Murid Aneh!

Murid Aneh!
Ch. 3 - Murid Terkuat


__ADS_3

Sebagai tempat berkumpulnya orang-orang pintar dan kaya, tidak jarang murid-murid SMA Subarashii menjadi target pemalakan para pelajar SMA lain.


Aku yang merupakan salah satu murid sekolah elit itu, sekarang mendapat kesialan karena bertemu dengan mereka.


Aku dihadang oleh tiga murid dari SMA Hidoi yang terkenal akan murid-murid nakalnya. Mereka membawaku ke dalam gang yang sepi.


"Hei, serahkan seluruh uangmu."


"Jangan melawan kalau tidak ingin terluka."


Tiga murid di hadapanku bertubuh besar dan bertampang tua. Terdapat banyak goresan luka di wajah mereka. Aku ragu mereka anak SMA.


"Maaf... aku... tidak mengerti... bahasamu...." Aku menjawab dengan bahasa Indonesia.


Mereka bertiga mendadak bingung.


"Ya sudah kalau begitu."


"Pergi saja deh."


"Sampai jumpa orang asing."


Mereka pergi meninggalkanku.


"Sampai jumpa."


Mereka langsung menoleh lagi saat aku membalas perkataan mereka.


"Sampai jumpa katamu? Kau mengerti bahasa Jepang, ya?!"


"Anak ini mengerjai kita."


Sial.


Salah seorang murid lalu menarik kerah bajuku dan menatap dalam-dalam.


"Pilih salah satu, serahkan uangmu atau babak belur di sini?"


Aku baru mengambil uang di ATM dengan nominal yang cukup banyak. Kalau semuanya kuberikan, bulan ini aku hanya bisa minum obat mag.


"Oi, cepat pilih! Mau berikan uang atau babak belur?!"


"Emm... babak belur saja deh."

__ADS_1


Aku masih sayang uang. Dipukuli sedikit tidak masalah.


"Pilihan yang salah, kawan! Kami bertiga akan menghajarmu, lalu membawa pulang semua uangmu! Hahaha!"


Selesai.


Bulan ini aku akan jadi gelandangan.


"STOP!"


Seorang gadis berteriak dari ujung gang, membuat mereka bertiga menoleh ke arahnya.


Dia adalah Giana, teman satu kelasku.


"Lepaskan temanku, berandalan sialan!" Gadis berkacamata itu berjalan ke arah kami dengan raut wajah penuh emosi.


"Hahaha, kau mau menyelamatkan pacarmu, ya?"


"Waah, seramnya...."


Mereka menggoda Giana.


"Pilih salah satu, lepaskan temanku atau babak belur di sini?" Giana menatap tiga berandalan itu.


"Pilihan yang salah."


Giana lantas melepas kacamatanya di hadapan mereka, dan tubuhnya mendadak jadi besar dan berotot.


Mereka bertiga menganga.


"Oi oi...."


"Dia... dia murid terkutuk itu!"


"Ayo kabur, kita tidak akan selamat!"


Mereka bertiga lari terbirit-birit.


Giana lalu memakai kacamatanya lagi, dan tubuhnya seketika kembali normal.


"Ah... malu sekali, aku malu sekali!!!" Giana menutupi wajahnya dengan kedua tangan.


"Kenapa harus malu? Terima kasih sudah menyelamatkanku, Giana!"

__ADS_1


Dia melirik ke arahku. "Wajahku jelek kan saat jadi raksasa begitu? Aku tidak seperti perempuan, kan?"


"Tidak, kau tetap cantik, kok! Kau masih seperti perempuan!"


Kalau aku bilang dia jelek dan macho, nyawaku tidak akan selamat.


"Benarkah?"


"Iya...."


Wajahnya kembali menjadi cerah. Dia tersenyum dengan riang.


"Terima kasih, Erza!"


"Ayo makan bareng, aku yang traktir sebagai tanda terima kasih."


Giana mengangguk-angguk.


Sore itu, kami pun mampir dulu di restoran udon untuk makan bersama-sama. Rasanya sangat nyaman berada di samping Giana karena keamananku akan terjamin.


Ah ya, perkenalkan, temanku ini namanya Maggiana, teman sekelas biasa memanggilnya Giana. Kutukan miliknya adalah jika dia melepas kacamata, tubuhnya akan membesar dan berotot.


Giana sangat benci kutukan miliknya karena membuat dia jadi terlihat macho. Banyak laki-laki yang takut padanya gara-gara dia memiliki kutukan tersebut. Giana jadi cemas bahwa di masa depan dia tidak akan bisa menikah


"Tenang saja Giana, dunia ini luas, pasti ada yang mau kok sama kamu." Aku selalu menghiburnya dengan perkataan itu.


"Kau mau jadi pacarku?"


"Tidak."


"Tuh kan! Aku ini memang menyeramkan!"


"Tidak, tidak, kamu ini cantik Giana, tapi aku hanya menganggapmu teman."


"Benar aku cantik?"


"Iya, aku tidak bohong."


"Hehe, terima kasih, Erza. Aku jadi percaya diri lagi sekarang."


Dia memang gadis yang manis dan ceria, tapi kalau kacamatanya terlepas dia akan berubah menjadi monster yang sangat mengerikan.


Aku tidak boleh sampai membuatnya marah.

__ADS_1


__ADS_2