MISTERI HARTA WARISAN

MISTERI HARTA WARISAN
ancaman


__ADS_3

Aldo mengambil sesuatu yang terselip di dalam saku celananya yang kecil, entah apa yang akan diambilnya?


Sesuatu yang diambil dari dalam sakunya ternyata terlihat berkilauan dan tentunya akan sangat membahayakan.


“Jangan main-main dengan saya! Jika kalian tidak akan menyingkir maka kamu akan m*t* ditanganku!” ancam Aldo sambil mengacungkan pisaunya ke depan Lastri.


“Bunuh saja saya tuan! Bahkan saya pun tidak takut dengan kematian tuan Aldo yang terhormat!” bentak Lastri yang sekarang berani menentang kedzoliman seorang Aldo yang sudah semena-mena.


Aldo yang sudah dikuasai oleh setan membuatnya tidak bisa berfikir jernih lagi.


Cruss


Pisau yang tadi dipegang dengan erat oleh Aldo sudah menancap di perut buncitnya Lastri, tubuh Lastri mulai tumbang dan luruh ke lantai.


“Tu-tuan sa-sangat ja-jahat” ucap Lastri dengan terbata-bata lalu perlahan matanya mulai menutup.


Bagas dan Daffa langsung mendekat ke tubuh Lastri yang tergeletak di bawah.


“Buk Lastri bangun!” Bagas menggoyang-goyangkan tubuhnya Lastri karena tidak ada respon sama sekali.


“Br*ngs*k kamu!” umpat Bagas lalu membopong tubuh Lastri di keluar dari rumah untuk mencari rumah sakit agar Lastri segera ditangani.

__ADS_1


@@@


Enah kenapa Aldo mendadak ketakutan setelah menusuk Lastri dengan pisau yang digenggamnya tadi membuatnya gemetar, padahal bukan kali ini dia telah melakukan kejahatan yang tersembunyi tapi tetap saja takut.


“Pa-papa kenapa?” tanya Eren yang duduk di sebelah suaminya yang masih duduk dilantai di sebelah ranjang.


“Ma, papa bingung nggak tau harus gimana sekarang?” keluh Aldo.


“Kenapa emang pa, papa harus cerita dengan jujur tanpa ada yang disembunyikan dari mama?” Eren meyakinkan suaminya agar selalu membagi keluh kesahnya padanya.


Aldo mengusap peluh di dahinya yang sudah mengalir deras.


“Nggak ma, papa nggak ada apa-apa swear ma” ucap Alo dengan raut wajah dibuat serius agar istrinya tidak bertanya macam-macam.


Aldo semakin bengong, dalam hatinya merasa was-was karena sudah menusuk orang lain, dan tentu saja itu adalah pertama kalinya karena posisi Wanita itu mengandung.


Dulu Aldo juga sering membantai tapi bukan Wanita hamil, jikalaupun hamil itu pun bukan anaknya.


“Papa………..” panggil Eren pelan.


Eren mengusap punggung suaminya, walaupun tidak tahu jalan pikir sang suami makanya dia hany diam saja.

__ADS_1


Pyussss


Tiba-tiba angin berhembus sangat dingin, bulu kuduk Eren berdiri semua, berbeda dengan yang dialami Aldo justru lelaki itu tidak merasakan ada angin yang membuatnya akan kedinginan.


Aldo semakin bengong, dalam hatinya merasa was-was karena sudah menusuk orang lain, dan tentu saja itu adalah pertama kalinya karena posisi Wanita itu mengandung.


Dulu Aldo juga sering membantai tapi bukan Wanita hamil, jikalaupun hamil itu pun bukan anaknya.


“Papa………..” panggil Eren pelan.


Eren mengusap


“Eren…………………tolong aku…………………..” suara bisikan itu sangat halus dan tepat di telinga kanan Eren.


Hi…………….


Eren bergidik ngeri, bagaimana dia bisa lari kalau keadaannya kayak gini, tubuhnya seakan terkunci di tempat, padahal ada Aldo disebelahnya


“Kenapa ma?” tanya Aldo yang melihat Eren tak nyaman duduk ditempatnya.


“Ma-mama takut pa” ungkap Eren sambil celingukan ke kanan dan juga ke kiri.

__ADS_1


“Jangan takut ma, kita harus menguasai kekayaan dari Angga seluruhnya!”


__ADS_2