
...Assalamualaikum...
...****************...
Diluar sana mereka sedang menikmati barang yang baru saja mereka beli beberapa jam yang lalu, tanpa mau tau apa yang sedang terjadi didalam sana.
💕💕💕
"Mah, teman satu kampus Sameya barusan ngirim pesan. Kata nya tugas minggu lalu sudah harus dikumpulkan dalam beberapa hari ini. Laptop Sameya kan memory nya full melulu." ucap Sameya sedih.
"Telp kakak aja deh minta uang, lagi pula kalau beli laptop dengan harga segitu uang kakak juga belum akan habis."
🍬🍬🍬
Belum selesai Villia bicara tiba - tiba ponsel Varo berdering. Dilayar ponsel Varo tertulis dengan jelas nama sang adik kesayangan.
"Kencangkan volume nya!" ucap Villia.
"Hallo Mas, Yeni butuh laptop. Kalau bisa yang ada merek Apple nya gitu."
"Laptop kemarin mana?" suara Varo di kecilkan, seolah-olah menjaga perasaan Sang Istri.
__ADS_1
"Laptop yang kemarin, full melulu memori nya. Apa lagi tugas Sameya semakin banyak. Enggak mahal kok Mas, cuman puluhan juta."
"Apa puluhan juta?" gumam Villia dalam hati. Karena sudah tidak tahan dengan kelakuan adik iparnya itu, "Minta Mas Bian, Ya. Kami juga lagi kepepet."
Tiba-tiba sambungan telepon terputus. Dan Villia mendapat tatapan tajam dari Varo.
"Kenapa harus bilang kepepet? Orang tuaku tau kalau aku sanggup, kenapa membohongi mereka?"
"Siapa yang berbohong?"
"Ada Mas Bian. Sekali ini aja Mas lihat rumah tangga kita. Jangan sedikit - sedikit ibu, keluarga mu yang kamu pikirkan."
"Kamu serakah Vill." Mas Varo keluar dari kamar.
"Mas lupa diri."
Sebelum Mas Varo hilang dari pandangan mata Villia, Villia mengatakan satu hal.
"Kalau memang seperti ini terus, aku tidak apa kamu ceraikan Mas. Sakit hatiku tiap hari kalian sakiti."
Tidak ada jawaban, Villia melihat Mas Varo masuk dalam mobil kemudian pergi.
__ADS_1
Villia meraih ponselnya di atas nakas dan menelepon sang Mama lalu menceritakan segala kejadian hari kepada sang Mama, dan mengatakan semuanya. Mama Divya meminta sabar dan jangan salah ambil langkah.
🍓🍓🍓
..."Selamat sore dan selamat menjelang malam. Mari kita evaluasi apa yang telah kita kerjakan dari pagi hingga sore ini. Semoga hari esok akan lebih baik dari hari ini dan hari ini lebih baik dari hari kemarin."...
****************
Baru juga Villia akan mengistirahatkan tubuh dan otaknya yang lelah efek seharian sudah sibuk mengurusi urusan kantor dan urusan bersama mertua dan ipar toxic, tiba - tiba pintu kamar di gedor dengan sangat kencangnya dari luar.
"Villia, kamu ngapain aja sih didalam kamar? Dasar menantu pemalas. Masak sana! Mama sudah lapar!" teriak Mama mertua dari balik pintu kamar Villia.
Mendengar Mama mertua marah - marah, Villiapun segera mengurungkan niatnya untuk istirahat sejenak melepas penat dan beban yang ada dipundaknya saat ini. Villia pun segera berlari kepintu.
"Ada apa sih Ma ribut didepan pintu kamar orang? Villia sudah masak, kok bisa habis?" ucap Villia sembari berjalan cepat menuju dapur dan membuka tutup panci - panci yang ada disana. Villia memang sudah memasak beberapa hidangan yang seharusnya cukup untuk dimakan hingga malam hari.
Pagi tadi Villia sengaja memasak banyak, biar tinggal memanaskan kalau makan siang dan malam sudah tiba waktunya. Namun, ternyata belum juga malam hari tiba, makanan sebanyak itu sudah ludes tak tersisa. Lalu siapa sebenarnya yang menghabiskan nya?"
"Apa Sameya yang menghabiskannya? Gara - gara telp beberapa jam yang lalu? Apa iya dia bisa menghabiskan makanan sebanyak itu? Apa iya? Villia menggeleng - gelengkan kepala tanda gusar.
"Dasar menantu pemalas! Kasihan Varo salah pilih istri! mana sama Mertua pelit lagi, uang suami diembat sendiri, nggak mau bagi - bagi." hardik Mama mertua yang mengikuti Villa dari belakang Dan menunjuk tudung saji dengan Mata melebar.
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