
Dhea tersenyum mendengar nya. Lalu Sameya melihat ada beberapa wanita yang hampir seumuran dengan nya duduk di kursi panjang yang ada di pojok salon, rasa - rasanya Sameya mengenalnya.
"Mama dan Kakak Dhea duluan aja ya perawatan nya, Sameya ada urusan sebentar." ucap Sameya sembari melangkah pergi menuju segerombolan wanita - wanita itu.
Sameya terkejut, wanita itu ternyata teman satu gengnya dikampus yang sedang melakukan perawatan kuku tangan nya. Sameya berjalan mendekat.
"Hallo bestie - bestie, kalian sedang perawatan juga?"
Mereka senang bisa bertemu kembali setelah beberapa hari tidak berjumpa. Berhubung mereka sudah selesai dengan perawatan kuku, mereka pun pergi ke kafe yang ada di Queen's Club. Teman - teman Sameya menatap mereka dengan tatapan penasaran.
"Aku tidak percaya bisa berjumpa dengan mu disini. Senang sekali bisa bertemu kembali dengan mu." ucap teman Sameya bernama Nadia.
"Kurasa kita memang ditakdirkan untuk berjumpa kembali. Kalian sering melakukan perawatan disini?" tanya Sameya.
"Aku baru mencoba kesalon ini. Aku bosan dengan salon langganan Mama ku." ucap Lani sembari memesan beberapa minuman dan cake - cake yang ada di kafe ini.
"Terakhir aku membuat banyak kekacauan." ucap Sameya sembari membuka tasnya, lalu mengambil beberapa lembar uang kemudian menyodorkan ke Nadia. Sameya berniat mengganti uang yang dia pinjam dari Nadia. Tapi, Nadia menolak uang itu.
"Jika kamu mengganti nya, aku akan merasa tidak nyaman. Sebagai gantinya traktir kami makan siang. Gimana?"
"Baiklah lain kali aku akan mentraktir kalian makan, aku akan membawa kalian ke restoran yang sangat bagus dan dikelilingi cogan yang banyak. Dan aku bisa pastikan, aku tidak akan lupa membawa dompet ku lagi." ucap Sameya sembari tersenyum dan mengingat kejadian beberapa hari lalu tentang lupa bawa dompet ketika sedang makan bersama teman - teman nya di restoran.
"Ok."
Minuman dan cake yang mereka pesan sudah datang. Merekapun menikmati nya sembari bersenda gurau. Sameya tiba - tiba mengagumi kulit Nadia yang putih, mulus dan halus.
__ADS_1
"Nad, sudah berapa lama kamu menjadi anggota Queen"s Club?"
"Baru seminggu aku menjadi anggota Queen's Club." ucap Nadia.
"Kamu masih tinggal bersama Mama dan Papa mu?"
"Tidak. Aku punya apartemen disekitar sini hadiah ulang tahun ku satu tahun yang lalu. Aku capek jika harus bolak-balik rumah dan kampus." ucap Nadia.
"Itu sangat bagus. Mari kita sering jalan-jalan bersama jika sedang libur kuliah."
Sameya meletakkan tas nya diatas meja. Nadia dan lani terkejut karena yang mereka tahu, tas yang dibawa Sameya itu tas limited edition dan jumlahnya hanya ada 3.
"Bukankah itu tas limited edition?" tanya Lani sembari ingin melihatnya lebih dekat.
"Tas mu sama dengan tas yang aku punya. Dimana kamu mendapatkannya? Paris? Milan? Aku mendapatkan nya diparis waktu tante ku datang berkunjung ke indonesia beberapa waktu lalu."
"Baiklah kalau begitu. Mari kita bertemu lain kali. Mulai sekarang kita akan sering bertemu."
Tiba - tiba ponsel Sameya berdering.
"Hallo kak. Iya aku kesana sekarang." ucap Sameya sembari menutup teleponnya.
"Teman - teman aku pergi dulu. Mama dan Kakak ku sudah menunggu ku di lobi. Kapan - kapan kita bertemu lagi." ucap Sameya kemudian beranjak pergi.
...💝💝💝💝💝💝💝...
__ADS_1
Villia sedang duduk diruang tengah rumahnya. Villia tidak ingin ambil pusing soal kejadian tadi siang di kantor. Sambil mengunggah beberapa lukisan anak - anak di Instagram nya, Villia menulis caption#Kelassenihariini#Menggambar wajahyangmenyenangkan#akademiseni#anakanakkreatif. Villia tersenyum lebar mengunggah foto-foto lukisan anak - anak.
Dia melihat Villia senyum - senyum sendirian.
"Apa yang membuat mu senyum - senyum sendiri?" tanya Varo sembari merapikan pakaiannya. Malam ini Varo ada janji untuk pergi bersama Dhea menonton drama musikal.
"Kamu mau kemana Mas rapi begitu?" tanya Villia sembari menatap suaminya yang kini sudah dalam keadaan rapi dan wangi parfum. Serasa menjadi pria muda yang tidak memiliki istri.
"Aku ingin pergi menonton drama musikal bersama Dhea. Aku janji nggak akan lama. Sekalian ada urusan bisnis yang harus di bahas bersama Dhea."
"Hati - hati dijalan." ucap Villia yang kesannya cuek dan nggak mau ambil pusing tentang perselingkuhan antara suaminya dengan mantan kekasihnya yang saat ini menjadi sekretaris nya.
"Iya aku tahu."
Varo memegang tangan Villia.
"Selama berhati - hati, tidak akan ada yang salah."
"Hati - hati... Bagaimana jika aku tidak berhati-hati?"
"Kamu wanita cerdas."
"Itu benar. Aku tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk padamu. Ini bagus memiliki mu lebih dekat."
Varo ingin mencium Villia, tapi ponsel Varo tiba - tiba berdering. Varo menjawab telepon dari Dhea.
__ADS_1
"Kamu ada dimana? Kapan kamu sampai di apartemen untuk menjemput ku?" tanya Dhea disebrang sana.
"Aku hampir sampai." ucap Varo berbohong.