
"B*ngs*t! B*j*ng*n lo! Dasar keturunan*bl*s!" teriak Daffa dengan lantangnya.
Dion langsung naik pitam saat mendengar umpatan dari mulut Daffa, sepupunya sendiri tanpa ia ketahui.
"Lo berdua tidak usah ikut campur urusan gue!" ujar Dion dengan kilatan mata yang sudah memerah.
"Lebih baik lo berdua keluar dari kamar gue sekarang!"
"Oh tidak tuan muda Dion! Lo sama b*j*tnya dengan orang tua lo! B*n*t*ng yang harus disingkirkan dari muka bumi ini adalah kalian sekeluarga!" teriak Daffa yang juga sudah terpancing emosinya.
"Tau apa lo dengan orang tua gue! Orang tua gue udah kaya dari lahir! Jadi lo para babu tidak usah berteriak di depan gue! Lo-lo inget, gue yang akan bunuh lo, dan dia!" suara Dion benar-benar keras memenuhi ruangan kamarnya.
"Dion yang sombong! Lo apain Ika? Lo tau nggak kalau Ika sedang hamil anak lo!" bukan Daffa yang berteriak tapi Dhiva lah yang sudah tidak sanggup menyembunyikan rahasia ini pada bapak si jabang bayi.
Dion tertegun sebentar, dari tadi dia sudah menghajar habis-habisan Ika karena tidak mau melayang nya seperti biasanya.
Perlahan Dion mendekati Ika yang terbaring lemah diatas lantai yang dingin ini.
"Ika... "
"Jangan mendekat! Aku benci orang jahat kayak kamu!" ucap Ika dengan suara lirih menahan rasa sakitnya kini.
Ika beringsut menepikan tubuhnya karena ia sangat takut bila didekat tuan mudanya.
__ADS_1
"Ika... ma-maafin aku" kata Dion sambil berlutut didepan Ika.
Ika sudah tidak menggubris permintaan Dion, dia merasa tubuhnya kian melemah.
"Minggir lo b*j*ng*n!" teriak Dhiva sambil menendang tubuh Dion.
Daffa dan Dhiva meraih tubuh Ika yang sudah lemas tidak bertenaga.
Di papahnya tubuh Ika sampai ke halaman depan, disana sudah menunggu mobil Emir dengan sopirnya.
"Sayank ayo cepat masukkan" titah Emir pada tunangan nya.
Mobil meluncur ke rumah sakit, ada Emir dan sopirnya duduk di jok depan, sedangkan Dhiva memangku kepala Ika.
Dion masih tertegun dilantai, dia bingung harus melakukan apalagi.
Terlalu dini baginya jika harus menjadi bapak, tapi perbuatan nya yang justru menjadikan dia menjadi orang pengecut tidak berani bertanggung jawab.
"Hi.... Hi..... Hi........ Dion Hi...... Hi..... Hi...... " suara seorang wanita yang tertawa seakan mengiris hati.
Dion menoleh ke kanan dan ke kiri, tapi tidak ada suara apapun juga.
"Si-siapa lo?" tanya Dion sambil terus mencari keberadaan suara asing itu.
__ADS_1
"Hi.... Hi.... Hi.... aku adalah kejahatan yang sudah kau lakukan Hi..... Hi.... Hi..... "
"P*ng*c*ut! Keluar lo!" bentak Dion.
Bip
Seorang wanita cantik berdiri disamping ranjangnya, dengan rambut terurai panjang dan senyum yang mengerikan.
"Hi.... Hi..... Hi.... Dion, Dion. Bukankah kamu sendiri yang pengecut Dion"
Hi.... Hi..... Hi.....
"Pergi lo s*t*n! Gue nggak mau lo ada disini!"
"Dion.... selama kejahatan masih ada dalam diri kamu, maka saya akan tetap disini Dion" jawab hantu cantik itu dengan suara seraknya.
Prang
Dion melempar asbak yang terbuat dari stainless mengenai kaca rias nya hingga menimbulkan suara yang cukup keras, antara kaca yang pecah dan asbak.
"Hi..... Hi..... Hi.... Dion, jika janin itu tidak selamat, dialah yang akan aku ajak untuk menghantuimu. Hi... Hi.... Hi..
"
__ADS_1