MISTERI HARTA WARISAN

MISTERI HARTA WARISAN
benda seperti balon


__ADS_3

Pagi-pagi sekitar jam enam pagi satu persatu tamu Dion sudah pergi meninggalkan kediaman rumah mewah itu.


Ada tersisa satu mobil sport warna hitam masih terparkir di lapangan basket, entah itu tamu yang mana yang masih enggan untuk pulang.


Di dalam kamar Lea


Lea menggeliatkan tubuhnya, “Hah! Si-siapa lo?” Lea sangat terkejut melihat seorang lelaki yang tampan tidur di sebelahnya.


Saat Lea menyingkap selimut yang menutupi tubuhnya justru itu yang membuat jantung Lea seakan berhenti berdetak. Tubuh Lea yang topless sama dengan lelaki yang tidur disampingnya itu.


“Jangan-jangan! Tidaaaaaaaaaaaaakkkk!” teriak Lea dengan kerasnya.


“Apaan sih? Berisik banget” tanya lelaki tampan itu lalu melanjutkan tidurnya Kembali.


Mendengar suara lelaki itu justru membuat emosi Lea semakin memuncak. “Lo yang apaan! Lo kurang ajar banget udah nidurin gue!”


“Biasa aja kali, hubungan s*x sebelum nikah itu bukan hal tabu buat kita. Lo aja udah nggak perawan nggak ada ruginya buat lo!” ucapan telak lelaki itu membuat Lea kicep, diam seribu Bahasa.


Selama ini memang pergaulan Lea dan Dion sangatlah bebas, jika Dion suka bergonta-ganti pasangan tapi selalu menggunakan pengaman, jika Lea hanya melakukan s*x bebas dengan pacarnya saja dan itupun dia selalu minum pil KB.


“Gue akui itu gue juga sangat liar jika dengan pacar gue, tapi gue selalu minum pil KB b*d*h! Kalau sekarang justru gue nggak minum apa-apa! Lo juga nggak pakai pengaman!” semprot Lea.


Lelaki itu terkekeh menertawakan Lea, “Kenapa? Lo takut hamil. Makanya jangan sembarangan lo ngangkang di depan lelaki! Gugurin aja kandungan lo itu, beres kan!” ucap lelaki itu, bukannya ngasih solusi justru lelaki itu semakin menjermuskan Lea ke dalam lubang dosa yang menganga lebar.


“Ke-kenapa harus digugurin? Gue nggak mau nanggung dosa terlalu banyak” ujar Lea sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


“Munafik lo! Yang lo lakuin itu juga dosa besar g*bl*k! Malah lo seakan takut dosa, dasar muna lo!” umpat lelaki itu yang semakin menyudutkan Lea.


Lelaki itu memunguti pakaiannya lalu memakai pakaiannya di depan Lea tanpa ada rasa malu sedikitpun.

__ADS_1


“Inget ya! Jika lo bunting jangan nyari gue untuk dijadiin bapak dari anak haram lo! Lo aja tadi malem sangat menikmati malam panas kita, jadi stop it dengan berbagai alasan!”


Bugh


Lelaki tampan itu melempar cek yang bertuliskan angka lima puluh juta sebagai uang tutup mulut agar tidak menuntutnya untuk dinikahi, karena bagi lelaki tampan itu sebejat-bejatnya dia juga ingin mendapatkan istri sholeha untuk menjadi ibu dari anak-anaknya, bukan Wanita j*l*ng yang biasa ia kencani.


Setelah lelaki tampan itu pergi, Lea berteriak sejadinya, baru kali ini dia dipermalukan oleh cowok yang membokingnya dianggap sebagai Wanita bayaran yang open BO.


&&&


Dion menuruni tangga lalu melangkah ke dapur menghampiri Ika, Dhiva dan bik Sumi yang sedang masak di dapur untuk sarapan majikan mereka. Dan kebetulan Daffa juga sedang di dapur karena sudah kelaparan makanya dia ikut jadi juru bantu untuk para Wanita beda usia yanga sedang menjalankan aksi memasak di dapur.


“Hei pembokat gue ada kerjaan buat lo semua!”


Semua orang yang ada di dapur menoleh dan hanya menganggukkan kepalanya, apalagi Ika yang sudah punya dendam kesumat dengan Dion sudah malas jika diajak berbicara.


