Murid Aneh!

Murid Aneh!
Ch. 18 - Wali Kelas


__ADS_3

(POV Jui Ainsworth)


"Telah ditemukan lagi seorang murid dengan tato bintang merah di tubuhnya. Murid tersebut mengaku bisa berubah menjadi raksasa jika melepas kacamatanya. Saat ini, pihak kepolisian telah mengamankannya."


Aku menonton tayangan berita di internet sembari menyeruput kopi hitam di meja kerjaku. Tadi itu kasus kesepuluh bulan ini. Semuanya menimpa murid kelas 3 SMP.


"Wah, dunia semakin kacau saja, ya. Sepertinya sebentar lagi kiamat."


Tanpa sadar, Nagumo-sensei sudah berdiri di sebelahku, ikut menonton berita fenomenal barusan.


"Kiamat apanya, cuma kejadian aneh biasa." Aku kembali menyuruput kopiku.


"Ini fenomena aneh, Jui-sensei. Sudah ada sepuluh murid yang tiba-tiba mendapat tanda bintang merah di tubuhnya, dan semuanya punya kekuatan aneh. Bisa berubah jadi raksasa, bisa membuat orang jatuh cinta, bisa membuat orang amnesia, apalagi ya...."


"Bisa baca pikiran, ganti kelamin, ganti kepribadian, jadi kucing, menghilangkan sinyal, menghilangkan oksigen, dan tangan kanan yang bisa bergerak sendiri." Aku melanjutkan daftar yang disebut Nagumo-sensei.


"Wah, hebat, kau ingat semua."


"Tentu saja, aku kan tampan."


"Gak nyambung."


Dalam kurun waktu sebulan ini, negara Jepang sedang dilanda fenomena aneh. Murid-murid kelas 3 SMP di seantero Jepang tiba-tiba mendapat sebuah tato bintang merah pada tubuh mereka. Tato itu bukan hiasan belaka, melainkan sebuah tanda sakral yang menjadi penanda bahwa murid tersebut telah mendapat sebuah kutukan.


Aku menatap langit di luar yang mulai memendung, terlihat kilatan petir yang menyambar di tempat yang jauh.


"Sepertinya masih akan bertambah lagi." Aku mendadak cemas.


"Ya, semoga tidak ada kekuatan yang lebih berbahaya."


Tak lama, seorang wanita masuk ke ruang guru. Dia berjalan ke arahku dengan agak terburu-buru.


"Jui-sensei, kepala sekolah memanggilmu."


"Memanggilku? Apa dia ingin membahas soal kenaikan gaji?"


"Aku tidak tahu, tapi sepertinya itu penting."


"Oh, begitu. Baiklah, terima kasih Erina-sensei. Aku akan segera ke sana."


Aku pergi meninggalkan ruang guru dan langsung menuju tempat kepala sekolah. Aku merapikan rambutku di kamar mandi sebelum lanjut berjalan menuju ruangannya.


"Permisi," ucapku setelah mengetuk pintu tiga kali.


"Masuk."


Setelah mendengar jawaban, tanpa ragu aku langsung membuka pintu dan mengambil posisi duduk tepat di hadapannya.


"Jui-sensei...." Pak Kepala Sekolah menatapku sembari menaruh dagunya di atas kedua tangan.


"Ya?"


"Apa kau tahu berita mengenai murid-murid SMP yang mendapatkan tato bintang merah?"


"Ya, tentu saja. Seluruh Jepang sedang gempar saat ini. Sudah pasti saya tahu."


Pak Kepala Sekolah menganggukkan kepala.

__ADS_1


"Ada berapa jumlah murid yang memiliki kekuatan aneh itu?"


"Sepuluh...?" Aku menjawab dengan hati-hati.


"Tidak, jumlahnya ada sebelas."


"Sebelas? Tapi, menurut berita terbaru...."


"Anak itu belum ditangkap oleh polisi, dan belum diketahui oleh publik."


"Bagaimana Anda bisa tahu?"


Kepala Sekolah menatap mataku dalam-dalam.


"Dia putriku."


"Eh? Maksud Anda, Sera-chan?"


Kepala Sekolah mengangguk pelan.


"Putriku memiliki kekuatan berbahaya. Dia bisa menghipnotis orang lain secara tidak disengaja."


"Hah? Maksudnya bagaimana?"


Kepala Sekolah menghela napas.


"Ini kekuatan yang benar-benar aneh. Kau mungkin tidak percaya. Setiap kali putriku membaca buku sampai tamat, seseorang akan datang dan memberinya suatu barang."


Aku mengangguk-angguk. "Lalu di mana berbahayanya?"


"Suatu malam putriku membaca novel horror di dalam mobil. Setelah dia membacanya sampai tamat, sebuah kejadian aneh terjadi."


"Sopir pribadi kami tiba-tiba menghentikan mobil, dan memberi putriku sebuah puntung rokok."


"Lalu?"


"Sudah itu saja."


Aku menggebrak meja.


"Apanya yang berbahaya?!"


