
...Assalamualaikum....
...****************...
Malam harinya.
Ini adalah acara yang di tunggu - tunggu ulang tahun Ibu wakil pimpinan dan Varo hanya mengetahui jika wanita paruh baya itu hanyalah ibu rumah tangga biasa. Mereka semua berada di taman belakang.
Mama Divya meniup lilin yang ada di kue ulang tahun nya. Setelah itu Bian memberikan kata selamat kepada Mama angkatnya itu sembari menyodorkan kotak persegi panjang berukuran sedang, Mama Divya pun menerimanya.
"Terimakasih."
Giliran Villia memberikan ucapan selamat kepada ibunya.
"Selamat ulang tahun Mama semoga di beri keberkahan umur... Aamiin." ucap Villia sembari menyodorkan paper bag berukuran sedang.
Dhea juga mengucapkan selamat ulang tahun. Mama Divya mengucapkan terima kasih kepada Dhea. Giliran Varo memberikan ucapan selamat ulang tahun ke ibu mertua nya. Mama Widya dan Sameya juga mengucapkan selamat ulang tahun untuk Mama Divya.
Sameya menatap semua hidangan di atas meja. Lalu dia bertanya apakah semua hidangan ini Kakak iparnya yang memasak.
"Sebenarnya, Varo lah yang membuat sebagian hidangan ini dan aku hanya membantunya."
Sameya terkejut, "Apakah kakak ku sepandai itu dalam memasak?"
Varo memuji dirinya sendiri, "Aku cukup terampil dalam menggunakan tangan ku."
Lalu Varo menatap Mama Divya.
"Mah, cobalah Varo mencoba untuk meniru tapi Varo tidak tahu apa kah itu sesuai dengan seleramu."
Mama Divya mulai mencobanya. Semua menunggu respon Mama Divya.
Mama Divya berkata, "Rasanya cukup enak."
Varo merasa lega.
Mama Divya menyuruh semua makan.
Dhea menyuruh Mama Divya makan yang banyak.
"Tante, makan yang banyak."
"Terima kasih. Kamu juga makan yang banyak."
Dhea juga menyuruh Villia makan yang banyak. Villia mencoba tersenyum, "Iya."
Kemudian Dhea menatap Varo, "Kakak ipar juga makan yang banyak."
"Ok, kamu juga."
Tiba - tiba Dhea menyendokkan sayur kepiring Bian. Bian tersenyum menatap Dhea.
"Terimakasih."
__ADS_1
Ada yang panas melihat itu.
Selesai makan, Villia menyendiri di halaman vila. Tak lama kemudian Dhea datang.
"Berapa lama lagi kamu akan melakukan ini?"
"Apa kamu menungguku untuk menyerah lalu berpaling?"
Villia dan Dhea saling bertatapan.
"Tapi ini terlalu buruk. Aku tidak berfikir sesuatu akan berubah seperti yang kamu harapkan." ucap Dhea.
Villia kesal kemudian pergi meninggalkan Dhea.
Malam harinya.
Semuanya sibuk pada aktivitas masing - masing. Varo, Villia dan Mama Divya sedang duduk bersama. Mama Divya tak berhenti memperhatikan Dhea. Lalu mama Divya menatap Villia, lalu kemudian bertanya, "Villia, apa kamu tak menyukai Dhea?"
Villia yang lagi minum teh, terdiam mendengar pertanyaan sang Mama. Villia lalu meletakkan cangkirnya.
"Kenapa Mama bisa bertanya seperti itu?"
"Ekspresi wajah mu menunjukkan kalau kamu tidak menyukai Dhea."
"Mungkin karena Villia belum terlalu mengenal Dhea."
"Ya sudah kalau begitu ngobrol nya silahkan di lanjutkan, Mama mau istirahat dulu."
Villia duduk di atas pembaringan sembari menikmati suasana malam yang begitu hening dan jauh dari keramaian kota dan hiruk pikuk kehidupan dikota.
Varo duduk di samping sang istri, "Kamu pasti lelah ya? Seharian ini sudah menyiapkan segala keperluan untuk acara ulang tahun Mama."
Tapi, tidak ada jawaban dari Villia. Villia malah berdiri dan keluar kamar menuju halaman Vila.
...****************...
