MERTUA DAN IPAR TOXIC

MERTUA DAN IPAR TOXIC
Bagian 49. Apakah Dhea hamil.


__ADS_3

...Assalamualaikum...


...****************...


Sontak Villia lemas. Villia dan Dhea duduk di ruang makan. Dhea pun bertanya apakah Villia sudah sarapan atau belum.


"Apakah kamu sudah sarapan? Jika belum mari kita sarapan bersama. Kafe didepan masakannya enak - enak."


Namun, Villia diam saja.


"Tinggalkan Varo sekarang juga!"


Dhea terkejut, "Apa?"


"Tinggalkan Varo sekarang juga. Masih banyak di dunia ini pria yang belum beristri yang bisa kamu nikahi."


"Maaf, aku wanita pertama yang di cintai Varo justru kamu yang seharusnya meninggalkan dia."


Lalu, Dhea melihat gelas kopi Villia sudah habis.


"Aku akan membuatkan mu kopi."


Dhea lalu kedapur, Villia menatap Dhea yang lagi didapur membuat kopi. Lalu dia melihat sebuah lukisan yang tergantung didinding ruang tamu Dhea. Tapi, Villia tidak bisa melihat dengan jelas itu lukisan apa.


Dhea sudah kembali dengan secangkir kopi baru di tangannya kemudian meletakkan diatas meja.


"Siapa namanya?"


Dhea pura - pura bego.


"Namanya?" tanya Dhea.


"Pacarmu."


"Raka. Namanya Raka Wibowo."


Dhea lalu duduk, "Kenapa kamu bertanya tentang nama pacar ku?"


"Pria yang kamu cintai, Raka Wibowo?"


Tiba - tiba bel berbunyi. Villia tegang. Dia takut jika curiganya terbukti Varo dan Dhea masih memiliki hubungan spesial.


Langkah kaki masuk kedalam rumah Dhea, lama - lama semakin mendekat Villia takut jika itu suaminya. Pria itu menghampiri mereka. Villia memberanikan diri menoleh kebelakang untuk melihat pria itu. Bukan Varo. Dhea mendekati pria itu lalu bertanya, "Apa yang kamu lakukan disini sayang?"


"Aku meninggalkan sesuatu." ucap Raka kemudian melirik Villia.


Dhea langsung memperkenalkan pacar barunya kepada Villia.


"Aku sudah katakan sebelumnya jika dia adalah temanku. Dan ini Raka Wibowo."


Raka menyapa Villia, lalu kemudian masuk ke kamar Dhea.


Villia malu pada dirinya sendiri.


"Maafkan aku karena menerobos masuk pagi - pagi kerumahmu. Aku akan pergi sekarang."


Setelah Villia pergi, Raka keluar dari kamar Dhea.


Kemudian Dhea membayar upah pacar sewaan nya itu.


Dhea memuji pacara bayaran nya itu, "Kerja bagus."

__ADS_1


"Terimakasih. Ketika kamu membutuhkan aku, hubungi saja aku." ucap Raka kemudian pergi.


Dhea berjalan kearah jendela. Dia melihat mobil Villia melaju pergi dari gedung apartemen nya.


"Maafkan aku, aku tidak bisa dan tidak akan pernah menyerah atau mengalah dari mu." ucap Dhea dalam hati.


Villia tiba di rumah. Dia turun dari mobil dan melihat Weni baru keluar rumah dengan mengenakan pakaian olahraga.


Weni yang melihat Villia, menyapa Villia. Villia memanggil Weni, Villia mendekati Weni.


"Ngomong - ngomong, terakhir kali kenapa kamu bertanya kepadaku apa yang terjadi dengan suamiku."


Weni pura - pura lupa kalau dia pernah bertanya seperti itu kepada Villia.


"Apa aku pernah bertanya seperti itu?"


Weni lalu berdalih kalau dia hanya menyapa.


"Tapi kenapa kau bertanya?" tanya Weni.


"Tidak apa. Silahkan berolahraga."


Weni pergi. Kemudian dari jauh memperhatikan Villia masuk kedalam rumah.


***********


Selepas Villia pergi dari apartemen Dhea. Dhea memutuskan untuk pergi kesauna tanpa Mama Widya dan Sameya. Dhea memerlukan menyegarkan kembali otak - otaknya yang sempat menegang lantaran aktivitas kantor yang tidak ada habis-habisnya.


Weni dan Mira pada saat yang bersamaan juga berada di spa yang sama dengan Dhea. Mereka melihat Dhea berendam sendirian.


"Aku tidak melihat Mama Widya dan Sameya. Bukan kah mereka selalu bersama, tapi sekarang dia sendirian. Mungkinkah mereka bertengkar?"


