
...Assalamualaikum...
...****************...
Villia sedang berada di ruang kerjanya. Dia sedang menghubungi sekretaris nya.
Villia, "Apa ada kemajuan dalam negosiasi?"
Sekertaris Jo, "Persyaratan mereka semakin menjadi lebih konyol dari hari hari."
Villia, "Bukankah syarat kenaikan gajih di jamin hingga sampai usia pensiun?"
Sekretaris Jo, "Tapi mereka terus mengubah persyaratan nya di meja negosiasi. Permintaan telah di tambahkan semua pegawai tidak tetap menjadi pegawai tetap.
Varo tiba - tiba masuk dan Villia segera menyudahi teleponnya.
Villia menghampiri Varo.
Varo, "Aku pikir itu tidak tepat untukmu menjabat sebagai ketua."
Villia, "Apa yang kamu katakan?"
Varo, "Aku mengakui bahwa kamu mampu. Kamu tidak pernah terlibat langsung dalam urusan perusahaan, tapi banyak hal yang sudah kamu lakukan untuk mendukung ku. Ada perbedaan besar antara membantu dari belakang dan bekerja di tempat."
Villia, "Aku tidak bekerja untuk mendapatkan komentar mu dan aku juga tidak butuh pendapat mu."
Varo, "Kamu tidak dapat menyelesaikan masalah mogok kerja di Filipina. Apa kamu tahu berapa banyak kerugian VCI tiap harinya?"
Villia, "Aku akan bertanggung jawab untuk itu. Jadi, apa yang kamu coba katakan?"
Varo, "Kembalilah ketempat asalmu sebagai ibu rumah tangga."
Villia, "Kamu tidak berhak mengatur ku."
Villia sakit kepala, menyuruh Varo untuk pergi dari ruangan nya.
Villia, "Aku tidak ingin bicara dengan mu."
Villia balik kekursinya. Varo mendekati Villia.
Varo, "Ini untuk terakhir kalinya aku katakan, pulang kerumah. Dan dimana kamu duduk sekarang aku akan duduk disana sebagai gantinya."
Villia menatap kesal Varo.
Varo menyuruh Villia pulang kerumah. Dia juga bilang, Dia yang akan duduk di kursi yang di duduki Villia sekarang.
Villia, "Kamu ingin duduk disini? Di sini dikursi pimpinan? Sebagai seseorang yang berfikiran sempit tanpa kapasitas apa pun, tapi hanya penuh dengan tipu daya dan keinginan kecil. Kamu berani menginginkan posisi pimpinan?"
Villia tak habis pikir.
__ADS_1
"Villia."
Villia lalu berdiri, "Apa kamu fikir kamu sampai sejauh ini sendirian? Jika aku tidak mendukung mu dari belakang, jika karena bukan reputasi ku apa menurutmu itu mungkin kamu bisa melangkah sejauh ini?"
"Aku memberi tahu mu, VCI mu itu sudah hancur."
Villia kesal setengah mati dengan ucapan Varo.
💜💜💜💜💜
Mama Divya sudah di pindahkan kerumah sakit di mana dia di lahiran dan di besarkan.
Dokter menjelaskan kondisi Mama Divya, tekanan darah, nadi, dan pernapasan. Mama Divya dalam batas normal. Kata dokter Mama Divya akan baik - baik saja setelah beristirahat.
Adrian berterimakasih kepada Dokter Lee, koleganya.
Dokter Lee pun keluar meninggalkan mereka semua.
Adrian memberikan saran kepada Mama Divya.
"Bu temperamen berapi - apa anda sungguh menawan. Tapi, jika anda bersemangat seperti hari ini anda bisa saja dalam masalah besar."
"Aku mengerti."
"Untuk saat ini, Ibu fokus saja sama penyembuhan Ibu. Ibu tidak usah berfikiran yang aneh - aneh dulu. Jangan khawatir tentang perusahaan, Anda memiliki tim yang sangat hebat. Villia dan Adrian. Semakin Anda cepat sembuh semakin cepat Anda kembali bekerja."
"Jika kamu menyuruhku, mungkin sebaiknya aku mendengar kannya bukan?"
Mama Divya lantas berkata, "Aku sangat bersyukur dan lega kamu ada di sisi Villia. Jangan khianati dia dan tetaplah lindungi dia."
