MERTUA DAN IPAR TOXIC

MERTUA DAN IPAR TOXIC
Bagian 34. ROMANTIC DINNER.


__ADS_3

...Assalamualaikum...


...****************...


Bak kisah dalam sinetron versi dunianyata. Saat ini mereka sedang berjalan menuju sebuah restoran untuk makan malam. Tangan mereka terus saja bergandengan layaknya dua pasangan yang sedang di mabuk asmara.


Setelah berjalan kurang lebih sepuluh menit, kini mereka sudah berdiri di depan life sembari menunggu life terbuka tangan mereka terus saja bergandengan.


"Kita mau kemana?" tanya Dhea sembari menatap pria yang kini berstatus sebagai pacar atau lebih tepatnya sebagai selingkuhannya.


"Sebelum kita pulang, aku mau kita makan malam dulu. Disamping itu ada sesuatu yang ingin aku perlihatkan sama kamu, semoga kamu menyukainya."


Varo membimbing kekasihnya menuju ruang kecil yang akan membawa keduanya ke lantai atas. Hanya ada mereka didalam lift itu. Varo menatap lekat wajah kekasihnya, membuat jantung Dhea semakin tidak karuan. Varo semakin menyudutkan kekasihnya hingga Dhea bersandar di dinding life. Varo semakin mendekatkan wajahnya dengan wajah kekasihnya. Dhea bisa merasakan deru nafas Varo di wajahnya, hingga perlahan Dhea merasakan b*b*r kekasihnya mendarat di b*b*rnya memberikan kecupan singkat.


Ting.


Pintu lift terbuka, kini keduanya berada di lantai atas. Saat ingin melangkah kan kakinya Varo menutup mata Dhea dengan sapu tangan.


"Van kenapa mata ku kamu tutup?" tanya Dhea kebingungan.


"Nggak apa-apa, tenang aja ada aku. Aku ada kejutan kecil untuk kamu, semoga kamu menyukainya." jawab Varo dengan lembut.


"Ayo masuk!" ajak Varo dengan menuntun sang kekasih masuk kedalam restoran.


Sembari membuka penutup mata Dhea, "Pelan - pelan buka mata kamu, dan lihatlah kejutan apa yang sudah aku persiapkan untuk mu."


Dhea mengerjabkan matanya perlahan agar pandangannya kembali normal. Saat pandangannya kembali normal, Dhea sangat terkejut melihat pemandangan didepannya.


Di meja terdapat lilin yang memberikan kesan romantis, diiringi musik L - O - V - E yang di popular kan oleh Nat King Kole membuat hati Dhea sangat terharu.


L is for the way you look at me.

__ADS_1


( L untuk caramu melihatku ).


O is for the only one I see.


( O adalah satu - satu nya yang aku lihat ).


V is very, very exstraordinary.


( V sangat, sangat luar biasa).


E is even more than anyone that you adore can.


( E bahkan lebih dari siapapun yang kamu kagumi ).


Dhea tidak bisa membendung air matanya.


"Terimakasih Varo. Terimakasih untuk semua ini. Aku bahagia bisa memiliki kamu. Tuhan mengembalikan seseorang yang tepat buat aku." ucap Dhea dengan meneteskan air mata bahagia.


"Sama - sama Dhea. Kamu pantas mendapatkan semua ini." Varo mendekat ke arah Dhea, Dia memegang kepala Dhea dan mencium kening Dhea.


"Oh ya aku masih punya kejutan kecil yang lain untukmu."


"Apa?"


"Coba tengadahkan kepala mu katas!"


Dhea mengikuti perintah Varo. Dhea terpukau melihat langit malam ini. Berpuluh - puluh lampion dengan nyala yang indah menghiasi langit pekat itu. Seperti kerlip bintang seperti itu lah cahaya lampion itu.


"Sayang aku suka semua nya, semuanya sangat bagus." ucap Dhea dan langsung memeluk erat tubuh lelaki berbadan tinggi yang sedari tadi ada bersamanya. Varo membalas pelukan gadis mungil kesayangan nya itu.


"Ayo kita makan. Aku sudah lapar." ucap Varo sembari mengeluarkan cengirannya. Dhea hanya mengangguk tanda setuju.

__ADS_1


Dua piring steak, dan dua milk shake coklat telah terhidang di hadapan sepasang kekasih itu. Menu itulah yang keduanya pilih untuk makan malam romantis ini. Keduanya makan makanan itu dengan tenang, keduanya saling suap menyuapi.


"Eat and kiss." ucap Varo memberikan isyarat kepada kekasihnya yang asyik dengan makanannya sendiri. Dhea mengerti isyarat itu, namun terbesit ide jahil dikepalanya. Varo terus saja menggoda kekasihnya, hingga Dhea kesal.


"Sayang mau nggak nih?" ucap Varo sembari memainkan potongan steak dibibir nya. Namun Dhea yang terlanjur kesal hanya menatap dengan cuek.


Varo menarik kursi nya agar lebih dekat dengan kekasihnya. Varo mendekat kan wajahnya kearah kekasihnya.


"Mau nggak? Kalau nggak mau kita pulang aja." ancam Varo.


Pertahanan Dhea mulai runtuh, perlahan Dhea mengalihkan perhatiannya kembali ke Varo. Varo lagi - lagi memainkan potongan steak dibibir nya, hingga Dhea ikut menyambut potongan steak yang berbeda dibibir Varo. Perlahan keduanya menggigit steak itu, hingga bibir keduanya bertemu dan berpagutan mesra. Masih terasa aroma steak pada bibir keduanya.


Setelah makan malam, mereka belum berniat untuk pulang kerumah mereka masing-masing. Mereka berencana akan pergi menonton pertunjukan recital piano yang ada di taman kota dekat gedung bioskop tadi. Varo dan Dhea sudah berada di sana, mereka segera membaur dengan penonton yang lainnya.


Saat pertunjukan sedang berlangsung, ibu - ibu tak henti-hentinya menatap mereka berdua. Selang beberapa saat pertunjukan piano telah selesai.


"Sayang, aku ketoilet dulu ya."


Dhea hanya mengangguk.


Selepas Varo pergi, segerombolan ibu - ibu yang ada disana saling berbisik mempertanyakan siapa sebenarnya wanita itu yang saat ini sedang bersama Varo.


"Siapa sih wanita itu?" tanya Dilla kepada ibu - ibu yang lainnya.


"Mungkin selingkuhannya, karena setahu ku itu bukan istrinya." ucap Weni yang kebetulan bertetangga dengan Villia dan Varo.


"Apakah itu benar?"


"Iya, laki - laki tadi itu tetanggaku. Rumah kami berdekatan."


"Aku tidak percaya itu! Dia menjalin hubungan dengan pria yang sudah menikah."

__ADS_1


Mira menegur mereka


"Jangan membicarakannya dengan rumor yang belum di konfirmasi. Jangan membicarakan orang dibelakang mereka ketika kalian belum tahu cerita yang sebenarnya."


__ADS_2