MERTUA DAN IPAR TOXIC

MERTUA DAN IPAR TOXIC
Bagian 69. Mari kita bermain 2.


__ADS_3

...Assalamualaikum...


...****************...


Dhea sudah tiba di apartemen nya. Dia terkejut tatkala melihat Varo yang saat ini sudah berada di apartemen nya sembari berdiri menghadap jendela.


Dhea lantas mendekati Varo. Dia langsung memeluk Varo dari belakang.


"Bagaimana kamu bisa ada disini? Saat ini VCI pasti sedang tidak baik - baik saja."


"Itu sebabnya aku datang kesini. Aku lelah, jadi aku ingin menenangkan diri."


"Apa kamu baik - baik saja?"


Varo mengajak Dhea ke meja, disana sudah ada minuman dan beberapa makanan.


Dhea memberikan ucapan selamat pada Varo untuk yang kesekian kalinya, tapi Varo bilang dia belum menjadi ketua VCI.


"Tapi kamu akan di tunjuk sebagai pimpinan pada rapat pemegang saham Minggu depan."


...****************...


Villia hendak pergi jogging. Weni yang baru keluar rumah melihat Villia. Weni mendekati Villia.


"Ada apa dengan mu? Apa kamu sedang ingin jogging?"


"Musim sudah berganti. Aku juga ingin merubah diriku."


"Jadi begitu. Bagus lah. Aku jadi punya teman jogging."


Mereka pun mulai jogging.


Selesai jogging, Villia langsung memasak sup seafood pedas kesukaan Varo. Sebelum memasak, Villia menghubungi Varo, dan meminta Varo untuk datang kerumahnya buat makan sup seafood pedas kesukaannya.


Beberapa jam kemudian, masakan Villia sudah siap dan sudah di sajikan di atas meja, Varo pun datang.


Villia menyuruh Varo duduk. Dia juga memanggil Varo dengan nama "Suamiku." dan Villia juga mengatakan kalau dia memasak sup seafood pedas kesukaannya. Dan Villia juga meminta Varo untuk kembali tinggal di rumah nya.


Varo heran melihat sikap Villia yang mendadak berubah manis.


Villia menatap Varo, "Aku pergi pagi - pagi sekali dan membelinya di pasar. Ini sangat segar. Makan lah!"


Varo pun memakannya tanpa bertanya apa - apa lagi.


Selesai makan Varo hendak merapikan dasinya. Villia bilang dasi Varo terlalu gelap dan Villia mengganti dasi Varo dengan warnah yang lebih cerah. Saat Villia hendak mengganti dasi Varo, namun di hentikan oleh Varo.


"Kenapa kamu tiba - tiba jadi seperti ini?"


"Sudah aku pikirkan. Kamu benar, aku tidak kompeten dalam mengurus perusahaan. Pemogokan, masalah pendanaan, masalah galeri, semuanya terjadi dalam waktu yang bersamaan. Itu sangat sulit aku tangani. Aku hanya memiliki mu, jadi tolong bantu aku."


"Apa kamu meminta bantuan ku?"

__ADS_1


"Ya, aku meminta bantuan mu. Kamu satu - satu nya orang yang tepat untuk membantuku. Dan bantu aku juga untuk mengeluarkan Mama dari penjara. Kamu tahu kan kalau keadaan Mama saat ini sedang tidak baik - baik saja."


Villia tiba - tiba menangis.


"Ok, aku akan melakukan nya."


...****************...


Dhea di galeri sedang berbicara dengan seorang pria.


Sekretaris Dhea menatap Dhea dengan tatapan julit.


"Aku akan memastikan kamu tidak akan menderita kerugian apa pun. Jadi jangan khawatir."


Pria itu berkata, pekerjaan mungkin telah di gunakan sebagai alat untuk pencucian dana gelap.


"Bagaimana mungkin kamu bisa menyuruhku untuk tidak khawatir? Seseorang seperti mu tidak akan pernah tahu apa itu seni, atau tentang kebanggaan seseorang seniman. Hapus semua pekerjaan ku dari galeri segera."


"Itu tidak mungkin. Menghapus pekerjaan sebelum berakhir waktu masa kontrak nya merupakan pelanggaran kontrak kerja."


"Aku tidak mengerti dengan jalan pemikiran mu."


Pria itu kemudian menghubungi Villia.


Dhea kesal.


"Direktur utama Villia, ini aku. Aku minta maaf karena membuat mu khawatir. Ada kesalahan. Apa pun yang kamu pikirkan, aku tidak pernah melakukan hal kotor seperti itu. Aku bersumpah dengan mempertaruhkan kehormatan ku. Jadi tolong percaya padaku. Terimakasih."


