
...Assalamualaikum...
...****************...
"Itu Dhea kan?"
Varo terdiam mendengar nya.
"Aku tahu itu telepon dari dia. Kamu masih belum mengakhirinya. Aku akan melakukannya. Aku akan menyingkirkan Dhea untuk mu."
"Tidak, aku bisa melakukan nya sendiri."
Varo tidak jadi masuk kamar dan langsung melangkah kedapur.
💜💜💜💜💜
Dhea sedang membaca buku kehamilan ketika Varo datang mengunjungi Dhea di apartemen nya. Dhea senang Varo datang.
Dhea memeluk Varo lalu berkata, "Aku menunggu mu sejak tadi." Lalu Dhea melepas pelukannya.
"Kenapa kamu tidak mengangkat telepon ku dari tadi?"
Varo tak menjawab dan terus saja menatap Dhea.
Dhea takut di tinggalkan, Dhea pun minta maaf.
"Aku akan mendengar kan mu mulai sekarang. Aku tidak akan melakukan apa pun yang tidak kamu ingin kan. Aku janji."
"Aku punya sesuatu yang ingin aku tanyakan?"
Dhea tahu apa yang akan di katakan Varo, Dhea pun memotong perkataan Varo dan berkata ingin menunjukkan sesuatu. Dhea membawa Varo kesebuah kamar, dia pun menyalakan lampu kamar itu.
"Ta - da."
Varo terkejut melihat ada box bayi di dalam kamar dan perlengkapan bayi lainnya.
💜💜💜💜
Saat ini Varo sudah kembali rumahnya. Dia mondar - mandir, lalu berdiri menatap jendela. Dia memikirkan kehamilan Dhea. Dia tak ingin jika kabar ini sampai terdengar oleh Mamanya yang menginginkan cucu, dan Villia.
Tanpa dia sadari kelakuan anehnya itu sejak tadi di pantau oleh Villia. Villia tahu apa yang di pikirkan Varo.
Besoknya, Villia dan Dhea sedang berdiri di dekat tebing. Villia meminta Dhea menghentikan permainan konyol nya ini.
"Berhenti apa?" tanya Dhea.
"Kamu sudah tahu kan kalau Varo sudah memilki istri?"
Dhea tertawa.
Villia meradang, "Beraninya kamu tertawa?"
"Itu sungguh sangat lucu. Yang seharusnya berhenti sampai disini, kamu. Bahkan jika aku harus mencurinya dari mu, aku akan melakukan asal aku bisa hidup bahagia. Jadi berhenti mengatakan akhiri sampai disini karena aku tidak bisa putus dengannya. Seperti yang kamu tahu, aku tidak bisa hidup tanpanya. Aku akan berencana ingin memiliki nya selamanya."
Sontak Villia murka dan langsung menarik kerah baju Dhea.
__ADS_1
"Bagaimana kamu bisa begitu percaya diri. Bagaimana kamu bisa begitu tak tahu malu mengejar suami orang lain. Tak seharusnya kamu kembali kedalam kehidupan suami ku. Tak seharusnya kamu berada disini dan tak seharusnya kamu menjadi simpanan suamiku."
Villia menyuruh Dhea mati saja.
"Mati! Mati!
Villia mendorong Dhea kejurang.
Dhea jatuh. Tapi, tiba - tiba saja, yang dilihat Villia jatuh bukan lah wajah Dhea melainkan wajah seseorang yang sudah dia anggap sebagai saudari perempuannya yang meninggal akibat dibunuh oleh istri sah dari suami yang di selingkuhinya.
Villia berteriak, "Elsa, Elsa."
Villia terbangun, dan ternyata semua itu hanyalah mimpi.
Villia lantas menghubungi Dhea. Villia meminta mereka untuk bertemu saat ini juga.
Villia menjemput Dhea di apartemen nya dan membawanya kesebuah tempat.
"Aku tidak pernah menyangka kalau aku akan berada disini lagi bersamamu. Aku sudah berulang kali memperingati mu untuk tidak mendekati suamiku lagi."
"Maaf, aku tidak bisa putus dengannya. Aku akan mati jika jauh darinya."
"Tidak perduli apapun, ada hal - hal di dunia ini yang tidak boleh kamu lakukan, yaitu menghancurkan keluarga orang lain. Kamu tidak boleh melakukan itu. Kamu mengerti kan dengan apa yang aku katakan?"
Villia menatap nanar Dhea, "Aku yakin kamu mengerti."
Dhea malah tersenyum.
Villia dan Dhea dalam perjalanan sekarang, tapi tiba - tiba Dhea mau muntah, Villia melihat itu.
"Pengharum nya agak terlalu kuat." ucap Dhea sembari menutup hidung nya.
"Kamu tahu kan kalau Varo itu suamiku."
