MERTUA DAN IPAR TOXIC

MERTUA DAN IPAR TOXIC
Bagian 38.


__ADS_3

...Assalamualaikum...


...****************...


Selepas Villia pergi, Mama Widya menenangkan Dhea sembari menghiburnya.


"Bagaimana kalau kita pergi jalan - jalan, sembentar lagi sore. Sekalian kita pergi menghirup udara segar kamu pasti capek dan lelah setelah beraktivitas tanpa Varo disamping mu membantu mu meringankan pekerjaan mu ?" ucap Mama Widya sembari menggandeng tangan Dhea. Dhea mendengus kesal hingga akhirnya mengiyakan kata - kata Mama Widya.


...🍓🍓🍓🍓🍓...


...****************...


Taman kota menjelang sore tampak menyenangkan. Pohon - pohon tinggi dengan burung - burung mulai beterbangan diatas sana. Mereka duduk tepat dibawah pohon oak. Entahlah mungkin sejenis itu.


"Hey Dhea..." Tiba - tiba Dhea dikejutkan oleh suara Sameya.


"Kamu mengagetkan ku." Dhea bertanya sembari menyembunyikan rasa kagetnya.


"Kakak melamun aja dari tadi. Kakak sedang mikirin apa sih? Kakak lagi kangen ya sama Kakak Varo?" ucap Sameya yang terus saja menyodorkan pertanyaan yang sebenarnya ogah di jawab Dhea.


"Oh ya bagaimana kalau sebelum pulang kita makan malam dulu? Tenang, Mama yang traktir kalian." Kini Mama Widya ikut bicara.


"Diamana Mah?" tanya Dhea berbinar karena sejujurnya sejak tadi perutnya sudah merasakan lapar tak tertahankan.


"Kita cari restoran yang ada disekitaran sini."


"Ok, Dhea setuju."


Mereka pun segera keparkiran untuk mengambil mobil. Mereka pun langsung masuk kedalam mobil dan segera memacu kejalan raya untuk mencari restoran terdekat karena perut mereka sudah sama - sama terasa lapar.


...🍓🍓🍓🍓🍓...


Semenjak Varo memutuskan untuk menikahi Villia dan dia sendiri memilih menikah dengan pria pilihannya sendiri, semenjak itu pula Dhea kehilangan kasih sayang seorang Ibu. Tapi, kini Dhea telah kembali walau dalam versi yang berbeda dan kasih sayang yang sempat dia rasakan dulu kini kembali dia rasakan lewat sentuhan lembut Mama Widya.


********


Saat ini Dhea, Sameya dan Mama Widya sudah berada di dalam restoran dan sudah memesan beberapa menu makanan.


"Setelah dari sini kita mau kemana?" tanya Mama Widya kepada kedua putri - putrinya yang saat ini sedang duduk di hadapannya.


"Entahlah." jawab Dhea.


"Bagaimana kalau kita pergi ketoko buku?" ucap Sameya.


"Katanya disana banyak buku - buku dan komik baru yang baru datang dan sudah di susun dirak buku."

__ADS_1


"Ok setelah ini kita ketoko buku."


Makanan yang sudah mereka pesan beberapa menit yang lalu akhirnya sudah terhidang kan diatas meja. Mereka pun segera makan tanpa ada yang bersuara.


*********


Entah mengapa diusianya yang tak lagi muda, Sameya masih saja menyukai komik. Matanya lincah melihat beberapa komik yang tertata rapi di rak. Dulu Dhea pun menyukai komik tapi sekarang Dhea lebih menyukai membaca novel, novel dengan cerita cinta yang sangat romantis. Sedang kan Sameya masih saja seperti anak - anak mencari komik yang penuh dengan gambar, mungkin sejenis komik Doraemon.


"Tut - tut - tut." terdengar suara ponsel Sameya berbunyi. Tangan kanan Sameya segera merogoh kantong tasnya kemudian ponsel itu di tempelkan ditelinga kirinya, rupanya teman satu kampus Sameya yang sedang menelepon Sameya.


"Hallo bestie. Aku lagi ada di toko buku. Ada apa ya?"


"Jangan lupa beli buku untuk mengerjakan tugas makalah kita ya."


"Ok bestie."


Toko buku yang ramai oleh pengunjung dan penuh dengan hiasan bunga - bunga yang terbuat dari sedotan.


"Hayo melamun lagi."


"Eh, nggak kok. Kakak nggak ngelamun."


