MISTERI HARTA WARISAN

MISTERI HARTA WARISAN
kencan kecil


__ADS_3

Hari ini Daffa sengaja ingin keluar rumah sesuai yang sudah diinfokan oleh Bagas padanya, Daffa sudah menunggu momen ini tiba, bisa berkenalan lebih jauh dengan gadis yang sudah menyita perhatiannya selama ini.


‘Bang Bagas bilang Azkia sedang menunggu ku di taman, kemana dia?’ tanya Daffa di dalam hatinya.


Daffa sudah sampai di taman dia celingukan melihat kesana-kemari mencari sosok gadis yang katanya Bagas mengenakan dress berwarna peach.


‘Dimana dia?’ gumam Daffa.


Daffa menangkap sosok gadis cantik yang sedang melambaikan tangan padanya.


Tanpa ingin membuang waktu lagi Daffa berlari kecil menghampiri Azkia yang terlihat melemparkan senyum manisnya pada Daffa, sungguh lelaki yang sangat beruntung jika bisa memiliki gadis cantik dan baik hati seperti Azkia.


“Hai…..” sapa Daffa yang mendadak canggung berhadapan langsung dengan Azkia jika hanya berdua saja.


“Hai juga….” Sapa balik Azkia.


“Saya”


“Saya”


Ucap mereka bersamaan.


“Kamu duluan” kata Azkia yang tak enak.


“Nggak kamu duluan aja, ladies first” ujar Daffa yang tak kalah nggak enaknya sama gadis cantik itu.


“Maaf, jika saya yang pengen ketemuan dengan kamu disini” ucap Azkia sambil menundukkan wajahnya, dia sudah kepalang malu banget dengan Daffa.


Dalam hati Daffa bersorak Bahagia jika rasa Sukanya ternyata bersambut, bahkan gadis itu dengan terang-terangan mengatakan mengajak Daffa ketemuan di taman.


“Nggak pa-pa kok, aku juga seneng diajak ketemuan disini” ujar Daffa yang tak kalah malunya karena sangat senang dan Bahagia bisa Bersama gadis yang menjadi pujaan hatinya selama beberapa hari ini.


Daffa melihat penjual es krim yang berada tak jauh darinya dan juga Azkia, “Kamu mau es krim?” tanya Daffa yang mencairkan kebekuan diantara mereka.


“Eh i-iya, eh enggak aja deh nanti ngerepotin” tolak Azkia secara halus tapi dalam hatinya sangat berharap tawaran Daff aitu masih berlaku.


Daffa yang nggak mau dianggap sebagai pria pelit dengan sigap membeli beberapa es krim dengan rasa yang berbeda untuk Azkia karena belum tahu kesukaan gadis cantik itu.


“Wah banyak sekali es krim nya, kenapa beli sebanyak ini?”


Daffa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sambil tersenyum tipis, dia malu bertanya sehingga main asal saja membeli es krim itu.

__ADS_1


“Maaf aku nggak tau kesukaanmu jadi aku beli semuanya aja”


Azkia merasa bersalah telah berkata seperti itu pada Daffa, bisa hancur image nya dimata Daff ajika berkata yang bukan-bukan nantinya.


“Makasih ya, aku Cuma suka rasa vanilla aja” Azkia mengambil satu cup es krim kesukaanya lalu duduk untuk menikmati es krim itu dengan lahap.


Ada beberapa anak yang melintas di depan mereka dengan baju yang lusuh dan muka yang kusut seperti anak yang kesusahan.


Azkia yang sedari kecil selalu hidup berkecukupan tak pernah menganggap orang yang dibawahnya lebih rendah justru gadis itu akan sangat senang jika bisa membantu sesame dan berbuat kebaikan.


“Daff bolehkah jika es krim yang masih beberap ini aku berikan pada anak-anak disana? Mereka pasti akan sangat senang jika mendapat es krim ini tanpa harus mengeluarkan uang untuk membelinya” ujar Azkia yang menunjuk kea rah gerombolan beberapa anak jalanan itu.


Daffa memasang senyum dengan lebar, dia sangat bangga dengan perbuatan Azkia yang sangat berhati mulia.


“Boleh banget daripada mubazir” lalu Daffa memberikan beberapa es krim itu pada Azkia yang sudah beranjak dari tempat duduknya.


