MERTUA DAN IPAR TOXIC

MERTUA DAN IPAR TOXIC
Bagian 39.


__ADS_3

...Assalamualaikum...


...****************...


Dhea sedang mencoba untuk memasak tapi bibik yang ada di apartemen melarangnya. Dhea mengatakan kalau Varo menyukai sop seafood buatannya.


"Aku tahu. Lalu apa yang bisa aku bantu?"


"Siapkan peralatan makan diatas meja!"


Bik Asih mengerti dan beranjak pergi.


Dhea memasukan semua bahan yang telah dipotong kedalam panci. Disusul dengan bumbu - bumbu dapur lainnya.


Varo akhirnya pulang. Dhea mematikan kompor nya dan menghampiri kekasihnya itu. Varo mencium pipi Dhea.


"Kamu sudah pulang." tanya Dhea sembari membawa barang bawaan Varo dan meletakkan diatas meja.


"Selamat ulang tahun sayang." ucap Varo sembari mengeluarkan kotak kecil segi empat dari saku jasnya kemudian menyodorkan kepada Dhea.


"Apa ini?"


"Buka lah!"


Dhea membuka kotak itu, ketika melihat isi kotak itu, Dhea sedikit tercengang dan tidak percaya dengan


"Sayang, ini beneran untuk aku?" ucap Dhea sembari tersenyum memancarkan aura ceria di wajahnya.


Sembari mengangguk, "Iya itu untuk kamu." Varo meraih kotak yang ada di tangan Dhea, "Sini aku bantu masangin dilehermu."


Dhea menyanggul rambut nya asal - asalan, kemudian berbalik membelakangi Varo. Varo segera memasang kan kalung berlian Scarlett GIA set diamond necklace seharga ratusan juta kini sudah mendarat manis dileher putih mulus Dhea.


"Terimakasih." Dhea mendaratkan ciuman dipipi Varo tanpa rasa malu.


Varo memperhatikan dapur, diatas meja masih tersisa bahan sup seafood yang belum sempat Dhea bersihkan.


"Sayang, hari ini kan hari istimewa mu kenapa kamu memasak sup seafood?"


"Aku sedang tidak ingin makan apa - apa. Tapi, melihat kamu menikmati setiap masakan yang aku buat itu membuat aku semakin bersemangat untuk menjadi yang terbaik untukmu."


"Ya sudah aku pergi mandi dulu nanti setelah mandi baru kita makan sama - sama."


"Cepatan ya perutku sudah menunggu minta diisi."


Varo menuju kamar, sementara Dhea kembali kedapur.


...🌟🌟🌟🌟🌟🌟...


Ditempat yang lain.


Villia sedang duduk termenung di tempat tidurnya, lalu Villia meraih bingkai foto pernikahan nya yang ada di atas nakas disamping tempat tidurnya.

__ADS_1


Villia meraba - raba foto yang hanya ada dirinya bersama laki - laki yang sudah dua tahun di nikahinya itu, sembari mengingat moment mengerikan yang pernah mereka lewati bersama dulu dan hingga saat ini masih menghantui pikiran Villia.


...Flashback...


...****************...


"Apa artiku untukmu? Apakah aku hanya sebuah persinggahan yang akan kamu datangi tatkala kamu sedang lelah? Ataukah kamu anggap aku seperti sebuah restoran, setelah perut mu kenyang lalu kamu tinggal kan begitu saja?"


Varo menatap Villia.


"Jangan ragu kan cintaku padamu. Seperti yang kamu tahu, apa yang aku inginkan, mimpi apa yang ingin aku capai ada di dalam keluarga. Jadi, aku tidak akan pernah meninggalkan mu dan jangan lagi mengatakan kata cerai didepanku karena aku tidak menyukai itu. Kamu bilang selamanya akan tinggal disisiku, akupun demikian. Yang aku perlukan hanya dirimu. Kamu tahu, kamu adalah nafas hidupku."


"Aku tahu. Aku percaya akan cintamu padaku. Tapi, dengan hadirnya mantanmu disisimu membuat aku tidak bisa menerima ini semua. Ditambah lagi dengan Mama yang menginginkan cucu."


"Kita akan berusaha bersama - sama."


...Flashback end...


Villia meletakkan kembali poto itu kemudian berjalan mendekat ke arah jendela dan melihat pantulan dirinya dari kaca jendela.


Villia meraba - raba wajahnya, "Aku cantik dan tentunya masih menarik."


...💝💝💝💝💝...


