Murid Aneh!

Murid Aneh!
Ch. 24 - Murid Terabsurd


__ADS_3

"Kyaaa!!!"


Plakk!


Shuu ditampar oleh murid gadis kelas lain di kantin.


Dia lalu berjalan mendekatiku dengan sedih.


"Erza, kenapa aku selalu ditampar oleh para gadis? Padahal aku cuma bilang hai loh," ucap Shuu sembari memegangi pipinya yang kesakitan.


"Ya iya lah ditampar, sempakmu ada di kepala tuh!"


"Oh...."


Shuu memungut ****** ***** berwarna biru di kepalanya, lalu pergi ke kamar mandi untuk memakainya kembali.


Dari sekian murid yang memiliki kutukan, punya Shuu sepertinya yang paling aneh dan juga absurd.


Kutukan milik Shuu adalah ****** ******** bisa berpindah ke kepalanya secara tiba-tiba.


Aku tidak tahu kutukan Shuu masuk kategori mana. Dibilang berbahaya tidak, karena tidak sampai mencelakakan orang lain seperti kutukan Rock atau Ota.


Tapi dibilang menguntungkan... mana mungkin. Tidak ada untungnya mengenakan ****** ***** di atas kepala. Yang ada, Shuu malah kesulitan mendekati para gadis gara-gara kutukannya ini.


"Merepotkan sekali kutukan ini." Shuu mengeluh setelah keluar dari kamar mandi. "Capek loh bolak-balik kamar mandi cuma buat pakai ******!"


Aku mengangguk-angguk.


Terkadang aku mengeluh mendengar suara-suara hewan yang tidak ingin aku dengar. Tapi melihat Shuu yang kerepotan seperti ini, aku jadi merasa kutukanku masih jauh lebih baik.


Aku pasti akan sering ditampar perempuan juga jika celana dalamku tiba-tiba berpindah ke kepala.


"Kalau tidak mau capek, pakai ****** ***** sepuluh rangkap saja. Jadi tidak perlu bolak-balik kamar mandi." Akemi tiba-tiba ada di belakang kami.


"Wah, Akemi, kau jenius!" ucap Shuu.


Setelah mengatakan itu, Akemi melangkah pergi meninggalkan kami.


"Omong-omong, apa Akemi pernah menamparmu saat celana dalammu ada di kepala?" tanyaku pada Shuu.


Aku tak bisa membayangkan Akemi menampar orang mengingat sifatnya yang sangat dingin dan pendiam.

__ADS_1


"Oh, tidak pernah. Dia sama sekali belum pernah menamparku. Padahal aku sering bicara padanya saat celana dalamku masih menempel di kepala."


"Oi, kau jadi terdengar seperti orang mesum."


"Aku kan memang mesum, ehehehe."


"Maaf, aku lupa."


Keesokan harinya, Shuu benar-benar memakai ****** ***** sepuluh rangkap seperti yang dikatakan oleh Akemi.


"Rasanya kurang nyaman, tapi dengan begini aku tidak perlu bolak-balik kamar mandi," ucapnya.


Di tengah pelajaran, sebuah bencana terjadi.


"Jadi anak-anak, bagian ini disebut dinding sel, fungsinya untuk...."


"Kyaaa!!!" Sera tiba-tiba teriak.


"Ada apa, Honma-san?" tanya Yukiko-sensei.


"Di kepalamu! Di kepalamu ada ****** *****!"


Yukiko-sensei langsung memungutnya, dan ikut berteriak.


"Sera!!! Di kepalamu juga ada ****** *****!" Giana berteriak.


"Kyaaaaa!!!"


"Giana, di kepalamu juga ada!!!"


"Kyaaa!!!"


"Emili!"


"Kyaaa!"


"Lullin!"


"Kyaa!"


"Rock!"

__ADS_1


"Kyaaa!!!"


Entah mengapa, ****** ***** Shuu malah berpindah ke atas kepala orang lain. Hampir semua murid di kelas terkena.


"Shuu, kau bilang cuma pakai sepuluh rangkap. Ini lebih dari sepuluh, loh!"


"Aku memang cuma pakai sepuluh! Yang di atas kepalamu bukan punyaku!"


"Hah?"


Aku memungut ****** ***** di kepalaku dengan jijik. Kainnya terasa hangat dan berbau.


"Lihat, motif sempaknya beda, kan?"


"Benar juga."


Hoshi tiba-tiba berjalan ke arahku.


"Oi, itu punyaku!"


Dia merebutnya dari tanganku.


Aku dan Shuu saling tatap.


"Jangan-jangan, kutukanmu bisa memindahkan ****** ***** orang lain juga?"


"Aku tidak tahu, baru pertama kali terjadi seperti ini."


Bagian bawahku tiba-tiba menjadi dingin. Ada sesuatu yang hilang dari sana.


Saat menoleh ke bangku Akemi, benar saja, celana dalamku berpindah ke atas kepalanya. Namun, Akemi masih bersikap dengan biasa, tidak ribut seperti murid gadis yang lain.


"A-Akemi!"


"Ya?" Akemi menoleh dengan celana dalamku menempel di atas kepalanya.


"Tolong diam dan jangan bergerak."


"E-eh? Ada apa, Erza?"


Aku mengambil celana dalamku dengan cepat, lalu pergi meninggalkannya.

__ADS_1


Ternyata, Akemi memang bisa salah. Mungkin gara-gara Shuu memakai ****** ***** sepuluh rangkap seperti saran Akemi, kutukannya jadi error seperti tadi.


Setelah kejadian ini, aku langsung mengkategorikan kutukan Shuu sebagai kutukan yang berbahaya.


__ADS_2