"Tentu saja aku akan selalu melindungi dia, dan aku akan selalu ada di samping dia. Ibu nggak usah khawatir untuk itu."
Saat ini Villia berada di ruang kerja Adrian.
Adrian, "Mungkin kamu harus mengijinkan Mama Divya untuk beristirahat beberapa waktu lagi. Selama ini dia sudah bekerja terlalu keras tanpa istirahat. Bahkan mesin aja bisa rusak karena terlalu sering di gunakan."
"Aku akan melakukannya. Terimakasih untuk bantuannya."
"Kata - kata mu membuat ku sedikit kecewa. Jangan katakan hal seperti itu di antara kita."
Villia lalu memberitahu Andrian bahwa mereka hampir saja di sebutkan di TV karena rumor kedekatan mereka.
"Apa kah kamu tahu?"
"Apa yang kamu bicarakan?"
"Karena rumor murahan itu kita hampir berada di dalam situasi masalah yang besar."
"Benar kah?"
__ADS_1
"Hanya kamu yang dapat aku andalkan untuk bicara hal - hal yang sedikit pribadi. Jika aku kehilanganmu jua, aku tidak tahu apa yang akan terjadi denganku."
**************
Villia ada di toko kue. Villia membeli donat ulir manis. Villia langsung melahap habis donat ulirnya di tempat. Dia pun membeli beberapa donat ulir untuk di bawa kerumah sakit untuk Mama tercinta nya.
Villia memesan donat lagi, "Aku ingin memesan donat ulir, kacang dan citron."
Villia membeli donat ulir itu untuk Ibunya.
Villia sudah berada di rumah sakit.
"Mama bilang mau makan donat ulir, nih Villia dah bakwan donat ulirnya. Cobalah salah satu nya."
Mama Divya, "Aku ingin makan sesuatu seperti ini. sesuai selera ku. Mama pernah beli donat ulir di toko sebelum nya. Kamu juga makan ya satu!"
"Mama jujur, Villia kaget. Villia pikir kita tidak akan bisa bertemu Papa lagi, apakah dalam keadaan hidup atau mati."
"Aku juga berfikir bahwa berita kematian papamu tidak benar. Kenangan indah bersama Papa kini hanya tinggal kenangan."
❤️❤️❤️❤️❤️
Villia sudah berada dirumah.
Varo masuk kerumah dan mendapati Villia sedang main catur sendirian.
Varo mendekati Villia dan ikut gabung dengan Villia bermain catur.
"Mama mertua masih belum mengetahui situasi perusahaan yang ada di Filipina? Mungkin jika sulit bagimu untuk memberi tahunya, harus kah aku yang memberi tahukannya?"
"Untuk saat ini dia perlu istirahat. Jangan katakan apa pun padanya."
"Mama mertua sudah cukup tua dan dia tidak sehat. Bukan kah lebih baik baginya untuk pensiun dini. Bukankah itu harus kamu lakukan sebagai wujud baktimu kepada orang tuamu?"
"Tugas berbakti? Apa bukan karena keserakahan mu?"
"Keserakahan ku? Ya aku tidak dapat memungkiri untuk itu."
"Apa sejak awal kamu menikahi ku bukan karena cinta tapi karena keterpaksaan dan keserakahan terhadap VCl? Dan sekarang kamu sudah tahu semuanya kalau VCI itu adalah milik ku, lalu sekarang apa mau kamu?"
"Bukankah kamu juga menikahi ku karena kamu mencintaiku dan bisa menerima aku apa adanya? Aku sudah hidup bersama mu selama bertahun - tahun, aku tidak mau tidak dapat apa - apa dari kamu sebagai kompensasi ku selama hidup bersamamu."
"Ini adalah sifat asli mu, kotor dan mengerikan."
"Apa setia pada keinginan mu itu kotor dan mengerikan? Bukan kah kamu menikahi ku karena kamu membutuhkan ku?"
"Jaga mulutmu ketika berbicara."
Varo menjalankan lagi pionnya.
__ADS_1
"Perangkap ratu. Sepertinya ratu benar - benar terisolasi."
Varo kemudian berdiri dan berkata, dia akan menginap di rumah Dhea. Villia sakit hati mendengar itu...