Di apartemen


Varo dan Bik Asih sedang merayakan ulang tahun Dhea. Mereka menyanyikan lagu selamat ulang tahun, lalu Dhea meniup lilin di kue ulangtahun nya itu.


"Selamat ulang tahun Bu, semoga diberi keberkahan umur, di sehatkan badan dan sukses selalu menyertai dalam setiap langkah mu."


"Terimakasih Bik."


Dhea membuka kado dari Bik Asih.


Dhea terkejut, hadiah Bik Asih adalah sebuah bros berukuran sedang yang terbuat dari berlian.


"Jangan dilihat dari harganya tapi lihatlah manfaatnya. Saya menabung dari hasil gajih yang saya dapat dari Bapak tiap bulannya untuk menemani Ibu di apartemen ini. Semoga Ibu menyukai nya." ucap Bik Asih menjelaskan panjang lebar.


"Tidak apa - apa Bik, Dhea sudah lama menginginkan bros ini. Bagaimana Bibik bisa tahu?"


Varo menatap Bik Asih.


"Nah bibik dah bisa lihatkan? Benarkan kataku, apapun itu pasti Dhea menyukainya."


Bik Asih mengangguk, lalu tersenyum, "Terimakasih Pak untuk bocorannya."


Kemudian Varo berdiri dan berjalan kearah dimana barangnya di letakkan oleh Dhea, Varo membuka tasnya dan mengambil sesuatu dari dalam sana. Vato kemudian duduk kembali, dan Varo mengeluarkan hadiahnya.


"Apa ini?"


"Buka lah!"

__ADS_1


Dhea kembali terkejut, "Ini sangat cantik."


Sebuah cincin berlian nan indah tertancap dengan indah didalam kotak itu.


"Ini bagian terbaik diantara yang terbaik. Setelah melihat nya, aku langsung memikirkanmu dan mengesampingkan Villia."


"Terimakasih sayang."


Varo kemudian memasang cicin itu kejari tangan Dhea.


"Itu sangat cantik dijari anda Nyonya."


"Benarkah?"


Varo menatap Dhea, kemudian mengecup cincin yang ada di jari Dhea.


"Terimakasih sayang, aku mencintaimu." ucap Villia.


Varo kemudian mencium kebali kening Dhea didepan Bik Asih. Bik Asih sedikit risih melihat nya.


"Tuan, Nyonya, aku sudah lapar."


Dhea dan Varo tersadar, jika di apartemen ini bukan hanya ada mereka beruda tetapi ada Bik Asih yang kedepannya akan mengurus apartemen mereka di saat mereka sibuk di kantor.


Varo salah tingkah begitu pula dengan Dhea.


"Mari kita makan, mumpung sup seafood nya masih hangat."


💝💝💝💝💝


Varo dan Dhea sudah berada di dalam kamar. Varo menemani Dhea sebentar sebelum pulang kerumah.


Sembari membelai lembut rambut Dhea, "Sayang, sudah saatnya aku pulang. Sekarang kamu tidur, besok kita berjumpa lagi dikantor."


Dhea hanya mengangguk lalu berjalan kearah tempat tidurnya. Varo membantu Dhea merebahkan tubuhnya diatas kasur.


"Sayang, aku pulang dulu. Selamat malam semoga mimpi indah." ucap Varo sembari mengecup kening Dhea.


"Kamu hati - hati di jalan ya." ucap Dhea, yang sejujurnya tidak menginginkan kekasih hatinya itu untuk beranjak pergi dari sisinya barang sedikit pun. Pasal nya sudah berhari - hari mereka berpisah karena tugas.


"Baik tuan putri."


💝💝💝💝💝


Dirumah Villia belum bisa memejamkan matanya, sembari menunggu mata mengantuk Villia membaca novel kesukaannya. Sesaat kemudian Villia mendengar suara mobil memasuki pekarangan rumahnya. Villia berdiri dan berjalan kearah jendela, lalu membuka sedikit tirai jendela untuk melihat siapa yang datang. Ketika mengetahui jika yang datang adalah suaminya Villia pun segera kepintu utama untuk membuka pintu untuk suaminya.


"Assalamualaikum." ucap Varo dari balik pintu utama.


"Waalaikumsalam." ucap Villia kemudian membuka pintu lalu menyambut barang yang di bawa Varo, kemudian masuk kembali kedalam rumah.


"Mas mau makan dulu atau langsung istirahat?" tanya Villia ketika mereka masih ada di lantai bawah.

__ADS_1


"Aku sudah kenyang. Aku mau langsung istirahat saja." ucap Varo kemudian berjalan menaiki tangga disusul Villia dibelakangnya.


__ADS_2