
...Assalamualaikum...
...****************...
"Lama - lama mulut mu makin nggak berpendidikan ya?" ucap Mama mertua.
Namun, Villia tetap pada pendiriannya. Sameya meneriakkan nama sang Kakak dalam hitungan menit sang Kakak sudah ada dihadapan mereka.
"Ada apa lagi sih kalian ribut - ribut? Villa? Sameya? Mama?" ucap Varo sembari berkacak pinggang, mengerutkan kening dan tatapan penuh tanda tanya.
"Ini Istri kamu nyolot terus kalau dikasih tau." ucap Mama Widya
__ADS_1
"Kak Villia nggak mau ngasih kita uang." ucap Sameya.
Varo menoleh keistrinya, "Kamu apa - apa sih Vill, mana uang mereka yang mereka minta?"
"Nggak mau. Kalau Mas ada uang segitu silahkan kasih kemereka saja." ucap Villia kemudian masuk kembali kekamar dan menutup pintu.
Dengan wajah merah padam, "Dasar kakak ipar sialan." Kemudian menoleh ke arah Kaka laki-laki nya itu, "Begini nih kalau kamu asal memilih istri yang nggak melihat bibit, bebet dan bobotnya. Coba kamu dengarkan kata - kata Mama tempo hari, menikahlah dengan Dhea, apa sih kurangnya Dhea. Dhea cantik, modis, kaya raya, pewaris tunggal sangat jauh bandingannya dengan istrimu yang miskin, jelek, nggak bisa ngerawat tubuh pokoknya malu - maluin deh. Kalau dia menjadi Istri kamu, hidup kita bakalan enak bukan kah dia anak orang kaya." ucap Sameya.
"Betul, sudah kaya baik hati pula. Nggak rugi jika Mas Varo kita nikahkan sama Dhea, dari pada seperti sekarang. Heran apa sih yang di cari Varo dari Villia? Sudah miskin, nggak bisa ngasih keturunan lagi." Mama Widya mendengus kesal.
"Jangan - jangan, Villia mandul lagi Mah?" ucap Sameya sembari tertawa.
__ADS_1
"Bisa jadi." ucap Mama Widya membenarkan ucapan Sameya.
"Gini nih kalau kamu memperistri orang kampung, nggak punya sopan santun. Mama sudah muak punya menantu seperti Villia. Udah Vin, Villia tinggalin aja dan menikahlah dengan Dhea, menikah dengan Dhea hidup kamu bakalan enak tanpa harus bekerja keras, duit mengalir terus dari mertua!" cerocos Mama Widya tanpa merasa malu membandingkan Villia menantunya sendiri dengan wanita lain yang belum tentu sesuai dengan dugaan mereka.
Mendengar percakapan mereka Villia hanya bisa geleng-geleng kepalanya dengan perasaan geram dan tidak habis fikir. Sebegitu buruk akhlak mereka, selalu berfikir buruk pada orang lain. Andai dari awal Villia tau sifat buruk keluarga ini, mungkin orang yang pertama akan menolak adalah Villia untuk menjadi menantu di keluarga ini.
Villia merasa heran pola pikir mereka seperti apa setelah seluruh gajih mereka kuasai. Seperti katak dalam tempurung. Villia membalikkan tubuh, menuju tempat tidur nya. Enggan rasanya menerus kan menguping pembicaraan mereka, dan enggan rasanya berurusan dengan ke tiga orang yang sama sekali tidak memiliki perasaan itu.
Bodoh rasanya selama ini sudah berbaik hati sama mereka bertiga dan apa lagi setelah tahu bahwa mereka punya rencana hendak menyingkirkan Villia, lebih baik Villia menikmati hidupnya dari pada harus makan hati terus, ditambah hingga saat ini belum hamil - hamil juga.
Villia mengulum senyum di bibir. Tunggu saja, ada saatnya menantu miskin ini akan beraksi. Apa Mama masih bisa menghinaku?
__ADS_1
..."TERIMAKASIH."...