MERTUA DAN IPAR TOXIC

MERTUA DAN IPAR TOXIC
Bagian 23. TINGGALKAN AKU, LUPAKAN CINTA KITA.


__ADS_3

...Assalamualaikum...


...****************...


Villia mencoba bangkit dari keterpurukan. Villia memandangi pantulan wajahnya yang ada di kaca spion mobil, terlihat wajahnya sangat berantakan, mata yang sembab dan jiwa yang sunyi. Villia menarik nafas dalam-dalam berkata pada diri sendiri dan berusaha menegarkan jiwa yang kacau.


"Tangisan ini tak mampu membayar mulut mereka yang sudah menjatuhkan mu Villia. Kamu harus bisa bangkit, kamu harus bersikap optimis, kamu harus bisa menjadi diri mu sendiri, kamu harus bisa berdiri diatas kedua kakimu sendiri, kamu harus bisa menjadi apa yang kamu mau bukan apa yang mereka mau. Semangat!! Buang hal yang bisa membuat kamu menjadi seperti ini, santai biarkan hidup mu mengalir seperti alurnya, rencana Allah lebih baik."


Villia mengusap air mata yang sudah mengahir membasahi wajahnya, kemudian tersenyum melihat dirinya sendiri.


"Terimakasih untuk semua orang yang telah meninggal kan pelajaran yang berharga bagi ku, terimakasih karena telah melatih mental dan kesabaran ku, sehingga aku bisa menjadi pribadi yang kuat. Seburuk apapun omongan kalian tentang ku, akan aku jadikan sebagai bentuk dukungan dari kalian agar aku bisa bangkit dan bisa lebih dari apa yang kalian pikirkan." ucap Villia dalam hati.


💝💝💝💝💝


Villia tau jika sang suami ingin bicara, namun Villia seolah-olah tak ingin mendengar apapun dari dia untuk saat ini. Tadi Villia pergi kerumah mertuanya karena Villia tahu semakin lama disana sama saja mempermalukan diri sendiri.


Setibanya dirumah, Villia langsung masuk kamar.


"Villia, Mama ku, Mama mu juga." Mas Varo masuk kamar kemudian menutup pintu kamar.


"Mama sudah tua, sedangkan Sameya masih kecil dan pikiranya masih labil kamu harus bisa memaklumi nya kan?"


"Tidur Mas. Cukup Mama mu dan adek mu yang membuat aku gila hari ini."


"Jaga bicaramu," tegur Mas Varo.

__ADS_1


"Berbicara lah seperti orang yang berpendidikan."


Rasanya Villia ingin meludah tatkala sang suami berucap seperti itu.


"Makanya aku bilang tidur, ya tidur Mas." Villia naik keranjang setelah sebelumnya berganti pakaian dan membersihkan wajahnya.


"Coba kamu pikir, hampir semua masalah mu sama Mama dan Sameya adalah uang. Benar?"


"Jadi, Mas mau bicara?"


Raut wajah Mas Varo cukup santai dan tenang. "Antara kamu, Mama dan Sameya, tidak capek ribut, salah paham dan berantem terus?"


"Tanyakan Mama dan Adekmu. Kurasa menantu diseluruh dunia ini tidak akan terima jika mempunyai Mama mertua dan Adek ipar seperti mereka."


"Dia Mamaku. Villia." Mas Varo selalu mengingat kan.


"Mungkin aku harus memilih untuk tidak memiliki Mama dan adek jika harus seperti mereka."


"Villia."


"Sudah lah Mas, aku capek."


Perang batin karena Mama mertua dan adik ipar bukan hanya dalam minggu ini. Tapi sejak pertama Villia menginjakkan kaki dikeluarga mereka. Apa lagi semenjak Mas Varo naik jabatan mereka seolah-olah menjadi semakin menggila.


"Mari berbicara tentang kita."

__ADS_1


"Tujuanku menikah bukan untuk menghadapi masalah seperti ini. Aku mau menikah karena berharap Mas bisa menjaga dan melindungi ku, nyatanya Mas masih menjaga keluarga Mas tanpa mau perduli bagaimana perasaan ku."


"Itu perasaanmu. Aku mencintaimu."


"Rumah tangga tidak hanya butuh cinta. Asam, pahit, dan manis dalam rumah tangga memang ada, namun bukan hanya dalam satu wadah menampung nya. Akan lebih baik jika solusi dicari bersama - sama, bukan malah selalu memihak dan membela yang salah."


Villia berhenti sejenak, sembari menghela nafas dalam-dalam, "Aku istri. Wanita yang kelak akan memberimu keturunan. Jika kamu bisa menghargai Mama, berarti kamu juga harus bisa menghargai aku sebagai istri mu."


Mas Varo diam, dan tatapan nya masih lurus kearah sang istri.


"Kalau Mas belum siap untuk menjadi imam yang baik untuk ku, silahkan tinggalkan aku. Aku siap kita bercerai dari pada aku selalu di sakiti oleh Mama dan Sameya."


"Jadi, sekarang kamu mau apa?"


"Kamu bertanya aku mau apa? Apakah kamu sedang bercanda? Mama dan adek mu yang membuat salah, selalu meminta ini dan itu secara berlebihan, kalian membelikan Sameya sebidang tanah tanpa sepengetahuan ku Dan sekarang kamu bertanya aku mau apa? Siapa aku bagimu?" air mata Villia kian meluruh deras meluahkan seluruh amarahnya yang berkecamuk didalam hati.


Villia sudah tak tahan lagi, dia pun hendak keluar kamar sembari membawa bantal, guling dan selimut. Villia berencana malam ini akan tidur dikamar tamu.


...💝💝💝💝💝...


"Aku akan tersenyum seolah tidak ada yang salah.


...Berpura - pura semuanya baik-baik saja, bertingkah seolah-olah semuanya sempurna, meskipun didalamnya sangat tersiksa dan menyakitkan."...


...💝💝💝💝💝...

__ADS_1


...Terimakasih untuk yang sudah mendukung Tina sejauh ini. Silahkan yang ingin promo, tapi promonya satu karya saja ya....


__ADS_2