
...Assalamualaikum...
...****************...
"Lebih baik seperti itu dari pada harus menjadi seperti dirimu yang bisanya meminta uang tanpa harus memberi." ucap Villia kemudian meninggalkan mereka semua menuju kamarnya.
..."Kemuliaan terbesar dalam hidup tidak terletak pada ketangguhan, tetapi dalam bangkit setiap kali kita jatuh."...
💞💞💞💞💞
Embun pagi yang basah. Hari siang masih belum tampak. Sebentar lagi akan terang benderang, seiring matahari menampakkan diri. Cuaca berkabut tipis, meski tak ada mendung lagi. Tadi malam hujan cukup deras, tampak tanah masih basah dan lembab.
Villia berlari kecil seperti hari lalu untuk berolahraga. Pagi ini Villia berlari kecil menuju taman. Pada saat tiba di sebuah taman, Villia berhenti sejenak untuk beristirahat. Tetes embun masih masih menyisakan didedaunan sekitar taman.
"Segar sekali udara pagi ini." gumam Villia dalam hati sembari menghirup udara segar lewat hidung kemudian membuangnya lewat mulut. Diapun segera mengakhiri olahraga nya dan segera pulang kerumah untuk memulai aktivitasnya.
💝💝💝💝💝
Saat ini Villia sedang sibuk di dapur memasak sarapan lagi untuk suami, mertua dan iparnya. Setelah bertempur beberapa jam dengan bumbu dan lainnya, akhirnya perjuangan seorang ibu rumah tangga pun berakhir dan dia pun segera menata masakannya diatas piring lalu menyajikannya diatas meja.
Setelah semuanya siap, "Mas, Mah, Sameya, ayok sini sarapan! Semuanya sudah siap." teriak Villia dari meja makan.
Saat ini mereka tengah menikmati sarapan tanpa ada yang bersuara, hanya dentingan sendok dan garpu yang menemani mereka sarapan pagi ini.
Villia lebih dulu menyelesaikan sarapan paginya dan mengangkat piring kotornya ke wastafel, diapun segera menuju kamarnya untuk bersiap-siap berangkat kekantor. Tinggalah mereka bertiga di meja makan.
Ketika Villia pergi, Sameya pun mengaktifkan ponselnya dan menyodorkan ke sang kakak, sang kakakpun menerimanya.
"Apa ini?" tanya sang kakak ketika melihat dilayar handphone sang adik ada gambar handphone iPhone 13 pro max.
Merengek manja, "Kak, sameya mau ganti handphone baru. Sameya mau handphone seperti yang ada digambar. Teman Sameya baru saja beli handphone baru, Sameya nggak mau kalah saing sama dia."
"Memangnya harga berapa handphone yang ada digambar ini?"
"Harganya cuman 35.000.000 juta kok kak. Ayolah kak beliin Sameya handphone baru, handphone Sameya kan sudah jadul sudah gitu jaringannya belum 5G." ucap Sameya memelas.
Alvaropun mengeluarkan handphone nya dari dalam saku jasnya, kemudian dengan lincah mainkan jarinya diatas barang pipih berwarna hitam itu.
__ADS_1
"Uangnya sudah kakak transfer ya."
"Makasih kakak." ucap Sameya sembari bergelayut manja di lengan sang Kakak.
"Iya sama-sama."
"Mah, selesai sarapan nanti kita pergi shopping ya." ucap Sameya sembari melanjutkan sarapannya sementara Varo setelah memberikan apa yang diminta Sameya dia pun segera bergegas untuk kekantor.
Mereka sudah selesai sarapan, sebelum bersiap - siap untuk pergi shopping mereka membersihkan terlebih dahulu dapur dan tak lupa mereka pun membereskan seluruh isi panci yang sebelumnya sudah Villia masak untuk makan siang sekalian untuk makan malam.
💝💝💝💝💝
Beberapa jam telah berlalu, tangan mereka sudah di penuhi dengan paper bag. Mereka pun memutuskan untuk segera pulang kerumah.
