MERTUA DAN IPAR TOXIC

MERTUA DAN IPAR TOXIC
Bagian 6.


__ADS_3

...Assalamualaikum...


...----------------...


"Mama keluar kamar karena mencium wangi masakan takutnya masakannya kamu habiskan makanya mama keluar buru - buru dari kamar." ujar Mama Widya sembari berbisik diakhir kalimat karena kini mereka sudah sampai didepan meja makan dan terlihat Varo dan Sameya sedang asyik memainkan ponselnya.


Varo yang menangkap pemandangan itu cukup heran dan mengangkat sebelah alinya


"Kalina kenapa?" tanya Varo heran.


Mama Widya dan Villia kompak menggelengkan kepalanya dan segera duduk di kursi meja makan.


"Kamu mau makan apa? ada serundeng, sambel, tumis kangkung, dan goreng tempe."


"Mau semuanya."


Villiapun mengangguk dan mengambilkan lauk pauk yang disebutkan tadi dan meletakkan kedalam piring Varo. Ketika giliran Villia yang mau ambil lauk pauk, Sameya jauh lebih cepat tangannya bergerak dibanding Villia dan memindahkan semua lauk kepiringnya dan piring sang Mama.


"Tidak apa - apa aku masih bisa makan nasi putih."


Villia pun berusaha untuk bisa menelan makanannya tanpa lauk pauk walau sebenarnya sulit tapi dia harus berpura - pura untuk tetap bisa menelannya.


Beberapa saat kemudian acara makan malam telah selesai. Mereka bertigapun segera berdiri dan meninggalkan meja makan menuju ruang tengah tanpa membantu Villia merapikannya kembali.


Ketika sedang sibuk membersihkan meja.

__ADS_1


"Villia ambilin air minum dong!" teriak Sameya dari ruang tengah.


"Mama juga ambilin air minum!"


"Iya tunggu sebentar." ucap Villia sambil bolak balik mengangkat Piring kotor dan memasukkan nya kedalam westafel.


Ketika semua nya sudah selesia, Villiapun segera mengantarkan air putih keruang tengah.


"Ini air putih nya." ucap Villia seraya meletakkan nampan diatas meja.


Sameya pun segera meraih gelas itu dan tanpa hati - hati langsung meminum isinya yang ternyata air itu sedikit lebih panas. Sameya pun segera memuntahkan kembali air itu dari mulutnya yang terasa terbakar efek panas dan sisanya di lempar kebadan Villia. Villiapun terkejut mendapat perlakuan itu. Begitu pula dengan Mama Widya dan Varo tapi mereka hanya diam saja.


"Kamu sengaja memberikan saya air panas biar mulut saya terbakar? ucap Sameya geram.


Belum sempat Villia menjawab Mama mertua lebih dulu bicara...


"Sameya sayang, mulut kamu baik - baik saja kan. Nggak ada yang terluka kan?"


Seraya merengek manja, "Mama mulut Sameya sakit Mah."


"Cup .. cup .. anak Mama."


Kemudian Mama Widya menatap Villia dengan tatapan mematikan, "Mama nggak mau tau, kamu harus bertanggung jawab."


"Apa yang harus Villia lakukan?" ucap Villia yang sedari tadi menundukkan kepalanya tanda mengakui kesalahan yang tak sengaja dia perbuat. Tapi disisi lain dia juga tak mau terlalu menyalahkan dirinya sendiri karena sudah tau air itu panas kenapa masih diminum juga.

__ADS_1


"Transfer kan sekarang Mama uang lima puluh juta!"


Villia hanya bisa membelalakkan matanya mendengar nominal yang disebutkan mertuanya itu, "Uang lima puluh juta mau Mama apakan?"


"Saya mau membawa Sameya pergi berobat."


Tanpa berpikir panjang, Villia mengeluarkan handphone nya dari dalam saku bajunya kemudian mengeluarkan Atm dari belakang casing handphone nya lalu kemudian meletakkan kartu Atm itu diatas meja.


"200 juta cukup?" tanya Villia.


Varo yang sedari tadi hanya jadi penonton, dia pun turut bersuara.


"Uang 200 juta kamu dapat dari mana?" tanya Varo perihal uang itu.


"Kamu tidak perlu tahu aku dapat dari mana uang sebanyak itu. lima puluh juta untuk Mama yang notabene nya mata duitan mana cukup. Jadi, aku kasih 200 juta."


Sembari menunjuk wajah Villia, "Oooo jangan - jangan selama ini kamu kerja yang nggak benar ya? Mama nggak percaya kalau misal itu uang hasil gajih kamu yang kamu kumpulkan selama bertahun - tahun lamanya. Karena pada kenyataannya gajih kamu itu sangat kecil maklum lah pergawai rendahan."


Varo tersulut emosi mendengar penuturan sang Mama yang belum tentu kebenarannya.


"Sekali lagi aku tanya, uang itu kamu dapat dari mana?"


"Itu uang hasil tabunganku selama ini Mas." ucap Villia berbohong karena sesungguhnya tiap bulan tanpa sepengetahuan suami, mertua dan ipar, Divya selalu mengirimkan uang jajan untuk Villia karena Divya nggak mau Villia kekurangan dalam hidup berumah tangga.


"Pasti kamu memiliki pekerjaan sampingan?" ucap Sameya yang terus saja berusaha memojokkan Villia.

__ADS_1


...TERIMAKASIH...


...****************...


__ADS_2