Azkia tersenyum tanpa henti, hatinya sangat Bahagia karena hari ini dia bisa berbagi walaupun hanya dengan es krim yang tidak sengaja kebanyakan dibeli tadi oleh Daffa, begitu pun para anak jalanan juga sangat Bahagia karena mendapat es krim gratis dan sesuai dengan kesukaan masing-masing.


“Makasih kakak” ucap mereka yang bersahutan mengucapkan rasa terima kasih.


Setelah kepergian anak jalanan tadi membuat Daffa dan Azkia menjadi canggung, tapi Azkia dan Daffa mencoba mencairkan suasana sehingga mereka bergantian saling tersenyum satu sama lain.


“Papa kamu?”


Azkia menganggukkan kepalanya.


“Papa kamu ingin aku ketemu dengannya?” tanya Daffa lagi.


Sekali lagi Azkia menganggukkan kepalanya.


“Apa papa kamu mengenalku? Ataukah aku ada salah dengan papa kamu sehingga beliau sangat ingin ketemu denganku?”


“Iya, papa sudah sangat mengenalmu dan papa mengharapkan kehadiranmu sekarang ini karena sangat penting”


Deg


Daffa sungguh bingung saat ini, apakah permintaan papa Azkia terkait dengan Daffa yang ketemuan secara sembunyi-sembunyi dengan Azkia?


Ataukah papa Azkia akan menyuruh Daffa untuk menikahi Azkia karena sudah Daffa sudah berhasil mengobrak-abrik hati Azkia?


Berbagai pertanyaan dan spekulasi bercokol di dalam pikiran Daffa, antara senang, sedih dan terharu.

__ADS_1


“Daff gimana?” tanya Azkia yang membuyarkan lamunan Daffa.


Daffa yang sejak tadi bengong menjadi gelagapan karena ditanya seperti itu oleh Azkia.


“Kia, apakah kedatanganku sangat dinantikan oleh papa kamu?”


Azkia tersenyum manis, dia mengetahui jika Daffa sangat gugup begitu mendengar jika papa Azkia sangat berharap bertemu.


Daffa menganggukkan kepalanya, dia tidak ingin mengecewakan Azkia, apapun nanti yang akan terjadi dengan pertemuan dengan papanya Azkia akan menjadi resiko yang akan dihadapinya nanti.


Daffa dan Azkia sudah sampai di rumah Azkia dengan menaiki taksi yang dipesan dari sebuah aplikasi online.


Setelah pagar dibuka oleh satpam, Daffa dan Azkia sudah sampai didepan pintu rumah besar itu walaupun masih lebih besar rumah Daffa yang sekarang masih dalam genggaman Aldo.


“Assalamu’alaikum papa…….” Panggil Azkia yang sudah membuka pintu secara perlahan.


Tak ada sahutan sama sekali, mungkin penghuninya lagi pada tidur atau sedang apa?


Daffa dan Azkia saling pandang karena tak ada sahutan sama sekali.


“Mama………assalamu’alaikum………” gantian sekarang mama Azkia yang dipanggilnya tapi tetap saja penghuninya tidak ada yang keluar juga.


“Papa dan mama kamu dimana Kia?” tanya Daffa yang mulai khawatir.


“Pasti papa dan mama mau nge prank aku makanya mereka nggak muncul-muncul” jawab Azkia enteng.


“Ya kali”


Hitung mundur 3……2……..1 duarrr duarrr


Daffa dan Azkia terkaget-kaget karena suara ledakan kecil yang berasal dari balon dan beberapa kertas berhamburan di atas kepala mereka berasal dari belakang sebagai penyambutan orang baru yang akan menjadi anggota keluarganya.


Seyakin itu kah papa dan mama Azkia? Apakah Daffa juga mau?


“Selamat datang calon mantu papa…………” ucap papa Azkia dengan konyolnya.


“Selamat datang calon suami Azkia………..” ucap mama Azkia tak kalah konyolnya dengan suaminya.


“Ih apaan ih mama dan papa ini, Azkia kan jadi malu ma” ucap Azkia lalu bersembunyi dibalik tubuh mamanya, rasanya dia ingin menenggelamkan tubuhnya di dalam bathup saja agar tidak dilihat pujaan hati.


“Maaf om dan tante…………..”

__ADS_1


__ADS_2