Seniman itu mengakhiri telepon nya.


"Aku tidak percaya dengan mu, aku hanya akan percaya kata - kata direktur Villia."


Seniman itu lalu pergi, sementara Dhea sangat kesal.


...****************...


Untuk kesekian kalinya, Varo bersama antek-antek nya melakukan rapat tertutup 😂😂.


"Apa yang terjadi di kerjaksaan?" tanya Varo kepads Diana.


"Karena isu - isu politik yang sensitif, kita harus selalu berhati-hati dengan apa yang kita katakan dan lakukan. Saya akan melaporkan kemajuannya segera setelah di perbaharui."


Varo kemudian beralih menatap Bian.


"Apa Villia punya rencana? Apa kamu tahu apa yang sedang Villia rencanakan?"


"Aku tidak tahu."


"Ok kamu bisa pergi."


Bian kaget disuruh pergi, tapi dia tetap pergi.

__ADS_1


Tinggal hanya Varo dan Diana yang ada di ruangan itu.


"Nyonya Divya akan segera di adili. Akan sulit baginya di bebaskan dengan mudah. Bukan hanya masalah silverstone di Hongkong, tapi opini publik tentang kesehatan Nyonya Divya semakin memburuk atas insiden ini. Dan ketika rapat umum pemegang saham di adakan bulan depan, kemenangan anda di jamin."


"Mari kita lakukan hingga semua ini berakhir."


...****************...


Setelah rapat bersama antek-antek nya selesai, Varo bergegas mengunjungi Nyonya Divya di penjara.


"Apa kamu bersenang - senang? Karena semua orang mengikuti manipulasi mu, itu sangat menyenangkan bukan?" ucap Nyonya Divya sembari menatap Varo.


"Kepada orang yang sibuk mencoba menyelamatkan mu, bukan kah kata - kata mu terlalu kasar?"


"Sejak pertama kali kamu masuk di kehidupan keluarga ku, aku tahu kalau masa ini akan datang."


"Bukankah sudah saatnya kamu pensiun dari pekerjaan ini dan berhentilah berprasangka buruk terhadap ku!"


"Apa yang aku sesali dalam hidupku adalah tidak mengehentikan Villia saat dia berkata akan menikahi mu."


"Aku sangat tahu apa kata orang tentang ku. Bahwa aku mengubah hidupku menjadi lebih baik berkat wanita yang hebat yang sebelumnya aku tidak tahu kalau dia adalah wanita yang sangat kaya raya. Aku akan berhasil memiliki segala apa yang kalian punya. Akan aku buat kamu dan anakmu takut dan tunduk padaku. Aku memiliki kemampuan untuk melakukan itu."


"Pemalsuan, tipu daya, kebohongan, korupsi, apa itu yang kamu sebut "Kemampuan"? Dan ingat aku tidak pernah takut pada siapa pun termasuk kamu. Ketakutan ku adalah sesuatu yang kamu rasakan hanya terhadap lawan yang layak. Kamu tidak akan pernah menang melawan ku."


"Lihat dirimu yang sekarang. Apa bagus nya VCI group? Saat kamu mengenakan pakaian penjara yang menyedihkan? Dan apa bagus nya VCI shoes ? Saat kamu mengenakan sepasang sepatu kets yang tidak berharga. Bertahanlah sedikit lebih lama disini, aku menurut mu orang yang tidak bisa di percaya, akan memastikan untuk mengeluarkan mu dari sini tapi setelah aku resmi di angkat jadi ketua di VCI bulan depan."


Nyonya Divya kesal.


...****************...


Varo sudah pulang kerumah. Dia baru saja masuk kamar. Villia masuk menyusul Varo kekamar dan mengambil jasnya.


"Aku menemui Mama mertua sebelum pulang kerumah."


"Bagaimana keadaannya? Baik - baik saja kan?"


"Dia masih bisa berdiri tegak."


"Itu melegakkan. Apa dia mengatakan sesuatu?"


Varo menatap Villia.


"Apa? Apa ada yang salah?" tanya Villia.


"Serius, kenapa kamu berubah menjadi seperti ini?"


"Seperti apa?"


"Kenapa Villia Carolin Ibrahim yang selalu ribut karena tidak bisa menaklukkan ku, menjadi begitu tunduk kepadaku? Apa sebenarnya yang kamu rencana kan?"


❤️

__ADS_1


❤️


Terimakasih


__ADS_2