
Satu minggu sebelum ujian akhir semester dilakukan, SMA Subarashii selalu mengadakan kontes Miss Subarashii setiap tahunnya. Tujuannya untuk mencari, menampilkan, sekaligus mengadu para Dewi yang ada di sekolah elit ini.
Event ini dilakukan sebagai ajang refreshing sebelum ujian, sekaligus penambah semangat bagi para kaum adam untuk meningkatkan nilai terutama jika Dewi incaran mereka hadir sebagai peserta.
Pemenang event ini akan mendapat uang sebanyak 400.000 yen, membuat banyak gadis ingin mendaftar untuk berebut hadiah tersebut.
Event ini tentu dapat diikuti juga oleh siswi-siswi Kelas 1-F. Para murid lelaki terlihat sangat antusias.
"Akemi, ayo ikutan!!!" Para murid membujuk dirinya.
"Tidak."
"Ayolah Akemi, kau pasti menang! Hadiahnya 400.000 yen, bisa dibagi 20.000 yen untuk setiap murid!"
"Tetap tidak mau, dan kalaupun aku menang, uangnya tidak akan kuberikan pada kalian. Enak saja aku yang berusaha kalian yang dapat uangnya."
Akemi terus dibujuk tapi gagal. Mereka pun beralih ke Keiko.
"Keiko! Tentu saja kau akan ikut, kan?"
"Event ini sangat mudah bagimu, kan?"
Keiko menggaruk belakang kepalanya. "Ahaha, maaf, aku tidak bisa. Curang kalau mantan idol sepertiku ikut serta, nanti penilaiannya kurang objektif."
"Takut kalah, ya?" sindir Hide.
"Hah?!" Keiko menatap ke arahnya.
"Ya, wajar saja, kau ini mantan idol, kalau kau kalah, tentu harga dirimu akan jatuh. Aku mengerti, kok."
Keiko agak emosi dengan kata-kata Hide, tapi dia masih bisa menahannya.
"Haha, percuma kau memancingku, aku tetap tidak akan ikut."
"Cih." Hide kecewa.
Akemi dan Keiko sudah gagal, sekarang giliran Sera yang diajak.
Sera bertopang dagu.
"Aku percaya diri dengan penampilanku, tapi benda besar ini selalu membuat tatapan para lelaki mengarah ke sini. Aku tidak senang jadi pusat perhatian," ucap Sera sembari meraba-raba dadanya sendiri.
"Dasar tidak bersyukur!"
"Berikan saja dadamu itu pada saya!"
Yurina dan Nana yang berdada tepos merasa tidak senang mendengarnya.
"Jangan salah paham, ya. Aku bangga dengan dadaku yang besar ini. Sudah cantik, pintar, kaya, dadanya besar pula. Siapa laki-laki yang tidak mau denganku? Wahahaha." Sera tertawa seperti seorang putri.
__ADS_1
Para murid lelaki hampir mimisan melihat Sera yang memainkan dadanya sendiri.
Yurina dan Nana mencoba menggembosinya dengan jarum pentul.
"Sera itu... agak lain, ya?"
"Ya... jarang sekali kulihat ada gadis yang membanggakan dadanya seperti itu."
Gagal dengan Sera, mereka pun putus asa.
"Ah, tiga Dewi di kelas ini tidak mau semua, sudah tidak ada harapan," ucap Shuu.
"Yurina cantik sih, tapi adabnya tidak elegan. Shino sudah terkenal menyeramkan karena bisa membaca pikiran orang-orang. Sudah tidak ada lagi." Hoshi memberi komentar.
Giana yang namanya tidak disebut merasa kesal, begitu pun dengan Emili.
"Aaah, apa di kelas kita tidak ada gadis cantik yang bisa daftar?!" Gen menengadah ke langit-langit.
Tak seberapa lama, muncul seorang gadis cantik ke kelas mereka. Beberapa menit sebelum bel masuk berbunyi.
"Lemon!"
"Itu dia! Dewi kita yang sebenarnya!"
"Lemon!"
Para murid langsung mengerubungi Roman yang sedang berada dalam mode perempuan.
"Kau sudah lihat pengumuman di mading, kan? Soal event Miss Subarashii?"
"Y-ya... kenapa memangnya?"
"Kau harus ikut, Lemon! Aku yakin kau pasti menang!"
"Ya, kau adalah gadis tercantik di SMA Subarashii!"
"Oi, aku ini laki-laki! Mana boleh aku ikut!" jawab Lemon dengan suara perempuannya.
