
SMA Subarashii adalah sekolah elit yang dihuni oleh tiga kategori manusia. Orang super pintar, orang super berbakat, dan orang super kaya. Jika bisa memenuhi satu kategori saja, kamu sudah bisa masuk ke SMA Subarashii.
Oleh karena itu, tingkat gengsi di sekolah ini sangat tinggi. Saat seseorang melihatmu, mereka akan mencari tahu apa keunggulan yang bisa membuatmu ada di sekolah ini. Apa otakmu encer? Apa kau calon atlit professional? Atau kau adalah calon pewaris perusahaan?
Tahun ini, kategorinya bertambah jadi empat. Kalau tidak pintar, berbakat, atau kaya, berarti orang itu punya kutukan.
Salah satu murid yang memenuhi kategori keempat adalah teman sekelasku, Rock. Dia tidak pintar, tidak berbakat, juga tidak kaya. Wajahnya malah menyeramkan seperti preman. Murid-murid kelas lain banyak yang takut padanya.
Ya, mau bagaimana lagi, dibanding memakai seragam SMA Subarashii, Rock sebenarnya lebih pantas memakai seragam SMA Hidoi tempat berkumpulnya murid-murid nakal. Setiap hari dia akan bawa tongkat bisbol, dan memimpin sebuah geng untuk melakukan penyerangan pada sekolah-sekolah lain.
Begitulah pandanganku pada Rock saat pertama kali bertemunya di kelas.
Namun, di luar dugaan, lelaki bertampang sangar ini ternyata sangat baik. Suaranya memang seperti orang ngajak berantem, tapi apa yang dia katakan benar-benar hal yang baik.
Seperti...
"Erza, kau mau jadi temanku?"
"Erza, mampirlah ke tokoku, sedang ada promo kue edisi terbatas."
"Erza, jika ada yang menyakitimu bilang saja, nanti orang itu jadi tulang."
Sungguh, Rock adalah cerminan dari pepatah jangan menilai buku dari sampulnya.
Seperti itulah teman sekelasku yang bernama Rock. Kau tidak perlu takut hanya karena penampilannya seperti preman. Dia tidak akan berbuat macam-macam.
Hanya saja, jika kutukannya aktif, dia akan menjadi makhluk yang sangat menyeramkan. Dia akan menjadi liar, nakal, brutal, membuat semua orang menjadi gempar.
Kutukan Rock adalah jika dia mendengar suara kentut perempuan, dia akan kerasukan roh kera liar.
Mengingat persyaratannya yang sulit, sangat jarang kutukan Rock bisa aktif. Masih wajar jika laki-laki sengaja kentut di kelas untuk membuat orang-orang tertawa, tapi perempuan?
Selama bersekolah di Indonesia, tak pernah sekali pun aku menemukan ada murid perempuan yang sengaja kentut di kelas.
Namun, di kelas ini, aku menemukan satu. Gadis ini cukup sering kentut di kelas entah sengaja atau tidak. Namanya Nana.
__ADS_1
Gadis itu seperti tidak punya urat malu. Setelah kentut pun masih bisa tertawa-tawa. Dia bahkan pernah kentut di tengah ujian.
Untungnya dia masih bisa baca situasi. Ketika di kelas ada Rock, dia tidak akan kentut sembarangan. Jadi kutukan Rock tidak aktif.
Namun, suatu hari, saat Rock ada di kelas, entah disengaja atau tidak, Nana malah kentut.
Kutukan Rock pun aktif. Dia seketika terdiam, bola matanya memutih. Air liur langsung mengalir dari mulutnya.
Anak-anak panik.
Tubuh Rock telah kerasukan roh kera liar.
"BERLINDUNG!!!"
Rock yang sedang duduk langsung meloncat keluar dari bangku. Dia menatap Hoshi dan langsung mengejarnya.
"AAAA TIDAK!!!"
Hoshi hendak keluar dari kelas, tapi anak-anak sudah menguncinya. Hoshi pun terjebak dan tergigit oleh Rock.
Orang yang tergigit oleh Rock akan langsung pingsan dan mengeluarkan bau tubuh yang menyengat seperti mayat yang kena azab. Itu karena air liur yang ada di mulut Rock mengandung sebuah toksin.
Selepas menggigit Hoshi, Rock beralih menatap Roman. Lelaki itu akhirnya juga digigit oleh Rock.
Tidak ada satu pun murid di kelas ini yang bisa melawan Rock. Tubuh Rock yang kekar ditambah kutukannya yang brutal membuat Rock semakin tak terkalahkan.
Hanya Giana yang dapat menghentikannya.
"Kalian mundur, biar aku yang urus."
Giana melepas kacamatanya, dan langsung menghadang Rock.
"Ke sini kau kera liar!"
Seolah tahu tidak akan menang, Rock bersikap hati-hati. Dia berjalan mundur, lalu memilih untuk melompat keluar jendela.
__ADS_1
PRUENGGG!!!
Kaca jendela kami pecah. Rock pun berkeliaran di SMA Subarashii, dan bersiap menggigit murid-murid tidak bersalah.
"Habislah kita." Roman tertunduk lesu.
Hari itu benar-benar menjadi hari yang ribut.
Kami semua berlari keluar kelas untuk menghentikan Rock.
"Semua berpencar, kita harus menghentikan dia bagaimana pun caranya!" Roman memberi komando.
"Ya!"
Entah beruntung atau sial, aku lah yang pertama kali menemukan Rock. Dia masuk toilet laki-laki dan menggedor-gedor salah satu pintu yang tertutup. Orang yang berak di dalam jadi tidak khusyu.
"OI, JANGAN GEDOR-GEDOR!"
Aku bingung harus menghentikan Rock atau bagaimana, aku tidak akan bisa menang melawannya sendirian.
Pintu yang Rock gedor-gedor akhirnya terbuka setelah dia menendangnya sampai hancur. Orang yang berak di dalam langsung kabur dalam keadaan tidak bercelana.
"MAU BEOL AJA SUSAH, ANJIR!"
Saat keluar dari pintu, tubuh Rock sudah penuh dengan bercak-bercak berwarna kuning. Dia menjilat-jilat bercak itu seperti selai pisang.
Huek!
Rock lalu menatap ke arahku, memicingkan mata, tersenyum, dan mengejar seperti orang gila yang kelaparan.
Aku berusaha kabur, tapi gara-gara ada bercak kuning, aku pun terpeleset dan tertangkap olehnya. Dia langsung menggigit leherku.
"AAAA!!!!!"
Setelah itu, aku tidak ingat apa-apa lagi.
__ADS_1