MERTUA DAN IPAR TOXIC

MERTUA DAN IPAR TOXIC
Bagian 30.


__ADS_3

...Assalamualaikum...


...****************...


Varo dan Dhea sedang bersama didalam ruangan, sembari berdiri dijendela menatap mobil berlalu lalang. Bagi Dhea ini hanyalah seperti sebuah mimpi bisa kembali bersama sang mantan yang sudah berstatus suami orang.


"Aku merasa ini bagaikan mimpi, aku dan kamu akan selalu bertemu dan bersama disetiap harinya."


"Ini bukan mimpi."


"Apa yang akan kita lakukan sekarang?"


Namun tidak ada jawaban dari Varo. Dhea pun kembali berucap, "Itu sebabnya kamu memutuskan kan aku karena aku dan untuk aku. Perpisahan memang direncanakan dengan benar. Harus kah aku mengumumkan hubungan kita?"


Varo menatap tajam Dhea.


"Aku hanya bercanda. Kenapa begitu serius? Sejak awal, kita sudah berjanji dan kemudian akan memulai untuk awal yang baru dalam sebuah hubungan."


Tiba-tiba Dhea mengingat moment indah saat mereka masih bersama.


...Flashback...


...****************...


Varo berdiri di tepi pantai, sementara Dhea duduk dikursi yang ada disana. Varo berkata bahwa keluarganya lah yang sangat penting untuknya saat ini, Dhea dapat memaklumi itu.


"Tidak ada yang bisa aku lakukan untuk mu." ucap Varo.


"Ada sesuatu yang dapat kamu lakukan untukku." ucap Dhea, kemudian berdiri didepan Varo.


"Mari kita berkencan selama satu tahun. Setelah satu tahun, aku tidak akan mengganggumu lagi."


...Flashback end...


...****************...


Dhea berdiri didepan Varo. Wajahnya terlihat sedih karena mereka harus putus waktu itu. Dhea lebih memilih menikah dengan laki - laki lain yang lebih mapan, kaya dan lebih memiliki segala-galanya.


Dhea lalu mengambil dua gelas berisi teh diatas nampan dan Varo mengekor di belakang. Satu gelas untuk Varo dan satunya lagi untuk dirinya sendiri. Mereka minum sama - sama.

__ADS_1


"Untuk perjalanan perpisahan kita yang indah dan untuk kenangan yang indah."


Mereka kembali meminum teh nya.


Varo memberitahukan Dhea bahwa besok adalah hari peluncuran produk terbaru untuk VCI dan Varo menyuruh Dhea untuk melihat hadiah yang telah Varo siapkan untuknya.


Varo membuka lemari meja kerjanya dan mengeluarkan sebuah kotak berukuran sedang. Dia segera kembali dan duduk disamping Dhea.


"Ini untukmu."


"Apa isinya?"


"Buka saja."


Dhea membuka dengan penuh rasa penasaran, bahkan sudah tidak sabar untuk segera melihat apa isi kotak tersebut.


Dhea tersenyum melihat hadiah dari Varo. Sebuah sepatu Victoria. Sepatu yang sejak lama sudah menjadi incaran Dhea.


"Apa kamu menyukainya?"


"Iya, aku sangat menyukainya." ucap Dhea sembari memeluk sang pujaan hati. Disaat mereka masih berpelukan, pintu terbuka tanpa diketuk terlebih dahulu. Villia kaget melihat adegan tersebut dan hampir saja map yang ada ditangannya jatuh.


Mereka sontak menghentikan aktivitas nya, lalu menoleh kebelakang.


"Punya sopan santun nggak sih, masuk ruangan direktur nggak ngetuk pintu dulu." ucap Dhea sembari berdiri lalu merapikan rambut dan pakaiannya.


"Dirumah aku suami mu, tapi di kantor aku atasan mu yang harus kamu hormati dan di kantor ini ada aturannya jika mau masuk keruangan orang hendaklah mengetuk pintu terlebih dahulu." ucap Varo.


