MERTUA DAN IPAR TOXIC

MERTUA DAN IPAR TOXIC
Bagian 57. Ketahuan


__ADS_3

...Assalamualaikum....


...****************...


Note : Mohon bersabar sejenak, ini masih Lika liku perjalanan rumah tangga Villia Vs pelakorπŸ˜‚πŸ˜‚


❀️❀️❀️❀️❀️


Varo kerumah Dhea dan memasak pasta untuk Dhea. Dhea menyuruh Varo untuk makan bersama tapi Varo menolaknya karena dia sudah makan.


Dhea mulai makan, "Pasta buatan mu sangat enak."


Varo lalu bertanya hati - hati, "Apakah kamu sudah memikirkannya? Tentang kembali keluar negeri?"


Varo menyodorkan amplop yang di bawa nya.


"Ini tiket mu."


Dhea langsung terhenti makan.


"Apa kamu mencoba menyingkirkan ku?"


"Apakah kamu tidak tahu bagaimana perasaan ku?"


Dhea emosi, "Ini terasa seperti nya kamu mencoba untuk menyingkirkan ku."


"Apa kamu menginginkan bayi kita di lahiran sebagai anak haram?"


Mendengar itu, Dhea terdiam.


Dengan wajah sedih, "Aku akan mempertimbangkan nya."


πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ


Keesokan harinya.


Para ibu - ibu dan bapak - bapak kompleks yang rempong sedang berkumpul di Queen"s Club. Mereka khususnya kaum hawa akan melakukan perawatan wajah dan lainnya.


Selesai melakukan perawatan, mereka melanjutkan makan siang bersama.


"Dengar - dengar kamu baru saja keluar dari rumah sakit? Apakah sekarang kamu sudah baikan?" tanya Cristina.


"Aku kira dengan adanya kecelakaan itu kamu bakal berhenti jadi member Queen"s Club."


Villia menatap Varo.


Villia tersenyum tipis, "Terima kasih atas perhatian kalian."


"Ini sangat melegakan karena tidak ada luka serius pada Villia makanya dia bisa keluar dari rumah sakit lebih awal." ucap Varo.


Weni lalu membahas Dhea.


"Ngomong - ngomong aku pikir Dhea sedang hamil. Dia mengisi media sosial nya dengan barang - barang bayi. Tempat tidur, pakaian untuk bayi baru lahir, sepatu dan lain - lain dan angka kelahiran yang di hitung mundur."


"Siapa dia?" tanya Cristina.


"Dia anggota Queen"s Club." ucap Weni.


Kemudian Weni berbisik kepada Cristina, "Dia wanita simpanan."


"Kenapa lingkungan ini menjadi sangat murahan."


Villia dan Varo tegang mendengar nya.

__ADS_1


Weni lantas bertanya, "Vill, apakah kamu tahu tentang sesuatu?"


"Tentang apa?"


"Dhea tidak hamil. Weni salah menyimpulkan." ucap Mira.


"Bagaimana kamu tahu?" tanya Weni.


...Flashback....


Dhea pergi ke resepsionis apartemen.


"Apa kamu punya pembalut?"


Mira kebetulan melintas dan mendengar serta melihat Dhea meminta pembalut.


...Flashback end....


"Itu baru terjadi kemarin. Kenapa seorang wanita hamil mengalami menstruasi? Ini tidak mungkin." ucap Mira bertanya - tanya.


"Ini aneh. Lalu apa maksud dari semua postingan bayinya?"


Villia dan Varo terkejut mendengar itu.


πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ


Villia dan Varo sudah di rumahnya. Varo ada di ruang kerjanya tak bisa berhenti memikirkan kata - kata Mira soal Dhea. Lalu Villia masuk mengajak Varo untuk bicara. Villia memberitahu Varo bahwa Dhea keguguran.


Varo terkejut, "Benarkah?"


"Di hari kecelakaan, dia langsung menjalani operasi. Tidak ada bayi untuk saat ini. Ini mungkin terdengar sadis, tapi tidak ada lagi alasan bagi mu untuk tidak dapat meninggalkan dia."


"Aku tahu apa yang kamu katakan. ini akan segera berakhir. jangan khawatir."


Sementara itu agen real estate mendatangi kediaman Dhea. Tentu saja Dhea kaget karena Dhea tidak pernah berniat menjual apartemen nya.


Dhea pun marah. Dia mendatangi kediaman Varo. Dia menggedor - gedor dan memencet bel hingga berkali - kali.


Villia keluar. Dengan tenang Villia berjalan menuju mobilnya, Dhea mengikuti Villia sambil menuduh Villia yang melakukan semua ini.


"Aku tahu kamu mencoba mengusir ku dari tempat ku untuk membuat kami putus?"


Villia menyuruh Dhea masuk kedalam mobil.


Saat ini, Villia dan Dhea ada di tepi tebing. Villia menatap perut Dhea.


