MERTUA DAN IPAR TOXIC

MERTUA DAN IPAR TOXIC
Bagian 65. Bisakah kita hidup berdampingan bertiga


__ADS_3

...Assalamualaikum...


...****************...


Saat ini Varo dan Dhea bersama di apartemen Dhea.


"Tinggalkan perusahan VCI dan bergabunglah dengan galery VCI!"


"Bagaimana caranya aku masuk di galeri?"


"Kamu memiliki jiwa seni yang sangat baik, tidak ada yang tidak bisa kamu lakukan."


"Aku akan mencoba nya, aku akan melakukan yang terbaik, aku akan bekerja keras."


"Aku tahu, kamu bisa melakukan yang terbaik."


"Terimakasih banyak."


...****************...


Keesokan harinya....


Dhea sudah berada di depan galery VCI. Dia ingat kata - kata Varo yang semalam.


"Galery ini sangat penting lakukan dengan baik tugasmu."


Dhea masuk kedalam galery.


Note : Sebelum melanjutkan galery, kita bahas sedikit kenapa kekacauan dalam rumah tangga Villia bisa terjadi. Apakah masalahnya hanya karena hadirnya kembali sang mantan ( Dhea ), mertua dan ipar yang selalu menganggap menantu nya pemalas dan hanya bisa menghabiskan uang suami. Tapi, ceritanya baru separuh belum versi lengkap. Versi lengkapnya mungkin di part selanjutnya.


...****************...


Mobil Villia tampak terparkir di depan rumah Adrian. Dhea sedang berada di rumah Adrian.


"Ada apa dengan acara di Televisi itu? Aku dengan jelas mengatakan padamu untuk mengekspos perselingkuhan mu dengan Varo." ucap Adrian.


"Bukankah perpisahan Villia dan Varo adalah tujuanmu? Entah itu aku dan Varo atau kamu dan Villia?"


"Entahlah yang jelas aku tidak ingin Villia terluka."


"Hal yang sama juga berlaku dengan ku. Aku tidak akan pernah bisa melakukan sesuatu yang menyakiti Varo."


"Kalau begitu, aku harus mengirim foto - foto itu ketempat yang lain." ucap Dhea.


"Jangan melakukan sesuatu yang tidak pernah aku perintahkan."


...****************...


Varo saat ini baru tiba di rumah Villia.


Villia menunjukkan beberapa foto dirinya bersama Adrian kepada Varo.


Sembari memperlihatkan ponsel Villia ke Varo, "Apa ini karya tangan Dhea?


Varo melangkah ke sofa kemudian duduk disana.


"Apa perselingkuhan hanya dilakukan dengan fisik?"

__ADS_1


"Apa?" tanya Villia.


"Apa perselingkuhan secara mental tidak di anggap sebuah perselingkuhan? Setiap kali terjadi sesuatu, kamu pasti lari ke Adrian saat aku ada disini."


"Apa katamu?"


"Kamu selalu melakukan itu. Ketika ada kesulitan kamu mencari Adrian. Lalu kamu anggap aku apa?"


"Apa berbicara dengan teman tentang kesulitan itu salah? Bertukar cerita dengan teman bukanlah sesuatu yang harus di kritik. Kamu sebut itu dengan perselingkuhan?


Varo menuduh Villia sudah bobok bersama Adrian.


"Apa itu murni hanya bertukar cerita ataukah bertukar pisik pun sudah terjadi?"


Varo beranjak pergi, Villia benar - benar geram dengan sikap Varo.


Varo ke apartemen Dhea. Varo dan Dhea sedang duduk bersama di meja makan sembari menikmati secangkir teh hangat.


"Apa kamu yang mengirim foto ke Villia ketika sedang bersama Adrian?"


"Foto? Foto apa?"


"Foto di mana Villia dan Adrian sedang bersama?"


"Itu bukan aku. Mungkin banyak netizen yang iri pada Villia."


Dhea memberi tahu Varo kalau dia mau mengadakan lelang amal seni besok.


"Ini adalah proyek pertama untuk galeri VCI. Ada banyak lukisan di gudang yang penuh dengan debu. Persentase dari penjual lukisan dapat di sumbangkan untuk amal. Sisanya untuk dana operasi galeri. Bagaimana menurutmu?"


"Kedengarannya bagus."


"Kenapa tidak di galeri?"


"Karena sebagian besar pengunjung tetap di galeri kita adalah wanita yang tergabung dalam Queen"s Club. Aku pikir itu lebih efektif dari pada mengundang mereka ke galeri."


