MERTUA DAN IPAR TOXIC

MERTUA DAN IPAR TOXIC
Bagian 62. Buaya di kadalin


__ADS_3

...Assalamualaikum...


...****************...


Dhea menghubungi produser Haikal.


"Hallo apa kah ini benar produser Haikal? Aku Dhea."


"Bisakah kita ketemu hari ini?"


Setelah membuat janji bertemu beberapa menit yang lalu. Dhea pun segera menemui Produser Haikal.


"Jika semua yang kamu katakan itu benar? Apa kamu memiliki bukti yang jelas untuk membuktikan itu semua?"


"Ya, aku punya buktinya."


Dhea memberikan beberapa Poto.


Produser Haikal terkejut melihat Poto Villia dan Adrian.


"Bukan kah ini direktur utama VCI, Villia Carolin Ibrahim dan Dokter Adrian?"


"Ya benar. Itu adalah sisi lain dari direktur utama VCI, Villia. Dia berpura - pura menjadi pasangan sempurna dan sisi palsunya saat bertingkah seolah - olah dia adalah panutan setiap wanita. Aku ingin mengungkap kan kepribadian aslinya. Apa mungkin kamu bisa menyiarkan siaran langsung untuk mengangkat kisah perselingkuhan mereka?"


"Aku akan mencoba untuk mewujudkannya."


"Apa kamu yakin, bisa melakukannya?"


"Ya."


❤️❤️❤️❤️❤️


Villia mengadakan kembali rapat bersama para petinggi perusahaan.


"Apakah anda menemukan pabrik yang bisa di ganti?"


"Iya, masih ada sisa tahun yang lalu yang bisa di gunakan."


"Beri tahu mereka untuk memulainya."


Tapi, direktur yang lain memberi tahukan bahwa ada masalah yang lebih besar dari pada ini.


"Akibat pemogokan di Filipina, terjadi gangguan pada pemasokkan dan permintaan domestik dari berbagai perusahaan."


"Pastikan untuk membayar cukup untuk kekacauan ini."


"Tidak banyak yang tersisa setelah menyuntikkan dana untuk perusahaan Vietnam sehingga dana kas kita terlalu rendah."


Villia pusing, Villia benar - benar sendirian untuk saat ini.


Tak lama, ponsel nya berbunyi. Video Call dari Bian.


"Bagaimana kondisi Mama hari ini?"


"Baik - baik saja jangan khawatir."


"Menurut mu kapan Mama bisa kembali?"


"Dia masih butuh istirahat, jadi aku pikir kami perlu tinggal lebih lama disini. Aku akan memperlihatkan wajah Mama walau hanya sebentar."


Bian mengarahkan kameranya ke Mama Divya.


"Mama."


"Aku bilang aku baik - baik saja. Aku ingin segera pulang tapi dokter melarang ku. Kamu pasti mengalami kesulitan sendirian bahkan tanpa Bian.


Apa kabar suamimu?"


Villia menghapus tangisnya.

__ADS_1


"Bagaimana perusahaan? Apa semuanya baik - baik saja?"


"Semua baik - baik saja. Mama nggak usah memikirkan itu. Mama pokus saja sama pemulihan Mama biar cepat pulang kesini."


"Baiklah jika begitu, mari kita bicara lain kali lagi."


Usai video call bersama kakak angkatnya dan mamanya, Villia kembali teringat kata - kata Varo.


"VCI akan hancur bersamaan dengan keluarga kita. Itu akan terbelah dan hancur berkeping - keping jika sampai kamu membawa kepengadilan, itu akan menjadi pertarungan menjijikan. Semua orang akan tahu hal yang paling memalukan tentang keluarga kita. Kita akan menjadi bahan tertawaan dan bahan lelucon."


Ditempat yang berbeda, Varo juga sedang mengadakan rapat darurat untuk membicarakan harga saham VCI yang kian merosot.


Sekretaris Diana, "Berita tentang perusahaan Filipina yang mogok telah menyebar, jadi seperti yang kamu lihat harga saham VCI turun dari hari Ke hari."


Varo, "Cukup. Raih keuntungan dari penjualan singkat dan beli lah semurah mungkin di mulai dari sekarang."


Sekretaris Diana, "Lalu bagaimana dengan penjualan produk VCI?"


Varo, "Penjualan devisi pakaian, aku akan pura - pura tidak tahu soal itu."


Sekretaris Diana, "Jadi, kita tidak perlu menghubungi Silver stone lagi?"


Varo, "Tidak. Untuk mengamankan hak pengelolaan VCI, berapa banyak saham yang kita perlukan?"


Sekretaris Diana, "Jika kita mendapatkan saham 5 % akan ada peluang yang bagus."


Note : Varo benar - benar ya nggak tau di untung dan nggak tau terimakasih 😂😂


Di apartemen.


