MERTUA DAN IPAR TOXIC

MERTUA DAN IPAR TOXIC
Bagian 53. Mari kita berpisah.


__ADS_3

...Assalamualaikum...


...****************...


Dhea menatap kepergian Villia. Dhea lantas meraih ponselnya dan berniat untuk menghubungi Varo tapi diurungkan niatnya. Dhea lalu bertanya - bertanya apakah Villia sudah tau semua cerita sebenarnya.


💜💜💜💜💜


Varo ada di ruangan nya, memikirkan masalahnya. Tak lama kemudian dia di hubungi oleh sekretaris Diana. ( Nama Dhea di ponsel Varo 😂 ), tapi Varo tak menjawab nya karena Villia datang berkunjung kekantor.


"Di acara peluncuran Victoria dan di acara pelantikan mu kemarin aku ada bertemu dengan seseorang. Dan aku pernah bertemu juga dengannya di Queen"s Club. Dhea."


Varo terdiam menyimak cerita Villia.


"Tanpa menyadari dia adalah simpanan mu. Apa kamu tahu apa yang akan aku lakukan? Hanya ada satu keputusan yang bisa aku buat, tak perduli seberapa banyak aku memikirkan nya. Mari kita bercerai."


"Sudah aku bilang, dia hanya angin lalu. Keluarga kita berarti segalanya bagiku."


"Bagaimana mungkin hanya angin lalu selama berbulan - bulan."


"Aku mencoba melepaskan diri darinya. Tapi, obsesi nya membuatnya bertahan sejauh ini."


"Terlalu banyak alasan..."


"Maafkan aku. Seharusnya aku sudah mengakhiri nya sejak lama. Aku akan memastikan untuk mengakhiri nya kali ini. Tidak perduli apa yang akan dia lakukan atau katakan."


Tapi, Villia tetap kekeuh ingin bercerai. Villia beranjak pergi.


"Aku tidak mau kita bercerai."


Villia berbalik dan menatap Varo, "Apa kata mu?"


"Aku tidak mau kita bercerai."


Villia tersulit emosi, "Tutup mulut motormu!"


"Kamu sedang emosi. Silahkan istirahat sejenak."


"Varo Marcello Hady, kamu bajingan gila."


Villia pun pergi.


Villia dan Varo kembali bertemu, kali ini mereka bertemu di pinggir danau. Kali ini Villia sudah membuat keputusan.


Villia berkata, "Kamu sudah menghancurkan kepercayaan ku berkeping - keping. Aku berfikir, tidak akan pernah bisa memaafkan kamu sebagai suamiku. Kamu sebagai suami ku sudah tidak ada lagi. Tapi, pernikahan kita bukan hanya tentang kita. Dan kali ini kamu, aku maafkan. Tapi, jika aku tidak akan ragu menceraikan mu jika kamu berani mengecewakan aku untuk kedua kalinya."


"Aku berjanji, hal ini tidak akan terjadi lagi. Kamu bisa mempercayaiku kali ini."


💜💜💜💜💜


Malamnya mereka makan malam bersama. Tapi, Villia tidak bersemangat.


"Sudah lama sekali kita tidak makan malam bersama." ucap Mama Divya.


"Terakhir beberapa bulan yang lalu." ucap Varo.


Varo melirik Villia.


"Tidakkah begitu menurut mu sayang?"


Villia terpaksa tersenyum.

__ADS_1


"Apakah kamu belum memiliki teman wanita?" ucap Mama Divya sembari menatap Bian.


"Aku punya banyak teman wanita. Aku punya banyak. Veronica, Shopia, Elsa." ucap Bian seenak jidatnya.


"Bukan teman wanita tapi pacar." ucap Mama Divya.


"Dia tidak punya. Dia kan jomblo." ucap Varo dan mereka pun tertawa terkecuali Villia yang tetap pada ekspresi datarnya.


Mama Divya marah, "Kenapa semua orang begitu banyak bicara ketika sedang di meja makan. Sekarang mari makan dengan tenang!"


Selesai makan malam, Villia dan ibunya ngobrol di luar.


"Bian akhirnya telah kembali setelah beberapa lama menetap diluar negeri. Itu adalah kesempatan untuk makan malam bersama. Seperti yang biasa kita lakukan beberapa tahun yang lalu." ucap Villia.


Mama Divya lalu memeriksa tamannya.


Villia bertanya, "Bagaimana tanggapan Mama tentang orang yang berselingkuh?"


Mama Divya berbalik dan menatap Villia, "Apa maksud mu? Kenapa kamu menanyakan itu?"


"Aku hanya penasaran."


"Apakah suami berselingkuh?"


"Tidak."


Villia pun terdiam menahan menangis dan langsung memeluk sang ibu. Setelah makan malam mereka pulang, sedangkan Varo langsung menemui Dhea. Dhea senang dan langsung memeluk Varo.


