MERTUA DAN IPAR TOXIC

MERTUA DAN IPAR TOXIC
Bagian 27.


__ADS_3

...Assalamualaikum...


...****************...


Di mobil Villia memilih tidur dari pada mengobrol dengan Varo. Varo membiarkan saja Villia seperti itu hingga sampai rumah. Sesampainya dirumah Varo membangunkan Villia.


"Vill, sudah sampai rumah."


Villia terbangun dan segera keluar dari mobil, lalu berjalan masuk kedalam rumah. Varo segera menutup pintu mobil dan segera menyusul istrinya. Varo tau jika Villia masih menghidar darinya. Varo masuk dan menyalakan lampu disusul Villia di belakang nya.


Setelah menutup pintu rumah, Varo beranjak kedapur.


"Kamu mau makan Vill? atau mau aku buatkan sesuatu?" ucap Varo menawarkan.


"Nggak usah. Aku dah makan tadi dirumah. Aku mau langsung tidur. Aku mau tidur di kamar tamu."


Sebelum Villia sempat membuka pintu kamarnya, Varo sudah lebih dulu mencegah nya.


"Kamu mau buat aku sakit jantung?" hardik Villia karena kaget.


"Maaf aku nggak bermaksud mengagetkan kamu. Malam ini kamu tidur di kamar kita ya!"


Villia mencoba melepaskan genggaman tangan Varo, namun nihil. Varo sengaja melakukan itu untuk membuat Villia kesal.


"Lepasin. Aku bilang lepasin tanganku!"


Bukannya dilepaskan, Varo malah membawa Villia kedalam pelukannya. Varo harus memeluk Villia dengan sangat erat karena Villia bisa saja memberontak.


"LEPASSSSSS..." teriak Villia kesal dan hampir menangis.


"Kamu bisa melampiaskan segala kekesalan mu ke aku. Tapi, tetap saja aku nggak akan lepasin kamu."


Villia gagal menahan tangisnya. Villia menangis dalam pelukan sang suami. Varo sangat sedih melihat Villia seperti ini. Varo memberikan ruang untuk Villia menangis. Varo terus mengusap rambut istri nya.

__ADS_1


Varo melepas pelukannya dan membawa Villia kekamar mereka. Villia duduk diatas ranjang dengan air mata masih mengalir. Varo mengambil posisi duduk di samping Villia.


"Aku minta maaf, karena aku membantukmu barusan. Sudah memarahi kamu dengan kata - kata yang nggak seharusnya. Aku sadar kalau aku dah nyakitin kamu." ujar Varo bersungguh - sungguh.


"Aku ngantuk. Bisa kita bahas besok saja?" ucap Villia mengelak.


"Nggak bisa Vill, aku mau masalah kita, kita selesaikan sekarang."


"Tidak ada yang perlu dijelaskan. Semua sudah jelas. Suamiku anak Mami dan terus akan menjadi anak Mami."


"Aku terima semua yang kamu bilang."


Varo langsung memeluk Villia.


"Aku bisa saja berbuat yang lebih parah. Pergi dari mu dan nggak akan pernah kembali lagi. Aku sedih kenapa aku tidak dilahirkan sempurna seperti wanita pada umumnya. Bisa melahirkan anak yang banyak." lanjut Villia sembari menangis sesenggukan.


Ternyata Villia sedih karena dirinya sendiri. Villia merasa bersalah karena pergi dari rumah tanpa meminta izin ke suaminya. Villia sedih karena mertuanya selalu membandingkannya dengan wanita yang lain. Jika boleh memilih, Villia pun tidak akan ingin seperti ini.


"Awalnya aku sakit hati karena kamu dan omongan Mama dan Sameya." Villia melepas pelukan Varo.


"Dan aku sadar kalau aku bukanlan menantu pilihan Mama, bukan juga istri idaman untuk mu."


"Jangan salahkan diri kamu sendiri Vill. Maafin aku untuk semua kesalahanku."


"Aku juga minta maaf Mas. Aku benar-benar menyesal telah pergi dari rumah secara diam-diam. Ego aku yang sangat tinggi dan gengsi untuk meminta maaf duluan." ucap Villia sembari memeluk Varo. Villia hanyut dalam dekapan hangat sang suami. Lelaki yang selalu dia rindukan.


Varo membalas pelukan Villia.


"Aku kangen kamu. Begini ya rasanya jauh dari kamu. Jangan pernah jauh lagi ya sayang. Aku nggak akan sanggup."


Seperti ada getaran halus yang menjalari seluruh badan Villia, disaat Varo memanggil nya sayang. Villia pun betapa sangat mencintai suaminya hanya saja hingga saat ini Villia enggan untuk mengucap sayang untuk suaminya.


Villia mundur melepaskan pelukan Varo.

__ADS_1


"Aku mau ngomong sesuatu hal yang penting dan seharusnya sejak dulu sudah aku katakan."


"Apa itu?" tanya Varo.


"Aku mencintaimu, hanya itu yang bisa aku rasakan. Aku merindukan mu, hanya itu yang bisa aku katakan."


"Jangan pernah meninggalkan hubungan karena beberapa kesalahan. Tidak ada yang sempurna, tidak ada yang benar dan pada akhirnya, kasih sayang terlalu besar dari kesempurnaan."


Wajah Villia merah merona. Villia menutupi wajahnya dengan kedua tangannya karena malu. Bagai rertusuk mawar merah tajam berduri. Varo merasa hatinya tertusuk duri sangat dalam. Varo sangat bahagia mendengar pernyataan cinta dari Villia. Varo tau Villia adalah istri yang baik baru kali ini Varo yakin istrinya juga mencintainya.


Perlahan Varo mendekat kearah Villia. Varo melepaskan tangan dari wajah Villia yang masih mencoba menyembunyikan rona merah wajahnya. Varo mengangkat kedua tangan Villia dibelakang badan Villia dan membuat jarak mereka semakin dekat. Villia tak mampu menghindar. Villia tidak tau wajah Varo untuk saat ini karena sulit di prediksi.


Tangan kiri Varo memegang tengkuk leher Villia lalu mencium b*b*r Villia dengan lembut. Villia kaget, tiba - tiba wajah Villia mundur kebelakang. Tapi tangan Varo berhasil menjaga posisi sehingga Villia tidak mundur terlalu jauh. Keduanya larut dalam bahagia. Semua kerinduan meluruh jadi satu. Tiba-tiba air mata Villia menetes. Varo merasakan ada yang basah pada pipinya. Ketika tangan Varo berpindah memegang punggung Villia tiba - tiba terdengar suara.


Krukkkk.


Cacing - cacing diperut Varo sedang demo minta makan😂. Suara itu berasal dari perut Varo. Varo menyelesaikan ciumannya dengan kecupan singkat yang lembut. Varo merasa malu karena dia merasa lapar serta canggung karena aktivitas mereka terhenti.


"Kamu lapar? Kamu belum makan?" tanya Villia.


"Hehehehe iya Vill, aku belum makan. Aku kira dengan aku makan kamu perutku bisa kenyang." goda Varo.


"Emangnya kamu bisa makan aku?" tanya Villia polos.


"Bisa. Aturannya tadi seharusnya aku bisa makan kamu." goda Varo membuat Villia bersemu merah.


"Sudah ah jangan godain aku terus. Yuk aku temani makan. Tapi dirumah ada apa aja? Kamu pesan antar aja ya makanan."


"Ya sudah aku pesan antar makanan aja ya. Sekalian mau bersih - bersih dulu. Kamu silahkan duduk."


"Iya Mas."


...****************...

__ADS_1


__ADS_2