"Jika aku mengetuk terlebih dahulu jelas adegan tadi tidak akan aku lihat dengan mata kepala aku sendiri."


"Syukurlah jika kamu melihat semuanya. Jadi, tidak ada yang harus disembunyikan lagi dari kamu. Aku juga capek tiap hari harus kucing - kucingan sama kamu. Dan kamu pasti tau kan aku siapanya Varo?" ucap Dhea.


Sembari tersenyum, "Iya aku tahu kamu. Kamu Dhea kan, wanita masa lalu suamiku dan sekarang hadir di kehidupan kami lalu bertransformasi menjadi pelakor."


"Jaga mulutmu kalau bicara. Semua ini tidak akan pernah terjadi jika saja kamu anak orang kaya dan bisa memberikan Varo anak."


Kata - kata Dhea cukup tajam untuk menusuk hati Villia.


"Walaupun aku nggak bisa memberikan anak ke suamiku dan nggak bisa memberikan cucu ke mertua ku tapi setidaknya aku bukan perusak rumah tangga wanita lain. Dan itu jauh lebih terhormat dari pada berpendidikan tinggi, cantik - cantik tapi seorang pelakor."

__ADS_1


Dhea tersulut emosi dan ingin menampar Villia tapi dicegah oleh Varo.


"Kenapa kamu membelanya?" tanya Dhea sembari menatap tajam Varo.


"Aku bukan membelanya, tapi tolong jangan ribut. Saat ini kita berada di kantor, nggak enak kalau di dengar oleh karyawan lain tentang keributan ini."


Varo menatap tangan Villia, lalu bertanya. "Apa yang kamu bawa itu?"


"Ini adalah kontrak kerja sama dengan PT melati putih." ucap Villia sembari mendekat dan meletakkan map itu di atas meja.


"Tapi seperti nya telah terjadi kontrak ganda."


Varo terkejut diberi tahu manager nya tentang kontrak ganda.


"PT Melati Putih melihat ini sebagai masalah besar dan ingin mempertimbangkan kembali tentang proyek kerjasama ini."


"Apa kerugian sebenarnya karena masalah ini?"


"Perusahaan yang ada di kontrak ganda adalah saingan perusahaan melati putih dan juga akan mengadakan kerja sama dengan perusahaan kita. Jadi dada dua perusahaan yang akan mengadakan kerjasama dengan perusahaan kita."


Varo kemudian merogoh handphone nya di dalam saku celananya. Dia pun segera menelepon seseorang.


"Bagaimana keadaan disana? aku akan ikut rapat. tolong segera hubungkan aku dengan panggilan video."


Varo dan Dhea segera meninggalkan ruangan kantor menuju ruangan rapat.


Varo sudah terhubung dengan wakil direktur melati putih di kota B dan wakil direktur mawar merah.


"Apa yang sebenarnya terjadi? Kontrak ganda? Anda mengatakan kepadaku bahwa anda menandatangani kontrak eksklusif dengan kami. Sekarang kita harus membatalkan setiap barang yang telah dipromosikan departemen kami. Ini adalah kerugian besar untuk kami." ucap Varo.


"Silahkan anda tanyakan kepada direktur mawar merah."


"Masalah kontrak ganda, ini adalah kesalahan putri pimpinan dari perusahaan VCI. Jadi, kami meminta agar perusahaan anda mempertanggung jawabkan semuanya."


Urusan kontrak ganda telah selesai setelah menemukan kata sepakat untuk mempertanggungjawabkan semuanya.


"Siapa sebenarnya putri pimpinan VCI?" tanya Varo dalam hati.


"Aku harus mencari tahunya."

__ADS_1


Walaupun Villia selama ini tidak terlibat langsung dalam mengurus perusahaan nya tapi dia memiliki orang kepercayaan dalam perusahaan nya untuk mengurus semuanya dan akan di awasi Villia dari jauh. Dan perusahaan yang membatalkan kontrak kerja sama dengan perusahaan nya adalah perusahaan nya sendiri yang di pegang oleh Bian atau orang kepercayaan sang Papa.


__ADS_2