"Lakukan sesukamu."


...****************...


Villia buru - buru menuju mobilnya, dia baru saja mendapat telepon dari seseorang kalau Dhea adalah direktur galeri seni VCI.


Villia langsung menuju ruangan Varo dan mempertanyakan kebenaran nya tentang Dhea sebagai direktur galeri seni VCI.


"Apa semua ini? Apa kamu yang membuat Dhea Dhea menjadi direktur galery?"


"Kenapa? Apa ada masalah?"ucap Varo sembari terus mencek beberapa dokumen yang ada di atas mejanya.


"Atas kehendak siapa?"


"Sesuai dengan keinginan ku. Meski hanya sementara, aku adalah ketua VCI. Kamu tahu kan kalau ketua memiliki wewenang penuh atas urusan personalia dalam perusahaan."


"Apa itu sebabnya, hal pertama yang kamu lakukan sebagai ketua adalah menempatkan simpanan mu sebagai penanggung jawab galeri?"


"Aku harus menemukan orang yang tepat untuk mengisi posisi itu?"


"Apa Dhea adalah orang tepat?"

__ADS_1


"Dia memang masih memiliki sedikit pengalaman dan tidak ada prestasi untuk bidang itu. Tapi aku tau kalau dia memiliki sesuatu hal yang akan membantu galeri."


"Sepertinya kamu akan berusaha sekuat tenaga untuk terus mempertahankan wanita simpanan mu. Kalian sunggu tidak tau malu."


Varo berdiri dan menatap Villia, "Sayang, keluarlah dari pemikiran sempit mu. Aku tidak akan pernah meninggalkan mu, aku akan melakukan yang terbaik untukmu, untuk keluarga kita. Tentu saja dengan bersungguh - sungguh. Tapi, aku juga mencintai Dhea, dia sama pentingnya dengan dirimu."


"Apa kata - kata itu layak kamu ucapkan di depanku?"


"Kamu, aku dan Dhea, seperti ini kita bertiga bisakah hidup berdampingan secara normal dan bahagia?"


"Hidup berdampingan?"


"Ya, hidup berdampingan. Kita bertiga. Semuanya bisa bahagia dan hidup bersama di dunia ini."


"Kamu sudah benar - benar gila." ucap Villia kemudian beranjak pergi.


...****************...


Keesokan harinya.


Dhea sudah selesai dengan lelang amalnya, tapi tidak ada satu pun yang datang melihatnya. Yang datang malahan Weni.


"Lelang amal seni? Orang miskin yang membutuhkan amal ada disini."


"Apa Kamu di undang?"


"Sadar kah sepertinya kamu ingin bermain sebagai ratu, meniru Villia. Apa menurutmu seorang pembantu bisa menjadi ratu hanya karena dia bergantia pakaian?"


"Tutup mulutmu."


"Tutup mulutku? Saat ini, Villia sedang mengadakan acara budaya. Semua anggota Queen"s Club ada disana. Pergi kesana jika kamu penasaran."


Weni pergi.


Dhea penasaran, dia pun segera beranjak pergi menuju aula. Dan benar saja, Villia sedang mengadakan acara budaya di sana. Semua anggota Queen"s Club ada disana.


Dhea berjalan mendekat, dia menatap Villia dengan tatapan geram, Villia menatap Dhea dengan tenang.


Dhea yang kesal, beranjak pergi meninggalkan aula itu. Dhea kembali kerumahnya dan membanting tasnya ke atas sofa.


"Villia Carolin Ibrahim."


...****************...


Bian sudah berada di dalam apartemen nya dan dia terkejut tatkala melihat Villia berada di dalam apartemen nya. Villia mengajak Bian untuk bicara, tapi Bian hanya diam. Tak lama kemudian Varo datang, Villia terkejut melihat Varo bersama Bian.


Varo melongos kesofa.


Villia kini mengerti, kenapa sikap Bian berubah.


"Ku rasa aku sudah salah tentangmu. Aku memikirkan mu dengan cara yang sama dengan yang aku lakukan pada sahabatku sebagai kakak ku. Aku kira kamu tidak akan merasakan hal yang sama."


Bian nampak ingin menjelaskan sesuatu tapi mulutnya terkunci karena ada Varo.


Villia pergi, tapi sebelum beranjak pergi Villia memperingatkan Bian, "Aku tidak akan pernah memaafkan mu jika sampai kamu menyakiti Mama ku."


Villia kembali kerumahnya.

__ADS_1


Dia mulai lelah dengan masalah yang menimpanya.


...****************...


__ADS_2