MERTUA DAN IPAR TOXIC

MERTUA DAN IPAR TOXIC
Bagian 64. Formalitas Cinta


__ADS_3

...Assalamualaikum....


...****************...


Varo sudah berada di apartemen Dhea. Varo dan Dhea berada di ranjang yang sama.


"Apakah sekarang kamu sudah menjadi pimpinan di perusahaan VCI?" tanya Dhea.


"Tinggal selangkah lagi, aku akan duduk di kursi pimpinan."


"Setelah kamu menjadi pimpinan, kamu akan segera menikahi ku kan?"


"Formalitas tidak penting, cinta kita yang paling penting."


Dhea menatap Varo, "Formalitas penting bagiku! Aku ingin berdiri dengan percaya diri disampingmu dan di depan dunia."


Varo tak berkata - kata lagi, hanya menatap Dhea.


...💜💜💜💜💜...


Villia sedang menemani sang Ibu di rumah sakit. Sembari menatap wajah sang ibu yang kini sudah menua dan keriput, wanita yang telah melahirkannya yang telah rela berkorban untuk nya, yang selalu menyayangi dan mencintai nya. Ketika sedang sibuk dengan memperhatikan sang ibu dokter Adrian masuk keruang perawatan Nyonya Divya.


"Hai Villia, kamu ada disini?"


Villia menoleh, "Kamu dok, ada apa kemari?"


"Aku hanya ingin memeriksa ke adaan Mama mu."


"Silahkan dok!"


Setelah selesai memeriksa, dokter Adrian memperhatikan wajah Villia.


"Kenapa wajah kamu terlihat murung?"


"Kapan Mamaku bisa keluar dari sini?"


"Tunggulah sedikit lebih lama lagi. Lagi pula perkembangan Tante Divya dari hari ke hari sangatlah bagus. Semoga segera sembuh dan membaik."


Dokter Adrian ingin menghibur Villia.


"Aku punya sesuatu untuk ku tunjukkan sama kamu."


Dokter Adrian membawa Villia ke rumah nya. Dia menunjukkan kursi kayu buatannya yang sudah jadi kepada Villia.


"Ini, ini kursi yang aku buat sendiri. Ini singgasana hanya untuk mu. Singgasana ratu Villia Carolin Ibrahim. Karena ini singgasana, harus kah aku menghiasai kursi ini dengan beberapa hiasan emas?"


Villia tersenyum, "Tidak mungkin."


Villia melihat kembali kursi yang dia duduki saat ini.


"Dimana kamu membelinya?"


"Aku tidak membelinya. Aku membuatnya sendiri."


Adrian menunjukkan kapalan di tangannya. Villia terdiam melihatnya.


"Silahkan duduk kembali di singgasana anda tuan putri!"


Villia pun duduk.

__ADS_1


"Bagaimana?"


"Ini sungguh bagus."


"Kapan pun kamu lelah dan letih silahkan datang cari kursi ini. Kamu bisa beristirahat dengan tenang dan nyaman."


Adrian keluar sebentar, ketika kembali dia terdiam melihat Villia yang sudah tertidur pulas di kursi buatan nya.


Adrian mengambilkan Villia selimut lalu menyelimuti nya.


Adrian teringat tentang suami Villia yang sedang berselingkuh.


❤️❤️❤️❤️❤️


Dhea pergi ke Queen"s Club dengan wajah dan penampilan yang baru. Disana ada Cristina, Mira, dan Weni yang sedang lagi berkumpul.


Weni melihat Dhea.


"Bukankah itu Dhea?


"Aku sangat tidak senang melihatnya. Kenapa dia harus kembali setelah menghilang selama berbulan - bulan. Ini sungguh sangat menjengkelkan.


❤️❤️❤️❤️❤️


Di kantor Villia sedang sibuk membenahi kekacauan yang di buat Varo bersama orang - orang suruhannya.


"Bagaimana hasil dengan peminjaman modal darurat?"


Sekretaris Jo, "Kami meminjamkan di bank utama tapi kami di tolak."


Villia kaget, "Apa VCI di tolak untuk meminjam uang."


"Baiklah."


Sekretaris Jo keluar dari ruangan Villia.


Villia segera menghubungi Bian. Dia meminta Bian untuk datang keruangannya untuk membahas pemogokan tapi Bian menolaknya dan mengatakan silahkan bahas dengan yang lain.


Villia terkejut.


Note : Villia dan Bian sedang tidak akur gara - gara kejadian 30 tahun yang lalu, hasil keretakan hubungan mereka berdua itu di manfaatkan oleh Varo untuk meminta dukungan Bian untuk menyerang Villia.


