MERTUA DAN IPAR TOXIC

MERTUA DAN IPAR TOXIC
Bagian 13. Keributan dipagi hari


__ADS_3

...Assalamualaikum...


...****************...


"Mau Mama apakan piring - piring itu?" ucap Villia keberatan jika barang - barang yang ada dirumah nya dibawa.


"Mama cuman mau pinjam."


Selepas Mama Widya pergi, Sameya kini menyusulnya.


Diruang tamu.


"Jam berapa kita akan pulang kerumah?" ucap Sameya sembari duduk disofa.


Mama Widya menoleh, "Yang mau pulang kerumah siapa?" ucap Mama Widya balik bertanya.


"Tadi?"


"Mama benar - benar kesal sama Villia. Enak saja dia mau semua gajih Varo dia yang kuasai. Emang dia siapa?"


"Sudah - sudah, Mama nggak usah marah - marah lagi. Bagaimana kalau kita minta ganti rugi sama Villia karena sudah membuat mood Mama jelek pagi - pagi." Sameya mengusulkan kepada sang Mama.


"Ide cemerlang."


"Yuk, kita kedapur susul Villia. Bilang saja kalau Sameya butuh uang kuliah dan Mama butuh uang untuk bayar arisan!" Mereka pun berjalan kearah dapur.


Didapur


Villia baru saja selesai mengerjakan pekerjaan rumah tangganya. Baru saja mau pergi kekamar, Sameya dan Mama Widya tiba - tiba muncul dihadapan Villia.


Sembari memegang dadanya karena terkejut melihat dua monster yang entah dari mana asalnya datang.


"Kalian membuat aku terkejut, tapi untung hanya terkejut tidak jantungan."

__ADS_1


Tanpa tau rasa malu.


"Vill, minta uang dong sepuluh juta. Ada yang mau aku bayar siang ini dikampus." ucap Sameya.


"Iya Vill sekalian sama Mama, Mama juga mau minta uang untuk bayar arisan siang ini. Tidak banyak kok cuman lima juta rupiah jadi total semuanya lima belas juta rupiah."


Villia hanya bisa masang kuping dan mata. Dua orang dihadapan nya ini masih waras atau gimana.


"Villia nggak ada uang." ucap Villia hendak beranjak pergi tapi di cegat Sameya.


"Kamu bilang apa? nggak ada uang? Kamu kemanakan saja gajih kakak ku? Apa uang kakakku sudah kamu habiskan untuk berfoya-foya? Atau uang Kakakku kamu ambil semua untuk transfer keorang tuamu yang miskin itu? Ingat kamu disini bukan lah siapa - siapa. Paham?"


Mata Villia memerah, hati meradang.


"Kamu boleh menghinaku, tapi jangan bawa orang tuaku. Orang tuaku tidak tahu apa-apa. Paham?" ucap Villia sembari menghempas kasar tangan Sameya.


Mendengar ada keributan didapur, Varo pun segera menuju dapur untuk memeriksa apa yang sedang terjadi disana.


"Apa yang kalian ributkan pagi - lagi?" tanya Varo sembari memasukkan kedua tangannya disaku celana hitam nya.


Sameya berjalan mendekati Varo kemudian bergelayut manja ditangan sang kakak lalu mengadukan semua perbuatan istrinya yang menurutnya pelit dan tak tau diri.


Sembari menunjuk Villia.


"Sameya dan Mama minta uang, tapi Villia nggak mau ngasih uang."


"Villia, kok kamu pelit banget dan jadi perhitungan begini sih. Ini Mama dan Adik aku loh yang minta uang, bukan orang lain. Masa mereka minta uang tapi kamu nggak ngasih mereka." ucap Varo mengomeli Sang Istri.


"Mas maksud Villia bukan seperti itu. Tapi sungguh Mas, Villia lagi nggak ada uang." ucap Villia membela dirinya.


"Alah bilang aja kalau kamu nggak mau kasih Mama dan Sameya uang." ucap Mama Widya menimpali.


Villia mengalah, jika terus melayani dua wanita stres ini lama - lama dia juga akan ikutan stres.

__ADS_1


"Villia kekamar dulu." ucap Villia seraya berlalu pergi.


Satu menit.


Tiga menit.


Sepuluh menit.


Sepuluh menit telah berlalu, tapi Villia belum juga kembali dan menampakkan batang hidungnya didapur.


Sembari melihat jam tangan yang melingkar ditangan kirinya, jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi waktu setempat. Sameya pun memutuskan untuk menyusul Villia kekamarnya.


"Yuk Mah kita samperin Villia dikamar nya!" ucap Sameya sembari pergi meninggalkan dapur menuju kamar Villia.


Didepan pintu kamar Villia, Sameya segera mengetuk pintu, tapi tidak ada wajaban. Mereka pun mengulanginya hingga berkali-kali dan itu membuat Villia marah dengan perbuatan mereka berdua.


"Kalian berdua kenapa sih? Dari tadi gedar gedor pintu. Berisik tau?"


Sameya menengadahkan tangan,


"Uangku dan uang Mama mana? Dari tadi aku menunggu?"


Villia melipat tangannya didada, sembari tersenyum, "Siapa bilang aku mau kasih kalian uang?"


"Lah ini tadi katanya mau kekamar?"


"Aku kan cuman bilang mau kekamar. Tidak bilang aku mau kekamar ambil uang dulu."


Mertua geram, "Benar - benar ya kamu."


"Kenapa? Mama nggak terima? Kalau Mama dan Sameya mau uang, sono kerja. Biar tau bagaimana sih nikmatnya mencari uang. Bukan cuman bisanya meminta dan merepotkan orang lain tanpa harus tau bagaimana rasanya berbagi."


"TERIMAKASIH."

__ADS_1


__ADS_2