Di apartemen Dhea mondar mandir tak karuan. Dia cemas memikirkan percakapan nya dengan Produser Haikal. Dhea lalu menghubungi produser Haikal.


"Ini sudah waktunya?"


"Tentu saja, mari kita bicara setelah tayangannya selesai."


Reporter, "Kami akan memperkenalkan kepada anda orang - orang yang sangat istimewa. Apakah anda melihat rumah yang indah ada disana? Saya di undang oleh pemilik rumah itu hati ini. Mari kita temui mereka dan melihat siapa mereka."


Reporter menunjukkan rumah Villia dan Varo yang ada di belakang.


Sontak Dhea bingung, "Ada apa ini?"


Varo dan Villia keluar rumah menyambut reporter dengan ramah.


Reporter langsung mengomentari kediaman mereka.


"Woooow pintu masuknya sangat indah."


Reporter lalu berkata kepada pemirsa bahwa dia akan memperkenalkan kepada rumah Villia Carolin Ibrahim dan Varo Marcello Hady untuk pertama kalinya.


Reporter mulai meliput.


Villia dan Varo menonton tayangan mereka dengan tatapan dingin.


Villia pun ingat saat si reporter dan produser datang menemui nya.


...Flashback...


Reporter, "Kami datang untuk mewawancarai seseorang."


Produser, "Aku akan memberitahukan mu sendiri. Menurut sumber tersebut, menyebutkan kamu bahwa kamu sedang berselingkuh dengan seorang dokter...."


Villia, "Aku?"


Produser, "Ya. Seorang dokter."


Villia, "Dia kolega ku dan dia juga teman lama ku."


Produser, "Aku tidak bertanggung jawab untuk menyiarkan berita tanpa kepastian. Jadi, aku minta maaf dan aku datang kesini untuk memeriksa fakta."

__ADS_1


Villia, "Siapa sumbernya."


Produser, "Maaf tapi itu bukan sesuatu yang bisa aku katakan padamu karena aku harus melindungi sumber ku. Aku akan bertanya lagi secara langsung. Benar kah skandal yang sedang mengelilingi mu untuk saat ini?"


Villia, "Itu tidak benar."


Produser, "Lalu mengapa orang itu berbohong?"


Villia, "Aku telah memperhatikan kehidupan ku bahwa ada orang yang salah tuduh melalui situasi yang tidak menguntungkan dan mereka yang mencoba menyakitiku dengan niat yang buruk."


Reporter memarahi produser.


Reporter, "Adakalanya bertanya dulu sebelum ini di tayangkan. Apa yang akan kamu lakukan jika ini di tayangkan tanpa bertanya?"


Villia lalu memberikan mereka tawaran.


...Flashback end...


Dhea emosi melihat tayangan itu. Sangking emosinya dia sampai mecahin tv nya loh guys😂😂😂



Villia ingat lagi kenapa tayangan itu bisa terjadi.


...Flashback....


Villia masuk keruangan Varo.


Villia, "Pulanglah!"


Varo, "Kenapa tiba - tiba?"


Villia, "Ada sesuatu yang perlu kamu lakukan. Aku pikir kita perlu tampil di TV bersama."


Varo, "Acara TV?"


Villia, "Seseorang telah melaporkan ku bahwa aku telah berselingkuh dengan dokter Adrian, untuk menghentikan nya aku membuat saran."


Varo, "Benarkah? Tapi kenapa aku harus melakukan nya? Bukan kah ini masalah mu?"


Villia marah, "Ada orang di dalam perusahaan yang curiga dengan hubungan kita. Varo Marcello Hady, itu akan sangat membantu tentang pencitraan mu sendiri."


...Flashback end...


Note : kita kembali Varo dan Villia menonton tayangan nya di dalam tv.


Varo melirik Villia.


Varo, "Apa kamu perlu memamerkan kebahagiaan mu sejauh ini?"


Villia, "Apa kamu tidak penasaran siapa dalang di balik semua ini?"


Varo, "Siapa itu?"


Villia, "Jika penasaran, tanyakan langsung kepada Dhea."


Villia beranjak pergi, Varo masuk kedalam ruang kerjanya.


Disana Varo menghubungi Dhea.


Varo, "Apa kamu yang memberi tahu stasiun TV?"


Dhea, "Memberi tahu? Maksud mu apa? O... tentang kamu dan istrimu ada di TV? Aku sudah melihatnya."


Varo, "Apa sebenarnya yang kamu inginkan? Tidakkah kamu tahu bahwa bertindak seperti ini akan memperburuk keadaan?"


Dhea, "Tapi, kamu terlihat sangat bahagia disana. Seharusnya kamu berpura - pura tidak bahagia demi aku."


Varo capek menghadapi kelakukan Dhea, Varo pun segera memutus panggilannya.

__ADS_1


__ADS_2