
Bagas mempunyai berbagai alasan agar dia bisa keluar dari kamar l*kn*t itu, semakin lama di dalam kamar tersebut serasi semakin kuat setan menggodanya.
Bagas sudah berjanji ke kamar Daffa untuk membicarakan langkah selanjutnya untuk pembalasan dendam itu.
"Bang bagaimana?" tanya Daffa yang agak ragu melihat gelagat Bagas mencurigakan.
“Beres” ujar Bagas dengan senyum merekah dibibirnya.
Daffa yang sudah melalui berbagai banyak kesakitan dan kepahitan semasa kecilnya sama sekali tidak takut menghadapi orang jahat seperti om dan juga tantenya.
Daffa merasa sangat senang mendapat bantuan dari Bagas yang mempunyai misi yang sama untuk menghancurkan orang yang membuatnya menderita sejak kecil.
“Bagus bang, kita sudah mempunyai satu bukti untuk menghancurkan Eren secepatnya” ujar Daffa berapi-api.
“Ini yang aku inginkan sejak dulu untuk menghancurkan mereka!” gigi Bagas bergemeratuk, kadang amarahnya yang meluap-luap bisa menghancurkan siapapun juga.
Daffa memikirkan sesuatu dengan sangat serius, akhirnya dia menemukan ide yang pas untuk merongrong Aldo dan juga Eren.
__ADS_1
“Bagaimana kalau nanti malam bang?” tanya Daffa sambil membisikkan sesuatu di telinga Bagas, Bagas pun tampak menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
Bagas mengacungkan dua jempolnya pada Daffa, ide brilian terdebut pasti akan membuat syok siapapun nanti malam.
@@@
“Si-siapa kalian?” tanya Eren gugup ada orang berpakaian aneh di hadapannya, dia ketakutan karena di rumah sendirian.
Aldo bilang kalau lagi ke luar kota, sedangkan semua pembantunya sudah mengundurkan diri semuanya.
Jika meminta bantuan pada anak bungsunya tidak akan mungkin untuk menolongnya, lalu kemana bodyguard baru yang sudah dikirim oleh Aldo?
“Ha………..ha………..ha…………apakah kamu takut?!” pertanyaan sekaligus bentakan yang memaksa orang untuk tidak menjawab pertanyaan itu daripada akan celaka.
“Ja-jangan mendekat” Eren mundur hingga kepentok ke dinding, bahkan matanya sengaja dia tutupi agar tidak melihat wajah-wajah yang seram di hadapannya.
Kini giliran Daffa yang maju untuk menakuti Wanita devil itu agar mentalnya down.
__ADS_1
“Apakah dulu saat kau menganiaya Angga dan juga Sherly apakah semenakutkan ini?” Daffa berbicara tapi sepertinya tidak digubris oleh Eren.
“Buka matamu!” bentak Daffa dengan nada yang tinggi.
Blam
Eren membuka matanya lebar-lebar, orang yang berwajah seram ternyata sudah tidak ada, sekarang yang ada dihadapan mereka ada tiga pemuda sangat tampan dengan satu gadis yang sangat cantik bak bidadari.
“Ka-kamu, tidak mungkin!” teriak Eren dengan kencangnya.
Percuma Eren teriak-teriak tak aka nada orang akan mendengarnya, Aldo tidak pulang ke rumah, Dion dikurung Daffa di ruangan yang tidak akan dapat dijangkau oleh siapapun juga.
Sedangkan putri bungsu yang selalu dibencinya tidak akan berani keluar untuk menolongnya, lengkap sudah ketakutannya saat ini.
“Kenapa kamu takut? Bukankah kamu lebih kejam daripada kami berempat disini?” Daffa menyeringai tapi sangat menakutkan untuk orang tua seperti Eren.
“Kamu tidak mungkin Angga dan Sherly” Eren terduduk, dia sungguh tidak bisa berbuat apa-apa kalau begini, yang dilakukan hanya bisa berdoa, itupun kalau Tuhan mau menerima doanya.
__ADS_1
"Kenapa kamu bilang itu tidak mungkin? Bagaimana kalau kami bangkit kembali dari alam kubur?" ucapan Daffa semakin membuat Eren merasa ngeri, karena Sherly sampai sekarang tidak ditemukan dimana kuburannya.