MERTUA DAN IPAR TOXIC

MERTUA DAN IPAR TOXIC
Bagian 18.


__ADS_3

...Assalamualaikum...


...****************...


"Mas Varo kerja?"


"Iya sayang dia lagi kerja. Bentar lagi dia pulang."


"Makin sukses aja ya dia?" ucap Dhea sembari mengedarkan pandangannya keseluruh rumah yang kesannya sangat mewah.


Villia masih ingin menguping pembicaraan mereka, kalau saja Villia tak mendengar bunyi deru mesin mobil yang berhenti dihalaman. Aku pun cepat - cepat menuju kamar mandi.


Villia sudah mandi dan sudah mengenakan pakaiannya. Villia berdandan secantik mungkin serta mengenakan pakaian seindah mungkin biar bisa membungkam mulut yang sedari tadi menghinanya.


"Villia siapkan makan siang! Kami mau makan siang. Tapi sebelum itu kamu bersihkan dulu meja ruang tamu." ucap Mama mertua yang tiba - tiba muncul di hadapan Villia.


Villia membereskan gelas dan piring dimeja ruang tamu dan membawanya kedapur. Villia mendengar pembicaraan Mama mertua dengan wanita tadi. Mereka berempat sudah duduk dikursi meja makan, sementara Villia masih sibuk mempersiapkan segala hidangan untuk makan siang mereka.

__ADS_1


Ketika sudah selesai dan semuanya telah siap, Villia ingin duduk tapi kursinya di tempati wanita itu.


Villia pun menegur wanita itu dengan sangat sopan.


"Maaf mbak, kursi duduk yang mbak tempati adalah kursi saya."


Dhea menatap wajah Mama Widya kemudian bergelayut manja dilengan Varo tanpa malu-malu.


"Kursi yang masih kosong kan banyak?" ucap Varo membela Dhea.


"Kamu bisa duduk dimana saja. Dheakan tamu Mama, jadi tersera Dhea mau duduk dimana. Kenapa kamu jadi mengaturnya?" ucap Mama Widya nggak terima.


"Sudah lah, sekarang kamu masuk kamar! Kami mau makan."


Villiapun pergi tanpa banyak protes.


...💝💝💝💝💝...

__ADS_1


Kadang sepi menjadi sahabat paling mengerti bahwa sunyi adalah bagian dari hal yang paling memahami.


...💝💝💝💝💝...


"Mah ngapain Mbak Dhea kerumah hari ini?" tanya Sameya.


Dhea?? Ya, sekarang Villia ingat siapa Dhea. Bukankah Dhea wanita yang akhir-akhir ini selalu dibahas oleh Mama Widya dan Sameya. Yang digadang-gadang sebagi calon menantu nya namun gagal. Wanita yang sejak dulu selalu mengejar-ngejar Varo dan berharap Varo akan menghalalkan nya di kemudian hari. Tapi, Dhea malah lebih dulu menikah dengan orang lain. Sekarang status Dhea janda tanpa anak dan dia seorang janda kaya yang mewarisi seluruh kekayaan sang suami yang meninggal akibat kecelakaan mobil saat pulang dari perjalanan dinas luar kota beberapa tahun yang lalu. Sumber kekayaan yang lain, orang tua Dhea seorang pengusaha sukses yang merajai dunia.


"Dia mau ketemu Varo, Dua tahun yang lalu suaminya meninggal dunia dalam kecelakaan tunggal saat pulang dari perjalanan dinas di luar kota. Tapi, Dhea itu sekarang sudah menjadi janda kaya raya dan andai kata Varo mau menikah dengan Dhea betapa sempurnanya kehidupan kita karena harta yang Dhea miliki nggak bakal habis hingga tujuh turunan. Dan kita nggak usah lagi capek - capek layaknya pengemis yang selalu mengemis tiap hari hanya sekedar minta uang yang nggak seberapa banyaknya itu." cerita Mama Widya antusias.


"Kenapa Mama tahu?"


"Ya iyalah Mama tahu, kan dia sering menghubungi Mama, walau sekarang dia tahu bahwa Varo telah berkeluarga tapi dia tidak akan menyerah untuk itu. Dia cinta mati sama kakakmu itu, dari dulu hingga sekarang rasa itu masih ada dan tetap sama. Dia sampai menikah dengan suaminya dulu karena kesal dan ingin menunjukkan kepada Varo bahwa tanpa Varo hidupnya akan baik - baik saja, akan tetapi tidak sesederhana yang dia bayangkan. Suaminya selalu main tangan."


Tiba-tiba perasaan Villia tidak enak. Villia hampir tersedak dan hampir menjatuhkan gelas yang ada ditangannya. Dada Villia serasa bergemuruh.


"Mama ingin berbisnis dan kita butuh dana untuk itu. Kita harus pintar memutar otak. Dan kamu harus rajin kuliah."

__ADS_1


"Mama mau berbisnis? ucap Villia dalam hati.


TERIMAKASIH


__ADS_2