"Kangen ya?"


"Ih apaan sih." ucap Dhea sembari menutupi wajahnya dengan buku.


"Kakak mau beli novel apa?" tanya Sameya.


"Apa kamu mau membelikan Kakak novel keluaran baru?" ucap Dhea balik menggoda Sameya.


Dhea memonyongkan bibirnya, "Yang ada kakak beliin Sameya buku, bukan Sameya beliin kakak buku. Kan Sameya nggak kerja."


Sembari mengusap kepala sang adek, "Iya kamu pilih - pilih saja, buku, novel atau kartun mana yang kamu mau beli. Lain waktu kamu ya yang traktir kakak beli buku."


"Ok, tapi tunggu Sameya menikah dengan pria yang tajir ya kakak."


Mama Widya menghampiri Dhea dan Sameya, "Bagaimana sudah ketemu buku - buku yang hendak dibeli?"


Sembari memperlihatkan beberapa buku yang ada di tangannya, "Sudah Mah." ucap Sameya.


"Kamu Dhea?"


"Dhea lain kali aja Mah. Novelnya nggak ada yang menarik menurut Dhea."


"Baiklah, bagaimana kalau kita sekarang kekasir bayar buku - buku ini! Lalu Mama akan antar kamu pulang ke apartemen mu." tanya Mama Widya kepada Dhea dan Sameya.

__ADS_1


"Mah boleh nggak sebelum kita pulang, kita pergi nonton film dulu di bioskop?"


"Apa sih yang nggak buat putri Mama yang satu ini."


🌟🌟🌟🌟🌟


Setelah berhari - hari melakukan perjalanan dinas keluar kota, hari ini Varo sudah kembali kerumah. Tapi sebelum pulang kerumah Varo terlebih dahulu kekantor untuk melaporkan informasi apa saja yang dia dapat kan dari perjalanannya itu.


"Maksud mu kamu gagal?" ucap direktur sementara yang saat ini menggantikan posisi Villia di kantornya itu.


"Bukan hanya perusahaan kita, tapi semua perusahaan yang ingin melakukan kontrak dengan mereka semuanya di tolak."


"Jadi, maksudmu kita harus menyerah?"


"Untuk saat ini saya tidak melihat ada pilihan lain."


"Tidak melihat ada pilihan lain?" ulang direktur itu kesal.


"Apa kamu fikir aku menjadikanmu direktur untuk mendengarkan hal - hal semacam itu? Jalan yamg membawamu keposisimu bukan hanya menanjak, tapi juga turun. Aku tidak butuh jawaban lain. Bawakan aku jawaban yang ingin aku dengar."


"Baik." ucap Varo kemudian kembali keruangan nya dalam keadaan kesal.


Dia membanting jasnya keatas kesofa, lalu duduk dan menenangkan diri. Urusan pekerjaan dan urusan asmara kini menyatu menjadi satu.


...****************...


Varo menepikan mobilnya tepat didepan gedung apartemen Dhea. Lalu dia mengirim pesan buat Dhea. Tapi Dhea tidak merespon pesan Varo. Akhirnya, karena tidak ada respon Varo pun pergi. Varopun menepikan mobilnya di pinggir pantai, sambil meminum kelapa muda. Ponselnya tiba - tiba berdering, telepon dari Dhea.


Varo mengaku baru saja akan menelpon Dhea. Varo berasalan, dia merasa buruk karena tidak berjumpa dengan sang pujaan hati dalam beberapa hari. Padahal kemarin adalah hari ulang tahun Dhea.


"Kapan kamu akan kembali?" tanya Dhea di sebrang sana.


"Aku memiliki beberapa pekerjaan yang tersisa untuk diselesaikan. Aku akan segera menemui mu setelah semua sudah selesai."


"Apa ada masalah? Suara mu terlihat lemah?"


Varo berbohong dan mengatakan semuanya baik - baik saja. Namun, Dhea tidak percaya dengan begitu saja. Dan dia akan mencari tahu apa yang terjadi.


"Pulang kerja ke apartemen ku ya! Aku akan memasak seafood kesukaanmu."


"Baiklah aku akan segera pulang untuk mencicipi masakan mu."


🌟🌟🌟🌟🌟


Direktur Lea memanggil sekretaris Bian untuk masuk kedalam ruangan CEO.

__ADS_1


"Temukan seseorang yang pandai menjaga mulut di antara pekerja nya."


"Baik Bu."


__ADS_2