Kalau dia orang yang bisa menghargai orang lain, tidak masalah. Tapi kalau sebaliknya, tentu cuman makan hati.
Usai berdebat dengan Ibu mertuanya, Villia langsung kehalaman rumah untuk mengambil motornya kemudian pergi kewarung nasi langganan nya yang tak jauh dari rumahnya.
🍬
🍬
🍬
__ADS_1
Begitu berada di dalam rumah, langsung Villia serahkan satu bungkus nasi rames nya kemertuanya, sementara satunya lagi dia simpan untuk dimakan sendiri.
"Ini Mah nasi rames nya. Dimakan katanya lapar." ucap Villia sembari menyerahkan satu bungkus makanan.
"Nasi rames? Beli dimana?" Ibu mertua mentap tajam Villia.
"Jangan bilang Mama nggak doyan makan nasi rames." ucap Villia membatin.
"Beli diwarung masih sekitaran kompleks Mah. Capek kalau mau masak, sudah hampir malam. Lagi pula nanti habis lagi seperti tadi. Kayaknya sih lebih enak beli nasi rames, ketimbang masak sendiri. Soalnya, kalau masak sendiri banyak yang nggak kebagian." ucap Villia.
"Tega kamu ya, beliin Mama nasih murahan. Dasar menantu nggak ada akhlas kamu ya. Mama sudah tua, harus jaga kesehatan, masa kamu beliin nasi di pinggir jalan. Dasar mantu pelit. Mau kamu apakan gajih Varo disimpan - simpan. Buat ngirimin orang tua kamu yang miskin itu ya? Mau buat senang - senang sendiri? Nyesal Mama merestui Varo buat nikahin kamu dulu. Kalau tau begini lebih baik Mama dulu nikahkan Varo dengan anak teman nya Mama seorang pengusaha sukses, masih muda, cantik, berpendidikan tinggi dan kaya raya. Nggak seperti kamu sudah miskin, penampilan seperti Nenek yang berusia 70 tahun. Dia sangat tergila-gila sama Varo, kalau saja dia jadi mantuku pasti hidupku akan enak. Punya mantu kaya nggak perhitungan kayak kamu. Belum kalian nikah aja, dia suka beliin Mama dan Sameya barang - barang mahal dari desainer terkenal. Apa lagi jika sudah jadi mantu bisa - bisa apa yang kuminta semua pasti akan dipenuhinya. Ini baru juga makanan udah ribut, dasar menantu sia*lan."
Mendengar ucapan Ibu mertua, Villia tersentak kaget.
__ADS_1
"Dia? Dia siapa Mah? meski emosi karena Mama tak menghargai jerih payah Villia yang sudah capek-capek membelikan nasi rames, tetapi mendengar kata - kata Mama mertua barusan, jiwa kepo dan cemburu langsung bangkit tanpa diminta. Siapa dia? Ada hubungan apa wanita itu dengan Mas Varo?"
TERIMAKASIH 🙏