MISTERI HARTA WARISAN

MISTERI HARTA WARISAN
Ada apa dengan Lea?


__ADS_3

Hueekk


Hueekk


Hueekk


"Lea! Kamu itu ngapain sih pagi-pagi udah muntah-muntah didepan mama dan papa? Kamu lihat, mama dan papa sedang apa?" gerutu Eren pada anaknya sensitive.


"Maaf ma, perut Lea benar-benar mual pagi ini, badan Lea juga lemes banget ma" ucap Lea yang sudah bergabung dengan kedua orang tuanya diruang makanmakan, dan menyandarkan kepalanya dimeja makan.


"Asam lambung kamu naik?" tanya Eren yang khawatir dengan kondisi Lea.


Lea memandangi kedua orang tuanya secara bergantian lalu menganggukkan kepalanya.


"Kalau begitu nanti diantar mama ke rumah sakit ya"


"Nggak usah ma, nanti juga sembuh sendiri" kelit Lea yang mulai gelisah mengingat jadwal datang bulannya yang telat satu bulan.


Eren memang paling getol perhatiannya pada Lea dan juga Dion, kecuali Shelva, karena Shelva terlanjur jadi, karena kesalahan dimasa lalu.


Eren mengambilkan nasi kedalam piring Lea, serta lauk kesukaannya.


"Nih makan ya sayang, yang penting sekarang perutnya diisi dulu biar ada tenaga" perintah Eren dengan penuh kelembutan.


"Mama apa-apaan sih? Ini kenapa naruh cumi dipiring Lea?" tanya Lea yang sudah sangat kesal dengan mamanya.


"Biasanya kamu suka kan sayang?"


Hueekk hueekk

__ADS_1


Lea memuntahkan semua isi perutnya, kepalanya terasa sangat pusing dan matanya pun kini berkunang-kunang.


Dan akhirnya


Brukk


Tubuh Lea limbung kesamping.


"Lea..... " jerit Eren lalu mendekap putri tersayangnya.


"Kamu kenapa diam?! Cepat panggilkan Daffa agar mengantar kakakmu ke rumah sakit!" bentak Aldo.


Shelva yang merasa jika dia hanya dianggap seperti pembantu pun tidak mau membantah, bagi Shelva mereka adalah orang tuanya karena telah membesarkannya sedari kecil.


Saat tengah lari-lari kecil mencari Daffa, tak sengaja menabrak Daffa yang memang sudah berdiri dibalik pintu dapur.


"Tolong antarkan kakak aku ke rumah sakit"


Daffa terkekeh mendengar permintaan sepupunya.


"Kenapa kamu ketawa?"


"Nona, sebenarnya nona Lea itu tidak sakit apa-apa, dia hanya ha-mil" tegas Daffa yang membuat Shelva menganga tak percaya.


"Nggak-nggak mungkin"


"Jika nona tidak percaya, silahkan bawa kakak anda ke rumah sakit sekarang" tantang Daffa.


"I-iya kak, tolong ya kamu yang nganterin kita" pinta Shelva dengan wajah memelas.

__ADS_1


Jika sudah begini, mau menolak permintaan anak majikan pun nggak tega.


@@@


Mobil yang dikendarai Daffa sudah sampai didepan ruangan IGD rumah sakit Harapan.


Bergegas Daffa keluar mobil menghampiri perawat agar cepat mendapat penanganan.


Kalau sudah berani akting, sekalian totalitas.


"Silahkan keluarga pasien menunggu diluar" titah salah seorang perawat lalu menutup pintu ruangan tersebut.


Lagi-lagi Daffa tertawa puas, ternyata Tuhan sangatlah adil, bagaimana tidak? Seharusnya dialah yang akan membalaskan semua yang dialami oleh kedua orang tuanya dan juga orang tua angkatnya.


Lagi-lagi Tuhan memang belum meridhainya untuk balas dendam dengan tangannya sendiri.


Cklek


Pintu ruangan IGD sudah dibuka oleh dokter yang menangani keadaan Lea didalam.


"Dokter, apakah putri saya baik-baik aja?" Eren sudah mencecar dokter wanita itu tanpa mau menunggu diberi informasi seputar anaknya.


"Alhamdulillah kondisi putri anda baik-baik saja. Cuma saran saya sekarang ajak lah putri anda..... "


"Apa dok?" tanya Eren menyela omongan sang dokter tanpa mau mendengar penjelasan lebih lanjut.


"Tolong sekarang periksakan putri anda ke spesialis obgyn"


"Maksud dokter apa ya? Saya kok nggak ngerti? Ada apa dengan Lea dok?"

__ADS_1


__ADS_2