Varo berjalan - jalan di sekitar vila. Saat melewati jendela di ruang tengah, Varo melihat Dhea sedang tertawa bahagia bersama Bian. Varo terkejut dan mencoba melihat lebih dekat. Dhea melihat Varo, dia pun memanasi Varo dengan bergelayut manja di lengan Bian.
Villia duduk di bangku taman. Villia menghela nafas berat. Dia tertekan. Varo lanjut jalan - jalan. Tiba - tiba dia terduduk, dia memikirkan Dhea yang di lihatnya bergelayut manja di lengan Bian. Kesal, Varo ingin merokok tapi rokoknya tidak mau menyala. Varo semakin meradang dan melempar koreknya sembarangan. Lalu seseorang datang dan menyalakan korek untuk nya. Varo menoleh ternyata Dhea.
Varo dan Dhea berbicara di samping gudang.
"Haruskah kamu memprovokasi ku seperti ini?" tanya Varo.
"Apa yang aku lakukan?"
"Jika kamu terus melakukan ini, aku bisa gila dan keadaan ini akan mempersulit kita."
Mata Dhea berkaca - kaca, "Untukmu, aku bisa melakukan apa saja. Tapi sampai kapan aku harus menahan diri. Tolong jangan lakukan ini kepada mu!"
"Kamu akan tetap disisiku."
Villia jalan - jalan di melewati gudang. Dia terkejut melihat ada bayangan di dalam gudang. Villia curiga dan menebak itu pasti Varo dan Dhea. Villia pun mendekati gudang untuk melakukan pembuktian.
__ADS_1
Di dalam gudang.
Varo dan Dhea saling bertatapan.
"Aku merindukan nafasmu." ucap Dhea sembari memegang tengkuk leher Varo.
"Aku juga."
Varo dan Dhea berciuman.
Tepat saat itu, Villia membuka pintu gudang. Dia syok melihat Varo dan Dhea. Villia marah dan beranjak meninggalkan mereka berdua. Varo hendak mengejar Villia namun di tahan oleh Dhea. Tapi, Varo tetap mengejar Villia. Villia masuk kedalam mobil. Varo berusaha mencegah Villia pergi. Tapi, Villia yang terlanjur kecewa melajukan mobilnya dengan kencang. Varo pusing. Villia telah menyetir sembari membersihkan air matanya yang selalu menetes membasahi pipinya. Villia melajukan mobilnya menuju rumah. Varo tiba di rumah dan mendapati Villia duduk di depan televisi.
Varo mendekati Villia, dia berlutut lalu minta maaf.
"Aku tahu aku salah. Tolong beri aku maaf, aku janji tidak akan mengulanginya lagi. Dia yang datang menggoda aku."
"Ini adalah perjalanan keluarga. Bagaimana mungkin kamu bisa melakukan itu pada saat semua keluarga berkumpul."
Villia menatap Varo dengan tatapan nyalang, "Apakah masih pantas dirimu di sebut sebagai pria yang telah beristri?"
Villia lalu menyuruh Varo keluar dari rumahnya.
"Pergilah menginap di hotel, aku akan menelpon mu setelah aku mengatur pikiranku."
"Apa yang dapat aku lakukan? Katakan saja. Apa pun yang kamu mau, apa pun yang kamu suruh, akan aku lakukan. Aku akan melakukan segalanya untuk mu."
"Apa pun yang aku inginkan?"
"Ya, apa pun yang kamu inginkan."
"Pergi ke neraka kalau begitu." 🤣🤣
Villia beranjak meninggalkan Varo.
Varo akhirnya tidur di hotel. Dia yang salah, dia pula yang kesal.😂😂
❤️❤️❤️❤️❤️
Ke esokan harinya.
Setelah mengantar pulang orang tua angkatnya dengan selamat, Bian kerumah Villia untuk mengantar barang bawaan Villia yang kemarin yang ketinggalan di Vila.
Villia membuat teh untuk dirinya dan untuk kakak angkatnya itu.
"Apa kamu mengantar Mama kembali dengan selamat?"
"Tentu saja. Tapi aku terkejut saat melihat pesan dari Varo. Apa ada sesuatu yang telah terjadi? Kenapa kamu pergi secara tiba - tiba tanpa mengatakan apa - apa?"
"Aku sedikit flu." ucap Villia beralasan.
Lalu Villia bertanya, "Dimana Dhea, Mama dan Sameeya?"
"Mereka sudah di rumah. Aku menyuruh mereka pulang lebih awal."
__ADS_1