MISTERI HARTA WARISAN

MISTERI HARTA WARISAN
kamu akan mati


__ADS_3

Dalam misi kali ini Bagas memberikan usul pada Daffa agar menjalankan aksinya dengan Azkia saja, selain agar mereka tambah dekat dan bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih serius lagi, keberadaan papa Azkia akan sangat membantu untuk merebut semua kekayaan yang dikuasai oleh Aldo.


“Bang nggak salah gue ngejalanin misi ini dengan Azkia?” tanya Daffa yang mulai salah tingkah di depan orang-orang, baru kali ini Daffa merasakan hal yang aneh selama hidupnya.


Azkia yang duduk disamping Bagas juga salah tingkah karena lelaki yang diimpikannya telah hadir dalam alam nyata.


“Sama sekali tidak salah, gue pengen deketin lo dengan adek gue, percaya pada gue, adek gue adalah sosok pendamping yang sangat baik jika kau ragu akan hal itu” cecar Bagas agar Daffa mau menuruti ucapannya.


“Bukan gue yang ragu pada Azkia bang, tapi gue ragu dengan gue sendiri apakah gue bisa bahagiain adek lo karena kondisi gue saat ini” aku Daffa lemah dengan arah pembicaraannya.


Bagas menepuk Pundak Daffa, “Gue nggak salah pilih lo untuk mendampingi adek gue”


@@@


Tepat jam Sembilan malam Daffa sudah mempersiapkan diri dengan peralatannya untuk membuat cerita malam mencekam untuk Aldo dan juga Eren agar mereka tidak betah tinggal di rumah besar tersebut.


Tanpa setahu Daffa bahkan sudah ada terror-teror yang selalu menghantui hari-hari mereka, tapi tetap saja Eren maupun Aldo masih bersikeras untuk bertahan di rumah tersebut.


Memang di dalam rumah besar ini banyak sekali peninggalan yang berharga, dan bahkan tanpa setahu Eren maupun Aldo di ruang bawah tanah banyak sekali emas Batangan yang sengaja di sembunyikan agar tidak mudah diketahui oleh musuh dari pihak keluarga Bimantara.

__ADS_1


Suasana memang gelap karena mati lampu yang disengaja, bahkan sudah menyabotase genset agar tidak dapat digunakan malam ini.


Hawa yang dingin semakin menambah horor malam ini.


Drap drap drap


Seseorang berjalan di gelapnya dengan menggunakan penerangan dari dari lampu ponsel.


"Bodyguard kesini!" teriak Eren yang menggema tentu saja terdengar sampai kamar-kamar para pembantu.


"Kemana dia? Itu si ipah juga kemana sih?" Eren menghentak-hentakkan kakinya dilantai.


Angin dingin begitu menusuk sampai ke tulang, bahkan tak terasa bulu kuduk berdiri semua.


Eren seperti merasakan ada yang mengikutinya sekarang ini, mau menengok ke belakang tapi nyalinya menciut, tidak menengok merasa penasaran.


‘Semoga tidak hantunya Sherly’ gumamnya.


Pundak Eren ada yang menepuk tapi keapa tangannya terasa dingin sekali?

__ADS_1


“Eren……….” Bisik seseorang yang berada di belakang Eren.


Bisikan yang berhawa dingin seperti meniup telinganya.


“Si-siapa kamu?” Eren memberanikan diri bertanya walau dalam ketakutan yang luar biasa.


“Aku Wanita yang kau rindukan Eren, tidakkah kamu ingin melepas rasa kangen kamu padaku?” tanya Wanita itu lagi.


Eren sudah mewanti-wanti hatinya agar tidak menengok ke belakang daripada dia ketakutan.


Cling


Ternyata Wanita berambut Panjang dan sangat cantik walaupun tampak pucat tapi tidak mengurangi kecantikannya sedikitpun sudah berada di depan Eren dengan senyum yang lebar.


“Ka-kamu” suara Eren tercekat, ingin bersuara keras tapi suaranya entah hilang kemana.


“Sekarang kembalikan semua kekayaanku sebelum ada orang yang akan menyeretmu ke jeruji besi!” ancam Wanita itu.


“Tidak bisa! Aku tidak akan menyerahkan semua dengan mudah, aku sudah merebutnya dari kamu jadi aku akan mempertahankan semuanya”

__ADS_1


"Hiiii...... hii.... Hi..... kamu akan mati ditanganku Eren!"


__ADS_2