MERTUA DAN IPAR TOXIC

MERTUA DAN IPAR TOXIC
Bagian 8. Gara - Gara iPhone 13


__ADS_3

...Assalamualaikum...


...****************...


Mereka sudah tiba dirumah. Saat ini mereka sedang duduk disofa ruang tamu sembari membongkar seluruh barang belanjaan mereka. Sementara Sameya sibuk dengan ponsel baru yang memiliki tiga kamera dibelakangnya. Mereka tak menyadari jika saat ini dipintu utama Villia sedari tadi berdiri mengamati apa yang mereka lakukan.


Villia berjalan mendekat dan memperhatikan gadget yang ada ditangan Sameya.


"Handphone baru?" tanya Villia sembari duduk disofa yang lain.


Tanpa menoleh, "Iya dong handphone baru, handphone yang baru dibelikan sama Mas Varo."


Darahnya mendidih, tapi sebisa mungkin ditahannya untuk tidak marah - marah.


"Harga."


"Tiga puluh lima juta rupiah." ucapnya enteng.


Villia tak bicara lagi. Dia segera menyambar tasnya yang ada di atas sofa dan segera masuk kamar, pada saat yang sama Varo tiba dirumah dan langsung menyusul istrinya kekamar.


Villia membuang sembarang sapatu dan tasnya.


"Gila, itu uang tiga puluh lima juta cuman buat beli handphone doang?" emosi Villia meledak.

__ADS_1


"Mas pikir Mas hidup sendiri? Istrimu saja pakai handphone biasa bagaimana mungkin Mas bisa memperlakukan Sameya seperti ini?"


Varo tahu Villia sedang marah, "Bulan depan aku beliin untuk mu."


"Aku nggak minta Mas." Kini Villia berteriak.


"Aku istrimu, teman hidupmu harusnya kamu runding dulu sama aku!"


"Kalau aku memberitahumu, kamu nggak akan setuju jika Sameya aku beliin handphone baru." Dia membela diri.


"Setiap bulan Mas selalu menyesihkan uang gajih untuk Mama. Giliran aku yang minta duit kamu, kamu selalu berasalan tunggu gajih bulan depanlah, tunggu bonus lah atau pakai uangmu dulu."


Menarik nafas, emosi Villia tak kunjung reda, "Mas pernah bertanya nggak aku butuh uang atau nggak atau hanya sekedar bertanya mau beli lipstik atau skincare nggak? Aku membeli ini dan itu perlu pakai uang. Aku berkerja untuk membeli ini dan itu semua yang aku butuhkan dengan uangku sendiri karena sepeserpun tidak pernah kamu memberi uang untuk membeli itu semua. Padahal gajih suamiku lebih dari cukup bahkan mampu untuk membeli itu semua yang aku butuhkan. Tapi kamu nggak pernah melakukannya."


"Membeli handphone setara dengan satu buah motor sport, siapa yang nggak marah. Giliran aku yang minta uang untuk sekedar beli isi dapur, kamu bilang pakai uang mu dulu. Dua tahun kita bersama dan sama - sama bekerja tapi nggak ada hasil yang kelihatan. Gajih puluhan jutamu kemana aja? Atau jangan-jangan kamu menyembunyikan sesuatu dari aku?" ucap Villia menerka - nerka.


Villia tahu berapa gajih Mas Varo karena buku rekening Villia yang meggang, tapi saat gajian Villia hanya dapat dua juta untuk semua keperluan rumah tangga. Villia dituntut untuk berhemat makanya hingga saat ini dia masih bekerja untuk membantu perekonomian keluarga.


"Tiap bulan Mas hanya memberi aku dua juta. Yang lainnya kemana?"


Mas Varo diam, wajahnya terlihat kesal.


"Sisanya kemana Mas? Dari puluhan gajih Mas, kemana uang itu?"

__ADS_1


"Kamu mau menghitung?"


Villia mengangguk.


"Kamu mencurigaiku?"


"Setelah aku tahu Mas membelikan Sameya ponsel semahal itu, apa aku harus diam? tanya Villia berang.


"Selama ini aku diam saja karena bukankah itu kewajiban kita sebagai anak harus berbakti kepada orang tua, tapi bukan begini juga Mas caranya. Mas memenuhi semua kebutuhan Mama dan Sameya tanpa runding dan tanpa sepengetahuan ku dan selalu memenuhi kebutuhan mereka sesuai permintaan nya." kepala Villia pusing dan rasanya mau pecah.


"Aku wanita yang saat ini berstatus istri mu, bukan mayat hidup! Aku perlu mengetahui semuanya karena kita yang menjalani kehidupan rumah tangga ini."


"Salahkah aku membelikan Sameya handphone?"


"Salah, apa lagi dengan handphone semahal itu. Kita butuh biaya hidup."


Mata Villia memerah, "Mas sama sekali nggak memikirkan perasaanku."


"Kamu perhitungan Vill."


"Kamu sangat royal sama keluarga mu."


Villia menangis mendapatkan bentakan dari suaminya.

__ADS_1


Belum selesai Villia bicara, tiba - tiba handphone suaminya berdering dan dilayar tertulis dengan jelas nama sang Adik kesayangannya itu. Villia menyuruh mengeraskan Volume nya.


"TERIMAKASIH"


__ADS_2