
Bagaimana jadinya jika kau bisa mendengar suara hewan?
Jawabannya akan kacau.
Kau tidak bisa melihat kucing sebagai mahkluk imut lagi, karena saat mereka mengeong, kau tidak mendengar suara "Meong", tapi "Udin, ke mana aja lu?", atau "Jatah makan hari ini mana?", atau "Anjir ngelus doang, ngasih makan kagak."
Saat melihat kecoa pun, kau akan sedikit merasa iba. Kau akan bisa mendengar betapa takutnya mereka terhadapmu.
"Raksasa datang, raksasa datang! Bagaimana ini? Batalkan misi? Kembali ke markas? atau lancarkan serangan?!"
Jika dia tiba-tiba terbang ke arahmu, itu artinya dia sedang melakukan misi bunuh diri.
Aku pernah iseng menyemprot kecoa dengan semprotan serangga yang aku beli di supermarket.
Reaksinya sangat brutal.
"Aaarggh!!! Mataku, mataku! Kakiku! Jantungku! Lambungku! Pankreasku! Usus dua belas jariku! Aaaargggh sakit, sakit!!!"
__ADS_1
Kecoa itu lalu meneteskan air mata.
"Hiks, sepertinya perjalananku cuma sampai di sini. Aku tiba-tiba ingat pada Margaret, dia sedang apa, ya? Apa dia mengurus anak-anak dengan benar? Ah, hidup ini singkat sekali, kuharap keturunanku tidak mengalami hal yang serupa sepertiku. Reynaldo, kuharap kau bisa mendapat gelar sarjana. Aaarggh!!! Mataku! Kakiku! Jantungku! Usus dua belas jariku!!!"
Tak seberapa lama, aku mendengar suara teriakan dari seekor kecoa kecil yang baru muncul dari bawah lemari.
"Ayah!!!!"
Itu Reynaldo.
Sejak kejadian itu, aku mulai iba bahkan pada seekor kecoa sekali pun. Aku tidak sanggup membunuh mereka lagi dengan semprotan serangga karena suara hati mereka dapat terdengar olehku, dan itu sangat mengganggu.
Contohnya ketika aku melihat kecoa yang terbalik di lantai dan berusaha keras untuk membetulkan posisinya.
"Arrgggh!!! Arrgggh!!! Astaga susah sekali, arrgggh!!!" Kecoa itu berusaha untuk membalikkan badan, tapi gagal terus, aku pun langsung menolongnya.
"Thanks, Bro!" Kecoa itu langsung pergi setelah kubalikan badannya.
__ADS_1
"Sama-sama Reynaldo."
Ya, itulah gambaran singkat tentang diriku yang tiba-tiba bisa mendengar suara hati hewan. Semua ini bisa terjadi gara-gara aku mendapat tanda bintang merah secara tiba-tiba di lengan kananku.
Aku tidak tahu tanda itu muncul dari mana, dihapus pun tak bisa, yang pasti semenjak dapat tanda itu, kehidupanku mulai berubah.
Ah, ya, perkenalkan, namaku Erza Junisar, murid asal Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di SMA Subarashii Jepang.
Alasan mengapa aku bisa terdaftar di sekolah elit ini ada hubungannya dengan kutukan yang kumiliki sekarang.
Setahun lalu, sebuah fenomena aneh terjadi di Jepang. Sebuah tato berbentuk bintang merah tiba-tiba muncul di tubuh sembilan belas murid kelas 3 SMP.
Kemunculan tato bintang merah itu bukan tidak ada artinya sama sekali, melainkan menjadi awal dari sebuah tragedi yang menimpa mereka.
Para murid yang mendapat tanda itu tiba-tiba mendapat sebuah kutukan. Ada yang bisa menghilangkan oksigen jika tertidur, ada yang bisa membuat orang amnesia jika bersentuhan, ada pula murid yang akan berganti kelamin setiap kali hujan turun.
Padahal aku bukan orang Jepang atau murid di salah satu SMP Jepang, tapi entah mengapa aku malah mendapat tato bintang merah ini. Aku tidak paham algoritmanya.
__ADS_1
Bersama sembilan belas murid yang juga punya kutukan, kami berkumpul dan menjalani kehidupan sekolah bersama-sama di SMA Subarashii. Kami berada di Kelas 1-F, sebuah kelas khusus yang berisi murid-murid aneh.
Aku akan menceritakan tentang mereka.