Murid Aneh!

Murid Aneh!
Ch. 17 - Murid Terkaya


__ADS_3

Aku pernah menyebutkan sebelumnya. Ada tiga murid Kelas 1-F yang menyandang gelar murid populer. Lev si tampan, Keiko si mantan idol, dan Sera si siswi kaya, cantik, pintar, dan berbakat.


Di antara ketiga murid itu, Sera lah yang menurutku menyandang gelar murid paling elit.


Bagaimana tidak, Sera memenuhi semua kualifikasi yang wajib dimiliki oleh murid SMA Subarashii.


Yang pertama, pintar. Yang ini jangan ditanya, saat ujian masuk, dia mendapat peringkat dua terbaik di bawah Takuma Kaoru. Jika saat UTS dia tidak demam, bukan tak mungkin dia masuk peringkat pertama mengalahkan Akemi.


Yang kedua, bakat. Sera pandai bermain piano. Dia sudah mendapat berbagai penghargaan dari sejak sekolah dasar. Dia pun diberi ruangan khusus tempat dirinya bisa berlatih piano secara mandiri.


Yang ketiga, kaya. Di hari pertama masuk, kami semua diberi emas batangan olehnya. Dia bilang itu adalah hadiah tanda pertemanan darinya.


Melengkapi semua itu, Sera memiliki wajah yang cantik dan merupakan putri kandung dari kepala sekolah, membuat dirinya menjadi murid paling penting di sekolah.


Itulah mengapa, Sera disegani oleh murid-murid kelas lain. Si pengacau dari kelas A pun hanya berani datang dan melabrak kelas kami ketika Sera sedang tidak ada di sini.


"Padahal kau bisa masuk kelas A, loh. Kutukanmu tidak terlalu berbahaya, kok," ucapku padanya.


"Peraturan adalah peraturan. Aku punya kutukan, yang berarti aku harus masuk kelas ini. Lagipula tidak ada bedanya belajar di sini dan di kelas A," jawabnya serius.


"Tentu saja beda. Di sini ada Rock yang bisa menggigitmu, Lullin yang memingsankanmu, juga Ota yang bisa membuat kelas ini menjadi hampa oksigen. Belajar di kelas A jelas lebih nyaman."


"Justru itu tantangannya, Erza! Aku bosan berada di kelas yang mewah terus. Rumah mewah, kamar mewah, sekali-sekali aku ingin berada di lingkungan yang biasa saja."

__ADS_1


"Ah, begitu, ya."


"Dan yang terpenting, alasanku ingin berada di kelas ini karena aku tertarik pada Akemi. Dari SD sampai sekarang, aku tak pernah bisa mengalahkan nilai Kaoru-kun, tapi Akemi bisa! Kaoru-kun itu murid terpintar di Jepang, loh! Kenapa Akemi bisa mengalahkannya?! Aku sangat penasaran pada Akemi!"


Sera menatap Akemi dengan berapi-api, membuat gadis bersyal merah itu bergidik ngeri.


Aku sendiri bingung kenapa Akemi bisa mendadak pintar. Apa benar alasannya hanya karena aku?


Aku tiba-tiba jadi malu.


"Erza, kau ini enak sekali ya diajak mengobrol. Kalau denganmu, rasanya bisa membicarakan banyak hal. Sama Lev saja aku tidak seakrab ini loh, padahal kami selalu sekelas saat SMP."


"Y-ya, Lev orangnya memang agak tertutup."


"Kau benar."


"Hei! Kalian sedang membicarakan apa?!" Roman tiba-tiba menggebrak meja kami.


Sera langsung salting.


"Ti-tidak ada apa-apa."


"Sera menanyakan beberapa bahasa Indonesia padaku. Dia bilang penasaran."

__ADS_1


"Hee, bahasa Indonesia, ya? Aku juga tahu kok, beberapa."


"Apa saja?" tanyaku.


"Anjing, setan, babi, ngen-"


"Woi! Kau belajar dari mana kata-kata itu?!"


"Hahaha, aku lihat di internet. Memang artinya apa?"


"Ka-kau tidak perlu tahu."


Aku heran kenapa malah kata-kata itu yang diketahui Roman.


"Aku juga tahu beberapa. Rumput, rambut, jem-"


"Woi! Cukup Sera!"


"Eh? Kata-kataku salah, ya?"


"Tidak, hanya saja, aduh...."


Roman dan Sera menatapku bersamaan.

__ADS_1


"Ada apa Erza? Kau sepertinya stress."


Aku sepertinya perlu mengajari mereka kata-kata yang benar.


__ADS_2