Dhea menatap marah Villia dengan tatapan marah, "Karena kamu, aku kehilangan bayiku."


"Maaf." ucap Villia.


"Villia kamu merebut semuanya dari ku."


"Merebut segalanya?" tanya Villia.


Villia tertawa kesal, "Kamu lah yang mengambil segalanya dari ku."


"Apa itu menyenangkan bagimu? Kamu bersenang - bersenang sambil memberi ku petunjuk. Apa menyenangkan melihatku menyemangati mu seperti orang bodoh yang tu tidak tahu apa - apa? Ku pikir kita di takdirkan untuk memiliki hubungan yang berharga. Aku dengan tulus menjagamu dan mengggapmu seperti adikku. Tapi kamu yang buruk. Mari kita akhiri hungan ini!"


Villia berjalan kearah mobilnya


Dhea dengan PD nya berteriak kalau yang di cintai Varo adalah dirinya bukan Villia.


'Dia hanya akan berakhir bahagia bersama ku."

__ADS_1


Villia berbalik menatap Dhea. Dia tertawa. Villia menangkan dirinya sejenak sebelum akhirnya mendekati Dhea.


"Apa kamu mau tahu alasan sebenarnya. Kenapa Elsa bunun diri. Pria yang sudah menikah yang dia cintai, bajingan yang sampai mati kembali kekeluarganya adalah ditangkap oleh istrinya dan membuangnya seperti sepatu usang. Itu sebabnya dia meninggal.


Dhea teridiam mendengarnya.


Dhea tak percaya, dia yakin kalau Varo itu berbeda


"Itu yang ingin kau percayai bahwa dia berbeda. Tapi faktanya Varo tidak berbeda, kau akan segera menyadari hal itu."


Villia beranjak pergi.


πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ


Dhea sudah tiba di rumahnya. Varo datang menemui nya.


"Sudah aku pikirkan, aku tidak akan kemana - mana. Aku hanya ingin memiliki bayi disini. Aku tidak bisa membiarkan bayi ini tumbuh di negara asing tanpa ayahnya saat kamu ada disini. Aku ingin bayi ini tumbuh di dekat ayahnya. Meskipun orang - orang mengkritik ku."


Varo mengehelas nafas mendengar itu. Lalu Varo mendekati Dhea, kemudian memegang kedua bahunya, "Tapi kamu kehilangan bayi mu. Tidak ada bayi sekarang. Jadi berhentilah melawanku."


"Apa kah kamu tahu?"


"Dhea."


"Villia membunuh bayi kita."


"Tidak, itu kecelakaan."


"Tidak, dia sengaja menabrakkan mobilnya. Aku tidak akan pernah memaafkan nya. Tidak akan pernah. Aku tidak bisa memaafkan kamu dan Villia.


"Itu sebabnya kamu seharusnya tidak mengujiku. Kamu seharusnya mempercayakan semuanya padaku. Jika kamu ingin mempertahankan hubungan kita. Jika kamu ingin melindungi bayi nya, kamu seharusnya tidak bertindak seperti itu."


"Apa kamu mengatakan semuanya salah ku?"


"Benar, itu semua salahmu. Jadi mari kita akhiri. Kamu dan aku tidak bisa bersama lagi."


Dhea marah, "Tidak ... tidak ..."


Dhea membanting semua barang - barangnya. Dan Varo memilih untuk pergi.


Dhea berteriak sambil menatap kepergian Varo, "Ini belum selesai. Aku tidak akan pernah mengakhirinya. Tidak akan pernah."


❀️❀️❀️❀️❀️


Villia akhirnya menemui sahabat lamanya di RS. Seseorang yang dulu pernah menyukai Villia namun perasaan itu tidak pernah terucapkan hingga akhirnya Villia menikah dengan Varo, sama hal nya dengan Bian, sama - sama memiliki cinta terpendam untuk Villia.


"Katakan kamu datang untuk berbicara?" ucap Adrian Farhan Arzhad.


Villia terdiam menatap Adrian. Adrian mencoba meyakinkan Villia.


"Kamu tidak datang ketemanmu Adrian. Tapi ke Dr. Adrian yang kompeten untuk perawatan. Santai saja beri tahu aku apa saja yang kamu perlukan."


Villia akhirnya cerita.


"Bahkan jika semua pria di dunia ini selingkuh, bahkan jika langit runtuh, aku pikir suami ku tidak akan pernah selingkuh."


Adrian terkejut mendengar Varo berselingkuh.


Adrian lalu bertanya, "Apa yang ingin kamu lakukan sekarang?"


"Bagaimana perasaan ku saat ini, aku ingin bercerai."


"Maka lakukan lah. Kamu bisa melakukan nya."

__ADS_1


"Tidak memiliki percaya diri untu apa?"


Villia menangis. Villia tak sanggup lagi bicara. Dia menangis sejadi - jadinya di depan Adrian. Melihat wanita yang sempat dulu dia sukai terluka, membuat Adrian marah.


__ADS_2