Disauna, Weni membuat gerakan agar Mira melihat cincin baru Weni.


Awalnya Mira cuek, hingga Weni membuat gerakan lain. Mira merasa terganggu karena tangan Weni hampir menyentuh wajah Mira. Saat itulah Mira tidak sengaja melihat cincin baru Weni. Weni senang, Mira melihat cincin nya.


"Kenapa kamu memakai cincin kesauna? Cincin apa yang kamu pakai itu? Cincin itu bahkan tidak cantik." ucap Mira cuek.


"Ini adalah cincin berlian kesayangan ku dari suami ku."


"Apa?"


"Ini adalah cincin yang spesial dipesan secara khusus untuk ku dari suamiku lambang cinta kami berdua."


"Bagaimana jika cincin itu menggores tubuhku? Lepaskan sekarang!"


Weni pun pergi keluar dan melepas cincinya. Tapi malah cincin nya terlempar keselokan saat dia melepasnya. Weni pun panik.


...****************...


Di tempat yang lain.


Villia dan Bian sedang menembak. Bian takjub dengan tembakan Villia yang menurut nya sempurna.


"Villia apa selama ini kamu bisa menembak?"


"Ini pertamanya kali nya aku menembak."


"Bagaimana kabarmu hari ini? Tidak terasa ya kita sudah lama tidak bertemu seperti ini."


"Aku tidak tau kabarku hari ini. Mungkin karena aku dalam suana hari yang sedang buruk."

__ADS_1


"Apa sesuatu telah terjadi?"


"Yah, bukan sesuatu yang baik. Lebih seperti sesuatu yang menggerogoti ku, menghilang dalam sekejap." ucap Villia kemudian kembali menembak.


💜💜💜💜💜


Malamnya, suami Weni marah karena telah menghilangkan cincin itu.


"Apa kamu gila? Kenapa pergi kesauna dengan mengenakan cincin itu."


"Aku ... aku minta maaf."


"Tidak kah kamu tahu kalau kamu membutuhkan cincin itu. Kamu pikir kamu siapa mengenakan sesuatu melebihi nilai mu. Dasar menyusahkan."


Suami Weni kemudian beranjak pergi.


Weni mengadu ke Mira.


"Kenapa lagi dengan kalian?" tanya Mira.


"Bisakah kita mendapatkan kembali cincin serupa itu dimana pun itu?"


"Tanangkan dulu dirimu. Suamiku akan membantumu untuk mendapatkan kembali cincin yang hilang itu."


Suami Mira sedang menelpon seseorang.


"Hallo, Aku Doni dari DM Jewelry. Aku minta maaf sebelumnya. Pak, apa bapak tahu cincin yang bernama moobulhwae yang dibuat oleh perusahaan mu? Apa ada cara untuk mendapatkan nya kembali? Pemiliknya kehilangan


itu dan dia ingin mendapatkan pengganti. Apa masih ada stok nya untuk cincin serupa?"


Suami Mira memberikan kode kepada Weni , kalau Weni bisa mendapatkan kembali cincin yang serupa.


Weni senang mendengarnya.


💜💜💜💜💜


Pagi itu seperti biasa, Villia memulai aktivitas nya sebagai ibu rumah tangga. Villia langsung menuju dapur untuk membuat kue sebagai ucapan maaf karena sudah menuduh Dhea merebut suaminya dari sisinya.


Setelah kuenya jadi, Villia menghiasi nya agar terlihat cantik. Setelah selesai dia pun segera menemui Dhea di apartemen nya. Dhea terkejut melihat Villia datang tanpa memberitahu terlebih dahulu.


"Angin apa yang membawa mu kemari?"


"Aku datang untuk meminta maaf. Aku sedikit salah paham tentangmu."


Dhea pura - pura tidak mengerti dengan maksud Villia.


"Apa maksudmu?"


Villia memberikan kue buatannya kepada Dhea.


"Ini, ini permintaan maaf ku."


Masuklah aku akan membuatkamu teh.


"Aku ada janji ingin bertemu seseorang pagi ini. Mungkin lain kali kita ngeteh bersama." ucap Villia kemudian beranjak pergi.


Dhea menatap kue buatan Villia.


"Akan sangat bagus, jika kamu bukan orang baik." ucap Dhea pada kue buatan Villia.


Dhea mencicipi kue buatan Villia, tapi baru satu gigitan tiba - tiba Dhea merasa mual. Sontak Dhea bingung dan bertanya - tanya, apakah dia memakan sesuatu yang salah sampai dia mual seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2