MERTUA DAN IPAR TOXIC

MERTUA DAN IPAR TOXIC
Bagian 33. Drama musikal tema perselingkuhan.


__ADS_3

...Assalamualaikum...


...****************...



Varo tiba di rumah Dhea. Mereka pun segera pergi untuk menonton drama musikal.


Setelah berkendara kurang lebih satu jam, mereka akhirnya tiba di bioskop. Mereka segera membeli karcis kemudian masuk kedalam karena drama musikal sudah dimulai sejak beberapa menit yang lalu. Varo dan Dhea duduk di kursi depan. Mereka duduk berdampingan.


Aisyah, "Mas kamu ini kenapa sih menghargai aku sedikit saja kamu nggak mau."


Rasyid, "Maksud kamu apa?"


Aisyah, "Mas itukan sudah punya aku, ngapain masih cari - cari wanita diluar sana?"


Rasyid, "Udah deh kamu nggak usah bawel."


Aisyah, "Jika Mas nggak mau merubah sikap mending kita bercerai saja."


Rasyid, "Kamu masih pagi - pagi sudah cari masalah."


Aisyah, "Aku sudah nggak tahan dengan sikap Mas yang nggak ada berubah sama sekali. Mas sudah punya istri tapi masih saja bersikap seperti bujangan."


Aisyah akhirnya keluar dari kamar dan menuju halaman rumah. Aisyah menetes kan air mata, sembari menyimpan raut wajah yang penuh penderitaan.


Setelah bertengkar dengan istrinya selang beberapa menit kemudian, Rasyid menelepon pacarnya untuk mengajaknya ketemuan.


Rasyid, "Hallo sayang, apa kabar? Kamu lagi ngapain?"


Izzah, "Baik. Sayang sendiri gimana kabarnya? Sehatkan?"

__ADS_1


Rasyid, "Iya, aku baik - baik saja. Sayang aku kangen, aku kepingin bertemu kamu!"


Izzah, "Kapan dan dimana yank?"


Rasyid, "Nggak tau nih. Dimana ya enaknya? Dirumah ku aja kali ya."


Izzah, "Gila, kalau ketahuan gimana?" Bisa - bisa aku digebukin sama istrimu."


Rasyid, "Tenang hari ini istriku ada acara diluar, jadi tenang dia tidak akan tahu."


Izzah, "Yang benar yang?"


Rasyid, "Tenang, aman kok."


Satu jam kemudian Aisyah pergi tanpa pamit dengan suaminya, dia ada acara dengan teman - temannya hari itu. Dan satu jam kemudian Izzah datang kerumah Rasyid.


Rasyid, "Hallo sayang. Tuh, benarkan istriku nggak ada dirumah."


Mereka pun berduan hingga berjam-jam sampai akhirnya datanglah Rifqi teman si Rasyid. Melihat Rifqi datang Izzah pun berpamitan untuk pulang.


Izzah, "Aku pulang dulu ya."


Rasyid, "Ok sayang. Terimakasih karena sudah mau datang kesini. Aku senang banget. Hati - hati ya!"


Izzah, "Ok."


Rifqi lantas menghampiri Rasyid dan mereka pun terlihat berbincang - bincang dengan muka yang sangat serius.


Rifqi, "Wah keterlaluan banget sih kamu, bukan hanya selingkuh tapi selingkuhan mu pun kamu bawa kerumah. Kasihan istri kamu sudah terlalu parah menyakiti nya."


Rasyid, "Aku kan cuman mau enjoy saja. Lagian si Izzah cuman selingkuhan ku saja kok, ku nggak bakal nikahin dia dan menceraikan Aisyah."

__ADS_1


Rifqi, "Apapun alasannya itu tetaplah sebuah pengkhianatan. Coba kamu berfikir sedikit, rasakan apa yang istrimu rasakan. Coba seandainya dia tahu kalau selingkuhan mu kamu bawa masuk kedalam rumah kalian, seberapa besar terhirisnya perasaan istri kamu."


Rasyid, "Ngapain sih kita ribut?"


Rifqi, "Bukan begitu. Aku hanya ingin mengingatkan kamu. Sebagai seorang teman adalah kewajiban aku untuk mengingatkan kamu. Sadarlah, semua yang kamu lakukan ini adalah sebuah kesalahan besar."


Rasyid lantas terdiam. Rifqi kemudian pamit pulang.


Rifqi, "Aku pulang dulu. Ingat, perbuatan kamu sangatlah tidak terpuji dan kelak kamu akan mendapatkan balasan dari semua ini. Berfikirlah, tubuh sehat dan pesona yang kamu miliki saat ini tidak akan bertahan untuk selamanya. Tuhan maha adil. Jika saat ini kamu menoreh luka pada orang lain, maka cepat atau lambat luka itu akan kembali pada diri kamu sendiri. Aku pamit pulang."


Rasyid, "Ya."


Rasyid pun tercengang merenungi dengan apa yang teman dekatnya katakan. Berjam-jam Rasyid terbawa dengan perkataan temannya.


Tiga jam kemudian Aisyah pulang. Aisyah masih sangat terlihat pucat dan seperti halnya raut seseorang yang memang sedang dibebani masalah besar.


Perkataan Rifqi ternyata membuat Rasyid sadar. Setibanya Aisyah dirumah Rasyid langsung menghampiri istrinya dan dia meninta maaf kepada istrinya atas segala dosa yang sudah dia perbuatan.


Rasyid, "Memang manusia tidak pernah luput dari kesalahan, dan dari sekian kesalahan yang terlanjur aku lakukan mungkin perselingkuhan ini adalah salah satu kesalahan yang teramat sangat sulit kamu maafkan. Namun, baru saat ini aku bisa membuka mata hatiku bahwa apa yang selama ini aku lakukan adalah sebuah pengkhianatan. Dengan rasa penyesalan yang teramat dalam aku minta maaf. Aku sadar kesalahan ku terlalu sulit dimaafkan. Tapi hanya maaflah yang bisa aku lakukan."


Aisyah, "Terkadang memaafkan menjadi hal yang sangat sulit, tapi bagiku maaf adalah cara terbaik untuk menyelesaikan sebuah masalah. Sesakit apapun aku sama Mas, aku tidak pernah menyimpan rasa dendam. Mas adalah suami ku,


dan aku akan selalu menjadi istri Mas. Aku merasa sangat bersyukur jika Mas benar - benar mau insyaf."


Rasyid, "Ya, sudah terlalu jauh aku menyakiti mu. Dan aku berjanji hal seperti ini tidak akan terulang lagi. Terimakasih atas maaf yang telah kamu berikan. Kamu adalah istri yang sangat Sholehah."


Semua penonton berdiri memberikan tepuk tangan yang meriah untuk pertunjukan drama tentang perselingkuhan. Satu persatu penonton meninggalkan ruangan begitu pula dengan Dhea dan Varo.


Pertunjukan tadi secara tidak langsung berikan tamparan keras buat mereka yang sedang berselingkuh. Mereka hanya bisa diam dan membisu tanpa tau harus berkata apa - apa.


Dhea seakan-akan mengerti dengan situasinya, dia pun segera mencairkan kembali suasana yang sempat menegang ini lantaran drama perselingkuhan yang baru saja ditontonnya.

__ADS_1


__ADS_2