
...Assalamualaikum...
...****************...
Sekarang, Varo dan Villia sudah berada di dalam kamar. Varo sibuk dengan laptopnya sedangkan Villia sibuk dengan gadget nya.
Villia melirik Varo sekilas, "Apakah kamu punya banyak pekerjaan yang harus di selesaikan sekarang?"
"Iya sedikit." ucap Varo tanpa mengalihkan perhatian nya dari laptopnya.
Villia terus memandangi wajah Varo, "Apakah kamu tidak lelah? Apakah besok kamu ada waktu, besok salah satu staf di kantor ada yang ulang tahun aku mau kita pergi bersama - sama?"
Varo masih fokus dengan pekerjaan nya.
"Aku bisa istirahat setelah pekerjaan ku selesai. Akan aku usahakan supaya kita bisa pergi bersama tapi aku nggak janji ya."
Villia diam dan terus menatap Varo. Varo membalas tatapan Villia lalu meminta maaf dan akan pindah keruang kerja.
"Maaf jika aku mengganggu waktu istirahat mu, baiklah aku akan pindah keruang kerja."
Tapi baru saja pindah keruang kerja, Varo merasa lelah. Dia segera menutup laptopnya dan mulai mondar - mandir gelisah. Varo pun segera kembali masuk kedalam kamar, Villia senang melihat Varo ada di dalam kamar. Varo langsung mencium Villia, Villia sedikit terkejut dengan perlakuan sang suami. Villia melayani Varo. Mereka akhirnya bercinta.
...💜💜💜💜...
...Tidak ada yang dapat menghitung berapa banyak tetesan embun yang membasahi bumi pagi ini. Begitu juga rindu padamu, tidak ada yang mamou menghitung seberapa besar rinduku padamu pagi ini....
...💜💜💜💜💜...
__ADS_1
...Sesuatu yang istimewa menantimu disetiap harinya. Yang kamu butuhkan hanyalah mengenalinya dan memanfaatkannya sebaik mungkin. Miliki sikap positif sepanjang hari dan kemudian hari ini akan menjadi hari terbaik dalan hidupmu....
...💜💜💜💜💜...
Pagi ini Villia bangun lebih awal, sedangkan Varo masih tertidur dengan pulasnya dibawah balutan selimut nan tebal. Villia bergegas bangkit dari pembaringannya dan segera membereskan barang bawaan yang di bawa Varo semalam. Dan tanpa sengaja Villia mendapati dua buah kotak yang di duga kotak perhiasan apa lagi diperkuat dengan nama barang dan jumlah uang yang harus di bayarkan kepada kedua barang tersebut.
Villia senyum - senyum sendiri memandangi kotak - kotak tersebut dan mengira itu adalah miliknya yang akan di berikan Varo setelah bangun dari tidurnya.
"Sedang apa kamu disana?" tanya Varo yang sudah bangun sejak tadi dan melihat apa yang dilakukan Villia, Villia segera memasukan kembali benda itu kesaku jas Varo.
"Tidak ada. Segeralah mandi dan mari kita sarapan sama - sama." ucap Villia kemudian melangkah pergi menuju dapur. Sedangkan Varo segera menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
...💜💜💜💜💜...
Mereka sudah selesai sarapan, mereka pun segera bergegas untuk berangkat kekantor. Mereka kekantor dengan mengendarai mobil. Selang beberapa saat kini mereka sudah tiba di lobi kantor dan Varo segera menuju halaman belakang kantor, sedangkan Villia menuju ruangan nya terlebih dahulu karena ada kadonya ada disana. Saat Varo menuju halaman belakang, dia berpapasan dengan Dhea.
"Kamu mau kesana juga ya?" tanya Dhea kemudian sembari menunjuk ruangan yang ada di pojokan sana.
"Iya aku mau kesana."
"Bisa kita pergi bersama."
"Tentu." ucap Varo dan melupakan janjinya dengan Villia.
Mereka pun berjalan bergandengan tangan sampai kedepan pintu dan disana sudah ada satpam yang menjaga pintu tersebut.
"Selamat pagi Bapak, Ibu. Boleh memperlihatkan undangannya?"
__ADS_1
Dhea pun mengeluarkan undangan dari dalam tasnya kemudian menyodorkan ke bapak tersebut. Bapak itupun menerimanya dan memperhatikan undangan tersebut dan dua orang yang kini sudah berdiri dihadapan nya.
"Apa kalian suami istri?" tanya bapak tersebut sembari memperhatikan mereka berdua.
Dhea pun mengangkat tangannya dan memperlihatkan genggaman tangan mereka berdua, namun bapak itu tidak percaya begitu saja.
"Bisa memperlihatkan cincin kawin atau apa gitu yang bisa meyakinkan kalau kalian ini benar - benar pasangan halal. Karena tentu kalian baca di peraturan nya yang ada di dalam undangan itu kalau hanya boleh hadir bersama pasangan halal."
Mendengar itu, Dhea tentu tidak kehabisan akal.
"Maaf pak, cincin kawinnya ketinggalan di rumah."
Villia melihat perdebatan itu dari jauh. Dia pun segera berjalan menuju dimana Varo dan Dhea sedang berada.
Sembari merebut tangan suaminya dari Dhea lalu menggandeng nya, "Maaf pak, saya istri sahnya." ucap Villia sembari meletakkan undangan nya di atas meja.
Pak satpam itupun mengambil undangan itu lalu membacanya.
"Silahkan masuk." ucap Bapak itu sembari membukakan pintu. Tapi sebelum Villia masuk, Villia terpana melihat leher dan cincin yang melingkar dari jari tangan Dhea. Villia teringat kejadian tadi pagi di rumah. Villia menemukan nota perhiasan dan perhiasan yang di gunakan Dhea persis sama dengan apa yang Villia lihat di gambar tadi pagi.
Villia kecewa, tapi kekecewaan nya itu hanya bisa di pendamnya.
"Terus aku gimana?" tanya Dhea.
"Sebaiknya kamu pulang saja. Disini bukan tempatmu." ucap Villia kemudian mereka menghilang di balik pintu.
...💜💜💜💜💜...
__ADS_1