Ingin sekali Ika menendang senjata milik tuan mudanya itu hingga menjadi lembek dan tidak dapat berdiri lagi, tapi apa daya sekarang ini Ika belum mempunyai kekuatan penuh untuk membalaskan dendamnya pada Dion.


Selepas kepergian Dion, Ika mengkode Dhiva dan Daffa untuk segera pergi ke lantai tiga membersihkan sampah-sampah sisa dari pesta haram tadi malam.


Ketiga anak muda berlainan jenis itu sudah sampai di lantai tiga, lalu Ika merogoh kunci di dalam kantong celananya untuk membuka pintu aula tersebut.


Cklek


Hueeekk hueeekk hueekk…………….


Dhiva, Ika dan Daffa merasakan tiba-tiba perut mereka mual karena bau di aula sangat menyengat, ada bau alcohol, bau rokok, dan bau keringat yang sungguh seperti polusi udara saja.


“Bau apaan ini? Sungguh perutku mual banget” kata Dhiva dengan suara yang lantang.

__ADS_1


Dhiva dan Ika berlari kecil keluar aula, sedangkan Daffa Kembali ke lantai bawah mengambil masker juga peralatan mengepel dan obat pembersih lantai untuk menghilangkan aroma aula yang sungguh baunya busuk.


Daffa yang bertugas megambil air dalam ember lalu menyiramkan airnya di lantai. Dhiva yang bertugas mengambil sampah untuk ditaurh ke dalam kantong plastic yang sudah ia bawa tadi. Jika Ika yang bertugas mengepel lantai agar bersih, higienis dan pasti harum.


Dhiva mendapat mainan baru yang seperti balon tapi Panjang dan terdapat cairan di dalam benda yang mirip balon itu.


Dhiva menjinjing balon dengan tangan kirinya yang mirip balon itu lalu dia tanyakan pada kakaknya yang tempatnya agak berjauhan dengan Dhiva.


“Kakak ini apaan?” teriak Dhiva membuat Ika dan Daffa menoleh bersamaan.


Daffa yang belum pernah lihat benda tersebut apalagi membelinya tapi sudah tahu Namanya lewat internet.


Daffa terkekeh apalagi tapi tidak dengan Ika dan Dhiva yang tidak tahu sama sekali apa itu benda yang dijinjing oleh Dhiva.


“Kak Daffa tahu?” kini Ika yang bertanya dengan polosnya.


Haaa…………………haaa………………haaa………………..


Daffa kian tertawa dengan kerasnya menertawai dua gadis di depannya itu dianggapnya lugu dan b*d*h.


“Kak………bukannya ngasih tahu malah tertawa kenceng banget kayak orang kesurupan. Udah kak kasih tahu kenapa sih?” omel Dhiva lalu melempar benda yang seperti balon itu tepat ke muka kakaknya.


“Dasar adek nggak akhlaq! Melempar kotoran di wajah kakak! Itu Namanya k*nd*m g*bl*k!” Daffa lalu melempar k*nd*m itu asal.


“Haa….******!!” ucap Dhiva dan Ika bersamaan.


Dhiva bergidik ngeri begitu tahu apa itu benda yang Bernama k*nd*m itu. Dhiva pernah mendengar saat dia masih duduk di bangku SMA dulu, ada teman perempuannya yang suka gituan dengan pacarnya tapi karena takut hamil maka pacar temannya itu selalu menggunakan k*nd*m.


Berbeda dengan Dhiva, respon Ika justru sekarang dia malah syok begitu mendengar k*nd*m, karena setahu Ika benda yang mirip balon itu digunakan untuk mencegah kehamilan saat berhubungan s*x. Selama ini Dion tidak pernah memakai pengaman saat sedang memaksakan Hasrat liarnya kepadanya, kini Ika semakin panik takut jika dia ketahuan hamil tanpa suami.

__ADS_1


“Ika, kenapa wajah kamu setegang itu?” tanya Dhiva sembari duduk berselonjor di dekat Ika. Pekerjaan bersih-bersih itu selesai dengan cepat karena satu pemuda dan dua pemudi itu tidak mau lama-lama menghirup udara busuk yang bisa mengganggu Kesehatan mereka.


“Hiks……………hiks…………..hiks…………..Dhiva…………..” Ika menangis terisak di dalam dekapan sahabatnya.


__ADS_2