
...Assalamualaikum...
...****************...
Jika malam tiada berbintang, manalah indah dimalam yang sunyi ini. Jika embun tiada menitik, manalah segar daun di pagi hari. Jikalah diriku jauh darimu, kemana hendak ku cari kebahagiaan ini. Sedang kan Engkau yang menurunkan kebahagiaan kedalam jiwa ini.
Ternyata begitulah kehidupan.
Tak selamanya di penuhi bunga - bunga kebahagiaan, tidak pula selamanya dalam kesulitan. Seperti matahari yang terbit dan tenggelam. Seperti siang yang bergantian dengan malam. Semuanya berputar dan berganti.
Hanya saja....
Sebagai seorang wanita, terkadang hati ini rapuh. Adakalanya membutuhkan seseorang yang kuat, yang menjaga kedamaian jiwanya, yang menentramkan resah hatinya.
Ada saat-saat dimana diri ini ingin menangis mencurahkan segala isi hati dipelukan sang kekasih.
Ya, wanita memang dianugerahi air mata agar ringan beban deritanya. Ketika dada sesak menahan emosi, air mata itu menguraikannya. Ketika kesedihan menggetarkan hati, air mata ini menenangkan nya. Begitu pula ketika bahagia, air mata ini menetes tanpa kuasa menahan nya.
...💝💝💝💝💝💝💝...
Sejak kejadian malam itu, Varo jarang pulang kerumah. Walaupun pulang hanya sekedar mandi dan berganti pakaian lalu pergi lagi. Varo menghabiskan sebagian waktunya bersama orang tuanya yang sedang sakit. Hari ini hari ke tiga Varo pergi, dan hari ini Villia berencana akan menjenguknya Mama mertuanya yang sedang sakit. Walau bagaimanapun juga, Mama Widya masih berstatus mertuanya.
__ADS_1
Setelah selesai mempersiapkan beberapa buah yang akan dia bawa, diapun segera mandi dan bersiap-siap untuk pergi. Villia sudah berada didalam mobil dan dia segera meluncur kerumah sakit dimana Mama Widya dirawat.
🍓🍓🍓🍓🍓
...Dirumah sakit...
Didepan pintu kamar inap Mama Widya, kini Villia sudah berdiri dan bersiap mengetuk pintu kamar itu. Villia menarik nafas dalam-dalam, kemudian mengetuk pintu.
Tok... tok... tok...
Tanpa menunggu jawaban dari dalam, Villia membuka pintu itu lalu masuk. Didalam nampak Mama mertua yang sedang berbincang bersama Dhea, Sameya dan Mas Varo. Mereka nampaknya tak menyadari kehadiran Villia.
Villia mengucapkan salam kembali, "Assalamualaikum."
Tatapan sinis dan tak suka, "Ngapain kamu kemari?"
"Villia ingin menjenguk Mama."
"Setelah berhari-hari aku di rawat dirumah sakit, dan hari ini kamu datang menjenguk ku. Menantu macam apa kamu? Lebih baik segera tinggalkan kamar ini karena tidak ada yang mengharapkan kehadiranmu disini, kehadiran mu disini hanya akan menambah sakitku menjadi parah. Lagi pula tidak ada yang menyuruhmu buat menjenguk ku."
"Sudah - sudah, sabar Mah kan Villia kesini untuk menjenguk Mama hargai niat baiknya." ucap Varo menenangkan sang Mama. Kemudian Varo berjalan ke arah Villia dan mengambil buah yang dibawa Villia lalu diletakkan diatas nakas. Tapi, tiba - tiba Mama Widya membuang kelantai buah yang dibawa Villia.
__ADS_1
"Bawa kembali buah - buahan itu. Mama nggak sudi untuk memakannya. Lagi pula pasti buah - buahan itu dari kualitas yang jelek dan murahan. Dia pasti sengaja mau membuat Mama bertambah parah sakitnya. Sudahlah usir saja dia Mama juga nggak mengharapkan kehadirannya disini, lagi pula diisini sudah ada Dhea calon menantu masa depan Mama."
"Mama nggak usah repot-repot ngusir Villia. Sebenarnya Villia juga males ya datang kesini tapi mengingat Mama masih Mama mertua Villia, sebagai menantu yang baik bukan kah seharusnya begini." ucap Villia kemudian pergi dari tempat itu.
Varo ingin mengejar tapi ditahan Mama Widya.
"Kamu mau kemana?"
"Villia istri Varo Mah, Varo ingin mengejar Villia."
"Lebih baik sekarang kamu duduk dan mari membicarakan hari, tanggal, bulan yang baik untuk kalian menikah. Ngapain ngejar istri yang nggak guna itu. Lagi pula disini ada Dhea tolong hargai perasaaan nya sebagai calon istri mu!" ucap Mama Widya tanpa menyaring kata - katanya dan Villia masih bisa mendengar ucapan Mama mertua nya itu.
Villia meninggalkan rumah sakit, dia tak ingin berlama-lama disana, dia tak ingin mendengar kata-kata yang lebih menyeramkan dari pada itu.
Villia sudah berada didalam mobil. Dia berencana menemui orang tuanya. Sejak Villia menikah, dia jarang menemui orang tuanya. Terakhir mereka bertemu waktu di perusahaan beberapa minggu yang lalu.
...💝💝💝💝💝...
Sudah seminggu Villia pulang kerumah orang tuanya dan sudah seminggu pula Mama mertuanya ada dirumah sakit. Seminggu itu pula Villia tidak ada pergi menjenguk Mama mertuanya .
Sebagai suami, hal itu tentu saja membuat Varo bertanya - tanya ada apa dengan istrinya. Kenapa dia tidak mau pulang selama berhari-hari. Segala macam upaya sudah Varo lakukan tapi Villia tetap saja tidak mau pulang kerumahnya. Varo sering menghampiri Villia saat ada dikantor, tapi Villia selalu menolaknya dan tidak memberikan kesempatan kepada sang suami untuk berbicara.
__ADS_1
...Terimakasih...