MERTUA DAN IPAR TOXIC

MERTUA DAN IPAR TOXIC
Bagian 20.


__ADS_3

...Assalamualaikum...


...****************...


"Villia, jadi kamu harus tahu kalau Mama ini butuh modal buat buka usaha. Dan Mama perlu suntikan dana, dan ini bukan dana yang sedikit. Lagi pula dia tak akan menolak semua permintaan Mama karena Mama tau yang ada di hati Dhea itu hanya Varo, bukan hanya hari ini, besok dan lusa tetapi setiap hari yang ada di hati Dhea itu hanya lah Varo. Jadi, Mama akan mengaturkan agar mereka segera menikah dalam waktu dekat ini. Mama juga sudah menyetujui hubungan mereka dan Varo juga sudah menyetujui nya."


Persendian Villia mendadak lemas. Air mata kini bercucuran dikedua netra Villia.


"Kamu jangan menangis!" ucap Mas Varo menenangkan Villia.


Pernikahan Varo dan Dhea akan di laksanakan dalam waktu dekat.


"Memang nya nggak ada cara lain? Kenapa nggak pinjam uang ketetangga atau kemana gitu. Apakah hanya cara ini yang bisa di tempuh? Lalu pernah kah kalian memikirkan bagaimana perasaan ku? Bagaimana rasanya jika harus berbagi suami dengan orang lain? Coba Mama pikirkan, Mama masih punya anak yang belum menikah dan dia seorang perempuan. Bisa nggak Mama menjamin perlakuan Mama ke Villia suatu hari nanti, Sameya nggak bakal mengalaminya?"


"Kamu menyumpahi Sameya? Kamu tau apa sih. Kamu itu anak yang baru lahir kemarin, jadi belum tau apa - apa dan nggak usah sok tau. Jadi, nggak usah ngajari Mama."


Mama Widya menarik nafas dalam-dalam, lalu kemudian melanjutkan kalimatnya, "Keputusan Mama sudah bulat, dalam waktu dekat Varo dan Dhea akan segera menikah. Keputusan Mama nggak ada yang bisa mengganggu gugat, termasuk kamu. Jika kamu tidak suka kamu bisa mengajukan surat gugatan cerai dan rumah ini menjadi milik kami karena bukan kami yang menyuruhmu untuk bercerai tapi ini pilihan kamu. Tapi jika kamu siap untuk di madu kamu tetap akan tinggal dirumah ini dan tinggal diatap yang sama dengan Dhea. Lagi pula sudah dua tahun lebih Kamu menikah dengan Varo tapi kamu juga belum bisa memberikan Mama cucu. Mama menginginkan cucu, Mama sudah tua. Mau sampai kapan Mama menunggu kamu memberi cucu."


Villia tak tahu harus berkata - kata apa lagi.


"Maaf, Villia nggak enak badan. Villia kekamar dulu." ujar Villia bangkit dan berjalan menuju kamarnya.

__ADS_1


"Vill." Mas Varo berusaha menyusul Villia, tetapi samar - samar Villia mendengar Mama mertuanya menahan Varo disana.


"Biarkan saja, Nanti juga reda sendiri nangisnya."


"Tapi, Villia kasihan Mah. Varo nggak tega Mah."


"Kamu ini laki jangan lemah. Lagian kalian ini sudah ada dua tahun lebih menikah tapi belum juga memiliki momongan. Atau jangan-jangan Villia mandul?"


Villia masih bisa mendengar obrolan mereka, Belum punya momongan itu takdir dari Allah.


"Siapa tahu kalau kamu menikah dengan Dhea, Dhea bisa memberi Mama cucu."


"Mana mungkin Villia mau kabur dari rumah. Dia kan pegawai rendahan yang memiliki gajih yang sangat kecil, jadi jika dia kabur bagaimana cara dia untuk hidup diluar sana. Kalau kamu miskin, mana mungkin dia mau menikah dengan kamu."


Astaghfirullah, Villia menikah dengan Mas Varo bukan karena harta, melainkan memang cinta yang tulus dari hati bukan karena materi.


Villia duduk di pinggiran kasur, menusap air matanya ternyata mertuanya sejahat itu. Dan Mas Varo tidak sanggup melindungi sang Istri. Dan Villia nggak mungkin kabur katanya, Villia ingin sekali pergi dari rumah itu, Villia benar - benar lelah.


...Tidak ada yang bisa kembali dan memulai dan memulai awal baru, tetapi siapapun dapat memulai hari ini dan membuat akhir baru....


💮💮💮💮💮

__ADS_1


Beberapa hari kemudian.


Pagi ini Villia melakukan aktivitas nya seperti biasanya, setelah membersihkan rumah Villia pun segera keluar rumah untuk berbelanja sayur - sayuran.


"Nggak bersama suamimu Vill?"


Villia melihat Mbak Weni, adiknya Pak RT sedang berbelanja sayur.


"Enggaklah Mbak. Ngapain sama suami toh hanya membeli sayur dan itupun masih dikompleks sini."


"Tadi pagi, pagi - pagi sekali aku melihat mertuamu ada dimobil suami mu, aku fikir sedang ada acara keluarga makanya aku bingung melihat kamu ada disini. Kirain ada acara apa."


"Mbak lihat dimana?"


Mbak Weni menunjuk ujung jalan yang ada disana.


"Mama mertua ada dimobil Mas Varo, ada apa?"


Apa lagi rencana Mama Mas Varo sekarang apa lagi sampai naik mobil di ujung jalan. Usai berbelanja, Villia bergegas pulang. Mengambil ponsel kemudian Villia menghubungi Mas Varo. Tetapi hampir sepuluh menit mencoba, hasilnya tetap nihil.


TERIMAKASIH

__ADS_1


__ADS_2