Sembari berjalan keparkiran, "Mama beli apa saja?" tanya Sameya.
"Entah lah Mama nggak tau beli apa saja. Uang yang Villia berikan tadi malam sudah hampir habis Mama pakai hari ini untuk membeli ini semua." ucap sang Mama sembari mengangkat paper bag belanjaannya.
"Kira - kira Villia kok bisa ya selalu banyak uang?" tanya Sameya.
"Masalah uang itu berasal dari mana, Mama nggak perduli. Yang Mama mau tiap kali Mama minta uang, Villia selalu bisa memenuhi keinginan Mama."
...****************...
Sedari tadi handphone Villia selalu berbunyi, bukan bunyi karena SMS atau telepon melainkan bunyi transaksi yang di lakukan sang Ibu mertua.
"Dasar mertua serakah." ucap Villia dalam hati.
Ketika sedang sibuk dengan lamunannya, seseorang datang menghampiri nya yang tak lain adalah asisten pribadi presiden direktur perusahan dimana Villia berkerja.
Sembari menundukkan kepalanya tanda memberikan hormat.
"Maaf Bu Villia, anda ditunggu diruangan presiden direktur dilantai 66 sekarang juga." ucap pria itu menyampaikan amanat tuanya.
Walaupun mereka sebenarnya saling mengenal satu sama lain tapi demi melancarkan aksi penyamaran Villia semua karyawan yang mengenal Villia diperusahaan itu seolah-olah tidak saling mengenal satu sama lain.
Villia pun bergegas menuju lantai 66.
__ADS_1
"Tok... tok..."
"Masuk!"
Ceklek....
Villia sudah berada di ruangan Presiden direktur, betapa terkejutnya dia tatkala kedua matanya menangkap sosok kedua malaikat tanpa sayap yang sudah mendukung nya hingga saat ini.
Villia pun berjalan mendekat, kemudian memeluk kedua malaikat tanpa sayap itu.
"Mama dan Papa apa kabar?"
"Mama dan Papa baik - baik saja. Kabar kamu sendiri gimana?" tanya Mama Divya seraya melepas pelukan sang anak.
"Kabar Villia baik - baik saja Mah."
"Mertua dan iparmu baik saja kan sama kamu selama mereka tinggal dirumanmu? Bagaimana kabar mereka?" tanya sang Papa sembari mendarat kan bokongnya disofa yang sama dengan sang istri dan anak.
"Bagaimana Papa bisa tau kalau mertua dan ipar Villia tinggal dirumah Villia?"
Sembari tersenyum, "Kamu nggak perlu tau Papa tau dari mana mereka tinggal dirumahmu. Yang penting kamu melayani mereka dengan baik perlakukan mertuamu seperti orang tua kandungmu sendiri."
"Iya Pah, Villia akan mengingat pesan Papa. Kabar mereka baik - baik saja. Papa bisa sampai kesini bagaimana ceritanya?"
"Kamu lupa ya? Papa kan punya pintu rahasia diperusahaan ini, hanya Papa dan Mama yang tahu letak pintu itu dimana." ucap sang Papa sembari tertawa.
Divya pun memperhatikan bentuk tubuh sang anak yang menurutnya semakin kurusan.
"Sayang kok kamu makin kurusan? Kamu sedang diet ya?"
Villia pun mengamati tubuhnya yang memang agak kurusan, tapi dia nggak mau membuat orang taunya khawatir jika tau cerita yang sesungguhnya. Diapun memilih untuk berbohong demi melindungi aib suami, mertua dan iparnya yang semena-mena terhadapnya.
"Masa sih Mah, Villia kurusan? Itu hanya perasaan Mama saja." ucap Villia.
"Benarkan Pah, Villia kurusan?"
"Apa yang kamu pikirkan sayang? Kamu memang agak kurusan seperti yang dikatakan Mama kamu. Kalau kamu kekurangan uang bilang sama Papa dan Mama, Papa dan Mama siap menambah uang bulananmu."
__ADS_1
TERIMAKASIH