Bian sendiri ada disini ruangan Varo sekarang bersama dengan antek - antek nya yang lain.


"Villia menelepon ku, dia meminta ku untuk segera keruangannya untuk membahas masalah pemogokan di Filipina."


Varo mengerti dan segera memberitahukan ke yang lain kalau Bian ada di pihak mereka.


Sekretaris Diana, "Di rektur utama Villia Carolin Ibrahim telah memulai mengoperasikan perusahaan di Vietnam menggantikan perusahaan yang ada di Filipina, karena produk di buat tiba - tiba proposal produk cacat cukup tinggi akibatnya ada keluhan dari perusahaan yang lain."


"Bagaimana dengan hukum?"


"Kalau begini keadaan nya, kita akan kebanjiran tuntutan hukum."


"Bagaimana kalau kita pergi secara pribadi ke Filipina?" Bian memberikan pendapat.


"Jika perwakilan dari perusahaan aktif berpartisipasi dalam masalah pemogokan tanggapan orang - orang akan positif. Lalu, nanti kontribusi anda untuk menyelesaikan masalah akan di tambahkan kepencapaian anda."


"Aku tidak yakin, apakah aku bisa mewakili VCI dan bisa menarik simpatik orang - orang."

__ADS_1


"Apakah ada orang yang lebih cocok untuk posisi ketua dari pada anda?


Selesai rapat dengan Bian dan Diana, Varo langsung menemui Villia.


"Apa kamu menemukan masalah nya?"


"Silahkan urus pemogokan Filipina!"


"Apa itu perintah?"


"Ini tugas yang berhubungan dengan pekerjaan. Sebagai perwakilan ketua VCI. Itu adalah instruksi bisnis yang di berikan oleh pemimpin."


"Baiklah aku akan mengurusnya. Tapi ini adalah yang terakhir aku lakukan untukmu. Setelah masalah ini selesai, kamu harus meyerahkan posisi ketua kepadaku. Dan kamu kembali kerumah sebagai ibu rumah tangga yang baik."


"Baiklah."


Varo beranjak kemeja pimpinan.


"Pertama, kamu harus menyelesaikan masalah yang ada disini. Selesaikan masalah pinalti terlebih dahulu. Jika tidak, kita akan mengalami krisis terbesar sejak VCI berdiri. Dan dapatkan banyak pinjaman."


Setelah mengatakan itu, Varo lalu pergi.


Selepas Varo pergi, Yoana datang menemui Villia.


"Apakah Wakil pemimpin baik - baik saja? Bahkan jika aku ingin menemuinya, aku tidak ingin menunjukkan sisi lemah ku di hadapannya."


"Mama juga akan memikirkan mu. Sebagai anggota pendiri, kalian berdua dekat kan?"


"Apa kamu mengatur dana darurat?"


"Itu sangat tidak mudah untuk mendapatkan nya."


"Di Hongkong ada silverstone. Ada perusahaan perlindungan dana."


"Perusahaan perlindungan dana?"


"Aku tidak bisa mengatakan itu adalah sumber uang yang aman, tapi ketika di butuhkan itu dapat di gunakan dengan baik. Aku belajar sedikit tentang itu. Dengan saham ketua sebagai jaminan. Pinjaman darurat 50 miliar. Namun, ada syarat kamu harus membayar kembali dalam waktu satu bulan. Pertama, dapatkan pinjaman dan mengurus segala sesuatunya segera. Ketika perusahaan di normalisasikan aku yakin kamu bisa membayarnya kembali pinjaman itu."


❤️❤️❤️❤️❤️


Varo dan Bian sedang minum bersama.


"Apa kamu tidak ingin menguasai VCI?" tanya Varo sembari meneguk minumannya.


"Dulu aku tidak menginginkan VCI, tapi sekarang aku sudah menginginkan nya."


Mereka lalu bersulang. Bian menatap tajam Varo.


***********


Pagi ini Villia sedang menyiram tanaman. Weni yang baru keluar dari rumah melihat Villia, dia pun bergegaslah menghampiri Villia.


"Akhir - akhiri ini sulit melihatmu. Apakah kamu sangat sibuk?"


Weni lalu memberitahu Villia kalau Dhea datang ke Queen"s Club. Villia terkejut mendengar nya.


"Apa kamu tidak tahu? Yah, kamu tidak perlu mengetahuinya. Oke kalau begitu sampai jumpa lagi. Selamat tinggal."


Weni pergi.

__ADS_1


__ADS_2