"Ya, aku tahu kalau Varo itu suamimu. Tapi, tetap saja aku tidak bisa putus dari dia walau harus menjadi istri kedua atau istri simpana atau apapun itu aku tetap tidak bisa putus dari dia."
Dhea lalu meraba - raba perutnya yang masih datar, "Aku hamil anak Varo."
Villia yang sedang menyetir sontak melihat Dhea. Villia syok dengan apa yang baru saja dia dengar.
Villia terus saja menatap Dhea, tanpa menyadari mobilnya keluar jalur dan ada truk di depan nya yang sedang berhenti. Dhea yang melihat truk, sontak teriak. Villia membanting stir, lolos dari truk mobil Villia malah di tabrak oleh mobil yang lain. Villia dan Dhea sama - sama terluka parah.
💜💜💜💜💜
Villia dan Dhea di larikan ke rumah sakit.
Varo yang tengah sibuk bekerja, tiba - tiba dapat telepon dari rumah sakit soal Villia yang mengalami kecelakaan. Dalam perjalanan ke rumah sakit, Varo kembali menerima telepon dari rumah sakit yang sama. Pihak rumah sakit bingung karena telah menghubungi nomor yang sama. Mereka lalu mengabarkan soal Dhea yang kecelakaan.
Varo tiba di rumah sakit. Dia terkejut melihat istri dan selingkuhannya terbaring bersebelahan. Lalu dokter berkata, mereka tidak mengalami cidera serius. Varo lantas meminta dokter meletakkan mereka di kamar yang terpisah.
"Tentu, kami akan melakukan itu."
Setelah dokter pergi, Varo mendekati mereka. Dia berdiri ditengah - tengah mereka. Villia di pindahkan ke kamar rawat, dia belum siuman. Varo menunggui Villia. Tak lama, Villia siuman. Dia bingung saat Villia melihat sekelilingnya.
Villia menatap Varo, "Dimana aku?"
__ADS_1
"Kamu ada di rumah sakit. Kamu mengalami kecelakaan."
"Kecelakaan?"
"Untungnya kamu tidak memiliki luka parah. Jika di bandingkan seberapa parah kerusakan mobil mu."
Villia terdiam sejenak. Tak lama, dia ingat dia kecelakaan bersama Dhea.
"Bagaimana dengan Dhea?"
"Dia juga tidak terluka parah. Dia sedang dirawat sekarang."
Villia teringat pengakuan Dhea sebelum kecelakaan. Dhea bilang, "Hamil."
Sontak lah Villia menangis. Melihat itu, Varo pikir Villia kesakitan karena kecelakaan itu.
"Apa yang sakit? Apa itu sangat menyakiti mu? Haruskah aku memanggil dokter?"
Villia yang terluka memalingkan wajahnya dan memejamkan matanya.
"Aku ingin pulang."
Varo pun membawa Villia pulang kerumahnya setelah mendapat persetujuan dari dokter.
Sejak dalam perjalanan menuju rumah Villia hanya diam, hingga sampai di rumah pun Villia tetap diam.
"Apa kamu perlu sesuatu?"
"Apa kamu tahu? Kalau Dhea sedang hamil?"
Varo hanya diam.
Villia kesal menatap Varo.
"Kamu sungguh keterlaluan." ucap Villia kemudian beranjak pergi ke kamarnya.
Di rumah sakit.
Perawat sedang memeriksa infus Dhea. Tak lama kemudian Dhea siuman.
"Kamu sudah bangun?" tanya perawat yang sedang bertugas hari itu.
"Tempat apa ini?"
"Kamu sekarang ada di rumah sakit. Kamu baru saja mengalami kecelakaan." ucap perawat itu menjelaskan.
"Apa kamu tidak ingat?"
Tiba - tiba pintu kamar Dhea terbuka.
"Sayang apa kamu tidak apa - apa? Bilang sama mama di mana yang sakit?" ucap Mama Widya. Varo sebelum pulang mengantar Villia, dia sempat mengirimkan pesan ke pada Mama nya agar datang kerumah sakit menunggui Dhea yang belum siuman.
Note : Terimakasih yang sudah berkenan hadir memberikan like dan memberikan komentar. komentar positif, penyemangat ku untuk terus up hingga karya ini tamat.
➡️ Setelah kejadian ini, kira - kira apa yang akan terjadi kepada Villia dan Dhea. Sikap mana yang akan Varo ambil untuk mengatasi Dhea yang katanya wanita yang penuh obsesi atas dirinya. Sikap mana yang akan Villia ambil setelah mengetahui kehamilan Dhea.
__ADS_1
➡️ Apakah Villia dan Dhea akan mempertahankan laki - laki yang kebetulan sama dengan yang mereka cintai. Atau kah mereka berdua memiliki rencana lain untuk membuang selamanya Varo dari kehidupan mereka.
Tetap nantikan kelanjutan jalan ceritanya....