Tanpa diduga, di belakang mereka ada seorang murid yang mengenakan sebuah pin silver di kerah seragamnya. Menandakan bahwa orang itu adalah anggota OSIS.
"Aku panitianya. Kau boleh ikut, kok. Asalkan lulus pemeriksaan fisik, kau boleh ikut," jawab orang itu.
"Tuh, lihat, kau boleh ikut, Lemon!"
"Hadiahnya 400.000 yen!"
"Dapat pin emas juga," ucap anggota OSIS itu. "Itu sebenarnya rahasia, tapi aku kasih tahu saja pada kalian."
Dipaksa terus, akhirnya Lemon pun mengiyakan. Dia tersenyum penuh percaya diri.
__ADS_1
"Baiklah, akan kukalahkan para gadis sungguhan itu!" Lemon mengepalkan tangan ke atas.
"Yatta!!!" Anak-anak bersorak.
Anggota OSIS itu lalu melangkah masuk dan berbicara pada Akemi.
"Maukah kau menjadi adikku?"
"Tidak."
***
Satu minggu kemudian, acara pun berlangsung, para murid kelas f bersyukur karena Roman masih tetap menjadi Lemon. Hujan yang turun silih berganti membuat anak-anak khawatir Roman akan kembali ke wujud semula.
Total peserta yang mendaftar ada dua puluh. Roman terlihat paling percaya diri di antara semuanya. Terlihat paling bergaya aneh dibanding yang lain karena kakinya sering mengangkang seperti anak laki-laki.
Gedung olahraga telah dipenuhi oleh penonton. Mereka melambaikan tangan pada para peserta yang telah diperkenalkan satu per satu sebelumnya.
Di antara semuanya, peserta yang menjadi kandidat unggulan adalah Kojima Setsuna, siswi Kelas 3-A yang telah dua kali berturut-turut mendapat gelar Miss Subarashii. Jika dia berhasil menang lagi kali ini, maka akan menjadi sebuah rekor yang baru.
Siswi unggulan lain juga tidak kalah hebat. Ada yang benar-benar seorang model, ada bintang iklan di televisi, ada pemain film serial drama, cukup banyak bakat muda yang orang-orang lihat di televisi ada di sekolah ini. Di sana juga ada Yuzuki Marin, seseorang yang sangat menyukai Lev, dan masih terus mengejarnya sampai sekarang, seorang anak sultan yang bahkan jauh lebih kaya dari orang tua Sera.
"Lemon, ayo Lemon!"
"Menangkanlah Lemon!"
"Go Go Lemon!"
Murid-murid kelas f menjadi yang paling berisik. Mereka berdiri paling depan dan berteriak paling keras. Shuu, Hoshi, Gen, dan Hide yang paling menggila.
Kensel tidak diperbolehkan masuk karena dia sedang menjadi wujud om om ugly bastard yang gendut dan bau. Anak-anak tidak nyaman melihatnya, sehingga dia pun diusir oleh semuanya.
"Pemenangnya sudah jelas Lemon ya, kalian tidak usah berharap." Jui-sensei memanasi para guru yang berdiri berjajar di sebelahnya.
"Dia memang cantik sih, sungguh, wajahnya mirip model. Tapi... dia sama sekali tidak elegan."
"Dilihat bagaimanapun, pose berdirinya itu tidak seperti anak perempuan. Dia bakal kalah."
"Sudahlah, yang menang pasti muridku lagi, Kojima Setsuna si gadis cantik dan sempurna, hahaha."
Terlihat raut wajah ketegangan dari para peserta ketika acara akan dimulai. Lemon pun mulai gugup, terlihat memaksakan diri untuk tersenyum.
Pada event Miss Subarashii kali ini, juri akan memberi tiga buah tantangan pada para peserta.
Ronde pertama adalah tes kepintaran. Para peserta akan ditanyai satu per satu mengenai pengetahuan umum, dan diharuskan untuk menjawab.
Ronde kedua adalah pidato. Juri akan memberikan sebuah tema pada peserta, dan peserta harus menyampaikan sebuah pidato berupa argumen atau pandangan dirinya terhadap tema yang diberikan.
Ronde terakhir adalah lomba membuat blushing seorang laki-laki yang dipilih khusus oleh juri. Peserta bebas melakukan apapun untuk membuat target blushing. Cara apapun diperbolehkan. Poin di ronde ini menjadi yang paling besar.
__ADS_1
"Baiklah, tanpa perlu berlama-lama lagi, kita mulai acaranya hari ini!"