MISTERI HARTA WARISAN

MISTERI HARTA WARISAN
Dion hilang


__ADS_3

Hari ini sekeluarga Aldo kembali dari luar kota, mereka terlihat senang dan bahagia.


Daffa yang melihat hal tersebut menertawakan dalam hati, dia sudah bisa membereskan satu orang, pasti perlahan semua kejahatan Aldo dan istrinya akan ditumpas habis olehnya.


"Hei babu! cepet angkat barang gue dari bagasi!" teriak Lea seperti orang kesetanan.


Daffa yang sudah terbiasa mendapat bentakan,, umpatan hanya bisa membalas umpatan itu didalam hati nya.


"Jangan kak, biar Shelva saja yang bawa barang Kak Lea" ujar Shelva yang memunguti barang2 kakaknya.


"Jangan non, biar saya saja yang bawa barangnya, nanti nona dimarah saya nona besar"


Akhirnya Shelva mundur daripada debat dengan Daffa, kisah hidupnya pun tak jauh beda dengan kisah para pembantunya dirumah.


Bahkan alasan keluar kota pun hanya sebagai kedok belaka, disana justru Shelva diperlakukan sama dengan pembantu dirumah oleh kakaknya sendiri.


Shelva menghela nafas panjang, ingin rasanya dia pergi sejauh-jauhnya daripada hidup seperti dineraka baginya.


@@@


"Dion mama pulang sayang... " panggil Eren pada putra sulungnya.


"Kemana Dion?" gumamnya.

__ADS_1


"Dion..... " teriakan Eren menggema hingga dapur bahkan rumah sebesar itu seperti rumah sempit saja, teriakan Eren terdengar hingga ke penjuru rumah itu.


Cklek


Eren membuka pintu kamar Dion tapi kamar tersebut kosong tak ada penghuninya sama sekali.


Tempat tidur rapi, tapi seperti tidak ada penghuninya.


Eren membuka pintu lemari satu persatu, karena ada banyak lemari pakaian didalam kamar Dion.


Satu-satunya lemari yang belum dibuka hanya satu, ada dipojokan kamar Dion.


Srek


"Aaaaa......................... "


Eren berteriak sekencang-kencangnya, dia ter mundur hingga jatuh ke belakang.


Bruk


Drap drap drap


Terdengar suara langkah kaki dari luar kamar Dion, ada Lea, Shelva dan Aldo.

__ADS_1


Sementara yang dibelakang nya ada Daffa dan juga Dhiva.


"Mama, mama kenapa?" tanya Shelva cemas.


"A-a a a ada han han hantu" jawab gagap, sungguh nyalinya menciut.


"Mama ngomongin apaan sih? ini masih siang ma, mama ngaco deh" omel Lea yang kesal pada mamanya.


"Mama nggak bohong Le, mama beneran ngeliat hantu wanita berambut panjang yang matanya melotot saat melihat mama" kata Eren yang masih syok dan sangat ketakutan.


Lea yang merasa jika sang mama hanya berhalusinasi akhirnya berdiri dan membuka semua pintu lemari milik Dion, namun hasilnya nihil, mungkin hantu itu hanya mau keluar jika Eren saja yang membuka nya.


"Mama, kak Dion mana ma?" tanya Lea sambil memindai seluruh isi kamar namun kosong.


"Dimana kakakmu Lea? Bajunya masih Utah, apakah kakakmu dibawa hantu penunggu rumah ini?" tanya balik Eren seiring bulu kuduknya ikut berdiri.


"Mama jangan aneh2 dong ma, mana mungkin ada hantu ma, sekarang itu jaman modern ma, apa2 serba canggih, apaan ih percaya hal konyol kayak gitu" cerocos Lea.


"Lea ayo ikut mama mencari pawang hantu, mama takut Lea" rengek Eren pada putting kesayangannya.


Daffa mengedipkan satu matanya pada adiknya, rupanya penyamarannya tidak sia-sia karena Eren mulai goyah.


'Besok gantian putri kesayanganmu yang akan menderita tante, tante ku yang terjahat!' seru Daffa dalam hatinya.

__ADS_1


'Kita lihat saja apa yang akan dialami putri yang selalu engkau banggakan?' seringai Daffa kali ini sungguh sangat menakutkan, tapi tidak untuk diperlihatkan pada siapapun, termasuk juga sang adik.


__ADS_2