
...Assalamualaikum...
...****************...
Keesokan harinya.
Sebuah taksi berhenti didepan rumah Mira. Dhea turun dari taksi. Dia melihat betapa besar rumah Mira. Mira beranjak kepintu, bersamaan dengan itu Mira terkejut melihat wanita yang dia tolong semalam kini sudah berdiri di hadapannya.
"Apa yang membawamu kemari?" tanya Mira dengan ramah.
"Aku belum mengucapkan terimakasih untuk semalam. Dan aku juga punya beberapa tissue untuk menggantikan tissue yang semalam aku pakai. Aku harap kamu mau menerimanya."
Dhea mengembalikan tissue Mira yang sudah dibungkus dengan rapi dan cantik.
"Kamu tidak perlu melakukan ini. Kamu datang hanya untuk ini?"
"Aku merasa tidak enak?"
"Alamat rumahku kamu dapat dari mana?" tanya Mira bingung karena Mira merasa tidak pernah memberikan alamat rumahnya kepada siapa pun termasuk Dhea.
"Aku bertanya sama pemilik kafe semalam." ucap Dhea berbohong menyatakan kembali pergi menemui pemilik kafe itu setelah semuanya sudah pergi.
Mira mengangguk mengerti.
"Sebenarnya aku ingin menawarkan mu secangkir teh, tapi aku sedang ingin pergi." ucap Mira tak enak hati kepada wanita yang baru dia kenal semalam.
"Tidak apa - apa, ini salahku datang tanpa memberi tahu mu terlebih dahulu."
"Ayo kita pergi!" ucap Mira sembari menggandeng tangan Dhea. Mereka telihat akrab satu sama lain, padahal kenyataannya mereka baru semalam bertemu.
Mira dan Dhea sudah dalam perjalanan.
"Bolehkan aku bertanya, kemana kita akan pergi?" tanya Dhea karena jalan - jalan yang mereka lewati terasa asing bagi Dhea.
"Kepusat yang menjaga keluarga dengan orang tua tunggal."
__ADS_1
"Keluarga dengan orang tua tunggal?" ucap Dhea mengulang kembali kalimat Mira.
"Iya, keluarga dengan orang tua tunggal."
Dhea terdiam, Mira memperhatikan wajah Dhea yang sepertinya bingung.
"Apa kamu mengerti kekuarga dengan orang tua tunggal?"
Dhea menggeleng.
"Panti asuhan. Aku pergi kesana tiap satu bulan sekali dan menjadi relawan disana."
"Kamu melakukan hal yang baik."
"Pada awalnya aku tidak yakin dengan semua ini. Tapi ketika bertemu dengan anak - anak kecil imut dan lucu seperti mereka aku selalu ingin bersama mereka dan aku menyadari bahwa aku mendapatkan hadiah lebih banyak ketika bersama mereka. Kamu mau aku antar kemana?"
"Aku ingin ikut denganmu. Aku ingin kepanti asuhan itu juga dan melihat mereka secara langsung."
"Benarkah?"
Mira dan Dhea sudah tiba di panti asuhan.
Mira sedang membantu ibu - ibu disana untuk menjemur pakaian, sedangkan Dhea asyik bermain dengan anak - anak. Mira selesai menjemur pakaian dan melihat Dhea bahagia bermain dengan anak - anak. Dhea duduk sambil memperhatikan anak - anak. Lalu Mira datang dengan dua jus di tangan nya kemudian menyodorkan ke Dhea sembari duduk disampingnya.
"Apa kamu tidak lelah?" tanya Mira.
"Aku tidak lelah, aku sedang bersenang-senang." ucap Dhea sembari menyesap jusnya.
"Anak - anak sangat menyukaimu."
"Aku suka bermain dengan anak - anak. Bermain dengan anak - anak, seperti yang kamu katakan seperti mendapatkan hadiah."
"Apakah kamu sudah bersuami dan sudah memiliki anak?" tanya Mira.
Dhea diam, Dhea hanya pernah memiliki suami tapi tidak sempat memiliki anak.
__ADS_1
"Aku hanya pernah menikah tapi tidak sempat memiliki anak." ucap Dhea lagi.
"Ooo maaf, bukan maksud aku untuk..." ucapan Mira terpotong.
"Sudahlah tidak apa - apa."
Mira membuka tasnya dan mengeluarkan bingkisan tissue yang di berikan Dhea tadi pagi.
"Ini hadiah untukmu." ucap Mira sembari menyodorkan bingkisan tissue itu.
Dhea pun menerimanya, "Padahal tissue ini sudah aku berikan padamu."
"Aku ingin menghadiahkan kembali sama kamu. Silahkan di ambil."
"Terimakasih."
Mira terdiam dan mengalihkan pandangannya kelain. Dhea menatap Mira.
Dhea sudah berada di apartemen nya. Hari masih siang. Dhea berdiri menatap keluar jendela sambil meminum jus nya.
...🍓🍓🍓🍓🍓...
Pagi ini Varo akan melakukan perjalanan bisnis keluar kota. Varo pamit ke pada Villia.
"Masalah dengan perusahaan mawar merah, bukankah itu sudah teratasi?"
"Aku tahu. Aku fikir itu sudah berakhir, tapi sekarang mereka mengubah perkataan mereka.
Aku harus pergi kesana sendiri dan menyelesaikan sepenuhnya." ucap Varo sembari bersiap - siap untuk pergi.
"Kamu akan melakukan yang terbaik seperti yang kamu lakukan selama ini." ucap Villia.
"Aku merasa lebih kuat karena kamu mendukung ku."
"Jadilah lebih kuat." ucap Villia memberikan semangat.
__ADS_1
"Aku segera kembali. Hati - hati dirumah." ucap Varo sembari mengecup kening Villia, kemudian beranjak pergi.