MERTUA DAN IPAR TOXIC

MERTUA DAN IPAR TOXIC
Bagian 17.


__ADS_3

...Assalamualaikum...


...****************...


..."Hari berganti dan pagi telah datang. Sambut pagi dengan semangat baru dan jangan terpaku dengan masa lalu. Langkahkan kaki kedepan untuk menatap masa depan yang lebih baik."...


💝💝💝💝💝


Villia baru saja bangun dari tidurnya. Mendengar ada keributan kecil diluar kamarnya, Villia pun segera keluar kamar dan mencari sumber suara itu. Setelah berjalan beberapa langkan kedepan, Villia tiba di ruang tamu. Disana dia melihat Mama mertua serta adik iparnya sedang mengeluarkan piring dan gelas hias Villia dari dalam lemari.


Villia bertanya kepada mereka mengapa piring dan gelas kesayangan Villia dikeluarkan dari dalam lemari.


"Mah, mau diapakan piring dan gelas - gelas itu?" tanya Villia sembari berjalan mendekat kearah mereka.


Mama Widya pun mendongakkan wajahnya, "Memangnya kenapa? Toh piring dan gelas - gelas ini kamu membelinya dari uang gajih Varo kan."


"Mama nggak usah pancing - pancing emosi Villia pagi - pagi."


"Kalau nggak suka dengarnya silahkan masuk kembali kedalam kamar!" kini Sameya ikut menimpali.


Villia melirik sekilas ke adik iparnya itu, "Maaf, aku nggak bicara sama kamu."


Ketika Villia hendak membalas perkataan sang adik ipar, Varo tiba - tiba hadir diantara mereka.

__ADS_1


"Ada apa ini ribut pagi - pagi?"


Sembari menunjuk Villia, "Dia yang mencari ribut duluan Kak."


Villia menunjuk dirinya sendiri, "Kok jadi nyalahin aku?"


Mama Widya tidak menggubris kata - kata Villia, Mama Widya berjalan mendekati Varo, "Jam berapa kamu akan pulang dari kantor?"


"Memangnya ada apa Mah?"


Sembari melirik kearah Villia seolah-olah memancing - mancing emosi Villia, "Tidak apa - apa sih. Hanya saja, hari ini Mama mengundang seseorang untuk makan siang bareng dengan kita. Dan harapan Mama kamu bisa bergabung dengan kami saat makan siang nanti. Sekalian Mama akan memperkenalkan kamu dengan tamu Mama."


"Wanita atau pria?"


Sembari melihat jam tangan yang melingkar ditangannya, "Mah tebakannya dijawab nanti siang aja ya. Varo pagi ini ada meeting dengan client, nanti Varo sempat kan pulang kerumah deh kalau sudah waktunya makan siang." ucap Varo sembari mencium punggung tangan sang Mama kemudian melangkah pergi.


Merekapun kembali dengan aktivitas nya tanpa memperdulikan Villia yang masih berdiri disana. Villia kembali kekamar, memikirkan ucapan sang mertua beberapa menit yang lalu. Karena Villia tidak menemukan jawabannya Villiapun merasa kesal dan membanting handphone nya katas kasur.


"Sampai kapan aku bisa bertahan dirumah ini?" Villia membatin. Saking lelahnya Villia pun sampai ketiduran.


Villia bangun dari tidurnya tatkala hari sudah siang. Villiapun keluar dari kamarnya menuju kamar mandi yang ada didapur. Disaat akan menuju kedapur, samar - samar Villia mendengar mertuanya dari ruang tamu sedang mengobrol dengan wanita dan yang pastinya suara wanita itu bukan suara adik iparnya. Rupanya tamu Mama mertua sudah datang. Villia cepat - cepat mau melangkah kan kakinya kekamar mandi sebelum Mama mertua melihatnya, tapi semuanya terlambat. Mama mertua tiba - tiba berdiri dibelakang Villia.


"Villia, tolong buatkan minum untuk tamu saya dan kue - kue yang sudah Mama beli online silahkan dipotong-potong dan antar keruang tamu. Terus segera siapkan makan siang untuk tamu saya! Cepat!" perintah Mama mertua yang nggak nanggung - nanggung kebangetan.

__ADS_1


Villia segera kedapur, membuat teh dan memotong kue - kue yang sudah tersaji diatas meja. Setelah semuanya siap Villia meletakkan kedalam nampan, kemudian Villia mengantar nampan itu keruang tamu. Seorang wanita berambut panjang dengan make up tebal duduk mendengarkan Mama Widya bercerita. Baju wanita yang dikenakan nampak mahal dengan stelan rok nya yang sangat mini.


Villi tersenyum kepada wanita itu kemudian meletakkan nampan tadi diatas meja. Menunggu Mama mertua memperkenalkan Villa kepada tamunya, tapi Mama mertua malah mengibaskan tangan nya, mengusir Villia.


Dhea memperhatikan Villia dari kepala hingga kekaki dan kaki hingga kepala, "Ini istri Mas Varo?"


"Iya sayang ini istri Mas Varo." ucap Mama Widya sembari menatap Villia.


"Tante, Mas Varo nggak butakan waktu menikahi wanita itu?" ucap Dhea sembari menunjuk Villia.


Dhea kemudian melanjutkan kalimatnya, "Tante, Menantu tante ini sangat mirip pembantu Dhea dirumah dari segi berpakaian nya. Kok bisa-bisanya Varo mau sama wanita jelek, dekil dan bau ini." ucap Dhea sembari mencet hidungnya kemudian mengibas - ngibaskan tangannya.


Villia memperhatikan pakaian yang dia kenakan, baju tidur motif bunga - bunga, rambut diikat asal - asalan.


"Entahlah, Tante juga nggak tau kenapa Varo bisa sampai menikah dengan wanita jelek ini."


"Gimana kerjaan kamu?"


"Baik."


"Tante kangen banget sama kamu. Sudah lama kita nggak berjumpa."


"Iya Tante, Dhea juga kangen banget sama Tante. Oh iya tante, Dhea ada sedikit oleh - oleh buat tante dan Sameya." ucap Dhea sembari mengeluarkan dua buah kotak kecil berwarna merah dari dalam tasnya lalu menyodorkan kearah mereka berdua.

__ADS_1


TERIMAKASIH.


__ADS_2