Dhea lalu bertanya, "Apa yang membawamu kemari?"


Varo lalu melepaskan pelukan Dhea dan meminta penjelasan dari Dhea kenapa Dhea melakukan semua ini.


"Kamu mendekati Villia dengan sengaja?"


Varo ingin tahu apa alasan Dhea mendekati Villia.


"Aku dengan tulus ingin tahu orang seperti apa dia, aku cemburu."


"Keinginan tahuanmu mengacaukan hubungan kita, kamu seharusnya tidak melakukan itu jika ingin melanjutkan hubungan kita. Kamu seharusnya tetap diam."


Varo lalu berkata, "Aku tidak bisa datang untuk menemui mu lagi."


Tangis Dhea pecah mendengar itu. Varo ingin pergi tapi di tahan Dhea.


"Kamu menciptakan seluruh kekacauan ini. Silahkan salahkan dirimu."


Setelah Varo pergi Dhea kesal, dia pun mengobrak Abrik isi apartemen nya. Sementara Villia dikamarnya juga melakukan hal yang serupa dengan Dhea.


💜💜💜💜💜


Di rumah sakit.


Bian sedang membaca sepucuk surat.


"Suamiku adalah pria yang sempurna...."


Bian curiga itu adalah tulisan tangan Villia.


Sekarang, Villia sedang dalam perjalanan bersama teman - teman. Weni yang nyetir mobil. Cristina duduk disamping Weni sementara Villia duduk di belakang.


Weni penasaran kenapa Dhea tidak datang lagi ke Queen"s Club hari ini.

__ADS_1


"Apakah sesuatu sedang terjadi?"


"Mana aku tahu." ujar Villia.


Weni mengantarkan Villia pulang. Begitu turun dari mobil, Villia langsung di hampiri Bian. Villia kaget, Bian mendadak datang.


"Aku sengaja datang menemui mu hari ini." Bian pun memberikan bingkisan buah untuk Villia, Villia pun menerimanya.


"Kamu tidak perlu repot - repot membawakan ini untuk ku."


Weni dan Cristina turun dari mobil. Dan mendekati Bian dan Villia.


"Apa kalian saling mengenal?" tanya Cristina.


"Iya dia teman ku."


Villia lalu bertanya, "Ada apa kamu datang mencariku?"


Bian malah menyuruh Villia masuk kedalam mobilnya. Walau heran Villia tetap masuk kedalam mobil Bian.


Bian membawa Villia ke Vila. Villia menatap Bian dengan tatapan takjub.


"Kamu masih tak terduga."


Bian mengajak Villia masuk kedalam Vila. Villia melihat - lihat isi ruangan itu, ada banyak ukiran kayu disana. Tak lama kemudian, Bian datang dengan membawa dua buah cangkir berisi teh. Bian menyuruh Villia meminumnya.


Villia meminumnya, lalu Villia bertanya, "Apa alasan kamu membawa aku kesini?"


"Apa kamu yakin, kamu baik - baik saja belakangan ini?"


Villia terhenyak dengan pertanya Bian.


"Ya, aku baik - baik saja."


"Aku tahu kalau kamu ada masalah, tapi aku tidak akan memaksamu untuk bercerita. Jika kamu membutuhkan teman untuk bercerita, aku siap jadi pendengar mu."


Villia terdiam mendengar nya.


"Apakah kamu akan melakukan nya?"


"Baiklah."


💜💜💜💜💜


Villia dan Varo baru saja tiba di rumah setelah acara makan diluar bersama teman - teman seribu bibir nya. Tapi, tiba - tiba ponsel Varo berdering dan di layar ponsel tertulis sekretaris Diana.


Villia melihat Varo mematikan telepon itu.


"Kenapa tidak kamu jawab?" tanya Villia penuh keheranan.


"Itu tidak penting."


Varo beranjak kekamar, Villia membuntuti Varo dibelakang dan sekretaris Diana terus saja menghubungi Varo.


Varo jadi kesal, "Kenapa dia terus saja mengganggu ku?"


Varo mulai mengarang cerita, "Dia terus saja mengganggu ku dan meminta bantuan ku ketika dia tahu kalau aku sudah di angkat jadi direktur di perusahaan VCL."


"Telepon dia kembali."


"Aku akan melakukan nya nanti."

__ADS_1


Note : Silahkan tunggu part selanjutnya. Villia memaafkan Varo dan memberinya kesempatan kedua. Tapi, di balik kesempatan kedua itu ada kejutan spesial yang disiapkan Villia untuk Varo dan Dhea. Sementara, Dhea juga memiliki kejutan buat Varo dan Villia.


Sampai jumpa nanti siang, jika tidak sibuk. Bye... bye... terimakasih untuk yang sudah berkenan mampir memberikan like dan komentar. Komentar positif kalian penyemangat ku, untuk terus berjuang hingga kisah ini berakhir.


__ADS_2