"Tentu saja berbahaya! Sopir kami yang sedang menjalankan mobil dengan kecepatan tinggi tiba-tiba mengerem secara mendadak hanya untuk memberi putriku sebuah puntung rokok. Untung saja saat itu jalanan sedang sepi. Jika tidak, riwayat kami pasti sudah tamat!"


"Itu mungkin hanya kebetulan. Belum tentu putri Anda memiliki kekuatan berbahaya." Aku mencoba menanggapi secara logis.


"Tidak, itu bukan kebetulan. Saat kutanya mengapa sopir pribadi kami mengerem secara mendadak, dia sendiri tidak tahu alasannya. Dia bilang dia tidak sadar saat melakukan itu."


"Sopir Anda mungkin sudah gila."


"Tidak, Jui-sensei. Kejadian aneh itu tidak hanya terjadi sekali. Istriku pun pernah mengalaminya. Saat dia sedang cuci piring, tiba-tiba dia berhenti dan menghampiri putriku untuk memberinya sesuatu. Saat kutanya apa alasan dia melakukannya, dia sendiri tidak tahu. Dia bilang dia juga tidak sadar."


Aku mulai bisa membayangkan apa kekuatan berbahaya yang dimiliki oleh putri Kepala Sekolah.


Kekuatan Sera-chan mungkin adalah menghipnotis seseorang secara tidak sengaja.


Setiap kali Sera-chan menamatkan sebuah buku, satu orang acak mungkin akan terhipnotis dan mendatangi Sera-chan untuk memberinya sesuatu.

__ADS_1


Bisa dibayangkan jika Sera-chan membaca buku di dalam pesawat, dan pilotnya tiba-tiba meninggalkan kemudi untuk memberi dia sebuah barang.


"Kalau dipikir-pikir, kekuatannya ternyata berbahaya juga, ya."


"Tentu saja!"


Aku mengangguk-angguk. Setelah mendengar cerita lengkap dari Kepala Sekolah, aku mulai bisa mengerti mengapa kekuatan putrinya cukup berbahaya.


"Lalu, apa tujuan Anda menceritakan itu semua? Kalau Anda ingin menyembunyikan putri Anda dari kejaran polisi, saya rasa Anda tidak memerlukan bantuan saya."


Pak Kepala Sekolah tersenyum.


"Aku tidak ingin putriku melanjutkan sekolahnya di lapas. Gadis pintar seperti dia sudah seharusnya bersekolah di sini. Di SMA Subarashii! SMA terbaik di seluruh Jepang!"


Aku mulai bisa menangkap arah pembicaraan darinya.


"Kepala Polisi yang bertanggung jawab atas kasus ini adalah sahabat dekatku. Aku akan membujuk dia agar membiarkan murid-murid berkekuatan aneh itu bersekolah di sini bersama putriku."


"Apa?!" Aku terlonjak dari tempat dudukku. "Tapi, mereka itu berbahaya!"


"Ya, aku tahu! Itulah mengapa aku menunjukmu untuk menjadi wali kelas mereka dan juga putriku. Sebagai guru terbaik di SMA Subarashii, aku yakin kau dapat melakukannya, Jui-sensei!"


Aku menelan ludah.


"Anda tidak mengerti, Pak Kepala Sekolah. Selain membahayakan saya, mereka juga bisa membahayakan murid-murid lain!"


"Jui-sensei... SMA Subarashii adalah sekolah terbaik di Jepang. Dan kau adalah guru terbaik di sekolah ini. Itu artinya kau adalah guru terbaik di seluruh Jepang! Menurutmu siapa lagi yang cocok untuk menjadi wali kelas mereka selain dirimu?"


"Tapi...."


"Pokoknya, jangan sampai murid-murid berbahaya itu membuat kekacauan di sekolah. Tidak apa-apa merusak fasilitas, asal jangan membahayakan seseorang."


"Tapi...."


"Akan kucarikan kau calon istri."


"Setuju!"


Tanpa disadari, aku mengucap kata setuju. Kami berjabat tangan pertanda sebuah kesepakatan telah terjalin.


Aku belum meninggalkan ruang Kepala Sekolah. Aku masih duduk di kursi, dan menonton berita baru yang muncul.


"Pemirsa, pemilik kekuatan baru telah ditemukan! Kali ini seorang gadis yang bisa membuat orang lain pingsan hanya dengan menguap! Pihak kepolisian sudah berhasil mengamankannya."


Aku menatap Kepala Sekolah, dan berbicara padanya.


"Itu tadi murid yang kedua belas."


"Ya, dan sepertinya akan terus bertambah."


*


Beberapa minggu setelah percakapan di ruangan itu, sebuah berita besar tayang di televisi.


"Pihak kepolisian telah bekerja sama dengan SMA Subarashii. Sembilan belas murid berkekuatan aneh tidak akan menjalani masa sekolah di lapas, melainkan akan belajar bersama di SMA Subarashii! Para warga tidak perlu khawatir. Seorang guru super bernama Jui-sensei akan menjadi tameng bagi para murid. Semua dijamin aman dan terkendali!"


Aku setengah tidak percaya saat melihat berita ini. Orang bajingan itu benar-benar menjalankan rencana gilanya.

__ADS_1


Aku akan menjadi wali kelas mereka.


__ADS_2