Murid Aneh!

Murid Aneh!
Ch. 26 - Murid Termisterius


__ADS_3

Aku menyukai anime, tapi tidak bisa dibilang Otaku, karena anime-anime yang kutonton jumlahnya sedikit, dan hanya sekedar anime-anime terkenal.


Di kelasku, ada dua yang lebih maniak, yaitu Shino dan Hashimoto.


Shino adalah tipe otaku yang bisa kubilang otaku produktif. Dia tidak hanya sekedar menggeluti hobinya saja, tapi juga menghasilkan sesuatu seperti gambar dan cosplay.


Shino sering menggambar di kelas, dan gambar yang dihasilkan cukup bagus. Hanya saja, karya-karyanya hampir semua yaoi. Kebanyakan dia menggambar Lev sebagai model lelakinya. Dia memasang-masangkannya dengan Roman, Hide, Gen, bahkan aku juga ada. Seandainya dia mencoba menggambar manga yang normal, mungkin dia bisa saja menjadi terkenal.


Yang kedua, cosplay. Shino cukup hobi bercosplay. Dia sering ikut event dan memakai kostum karakter anime kesukaannya. Meski pakaiannya kadang agak terbuka, dia tetap percaya diri. Dia memposting foto-foto cosplaynya di media sosial, dan memiliki followers yang cukup banyak.


"Ah, andai dadaku sebesar Giana, atau sebesar Akemi saja, aku mungkin bisa lebih terkenal." Shino mengusap-usap dadanya.


Sebenarnya dadanya tak serata milik Nana, Lullin, atau Yurina, tapi Shino tampak kurang puas dengan aset miliknya tersebut.


Di tengah sifatnya yang ceria, Shino sering jadi murung setiap kali mengingat ukuran dadanya.


"Hei Erza, apa ada sesuatu dariku yang lebih baik dari Akemi? Wajahnya lebih cantik, otaknya lebih pintar, bahkan dadanya lebih besar. Apa mungkin ada orang yang lebih menyukaiku dibanding Akemi?"


Dengan tegas, aku menjawab.


"Bodoh, tentu saja ada. Bagi cowok-cowok otaku, kau itu cewek idaman, Shino. Punya cewek sehobi, jago gambar, suka cosplay, berkacamata pula, kau pasti bakal laku di kalangan cowok otaku!"

__ADS_1


Shino tampak terpukau saat mendengar ucapanku.


"Iya sih, Hashimoto saja sampai tergila-gila padaku." Shino menggaruk-garuk pipinya.


"Kenapa tidak pacaran sama dia? Kan enak punya pasangan sehobi."


"Tidaaakkk, soal ini beda urusan. Aku tidak mau punya pacar sehobi. Dan juga, aku mau pacarku tampan. Minimal seperti Lev, lah."


"Oi, ngaca neng."


Shino lantas tertawa.


"Eh?"


"Bercanda, bercanda! Jangan dibawa serius, ahahaha."


Tiba-tiba aku mendengar suara kotak pensil besi yang jatuh. Saat menoleh, ternyata itu milik Akemi. Entah mengapa, suasana hatinya terlihat buruk.


"Aku pergi dulu ya, Erza."


"Ah ya, terima kasih stikernya, Shino."

__ADS_1


Omong-omong soal murid otaku, ada yang jauh lebih gila dari Shino, yaitu Hashimoto. Kesehariannya dia gunakan hanya untuk menonton anime, baca manga, dan main game. Tiga hal itu menjadi kegiatan utama Hashimoto dalam kehidupan sehari-harinya.


Gilanya Hashimoto, dia tahu banyak judul anime, judul manga, judul game, seiyuu, original sound track, serta berbagai elemen-elemen perotakuan lainnya.


Yang mengherankan, meski terlihat tak pernah belajar, nilai-nilai Hashimoto terbilang cukup bagus. Dia meraih rangking 4 di kelas, mendapat predikat sebagai murid laki-laki terpandai di kelas 1-F.


Olahraganya pun tak buruk-buruk amat. Meski tidak pandai, tapi Hashimoto bisa memainkan berbagai macam jenis olahraga. Ototnya pun tampak cukup terbentuk, tidak terlihat seperti hikkikomori yang mengurung diri di kamar.


Karena itu, tak ada yang berani menghina atau merendahkan hobinya. Hashimoto bisa melakukan berbagai hal lebih baik dari murid-murid yang lainnya.


Yang menjadi masalah dari Hashimoto, tidak ada satu pun yang tahu kutukan miliknya selain Shino. Wajahnya pun tidak ada yang tahu karena dia memakai topeng setiap hari.


Setiap kali ditanya apa kutukannya, Hashimoto selalu menjawab.


"Kutukanku sangat berbahaya, makanya aku pakai topeng, kalau topeng ini lepas, kalian bisa terkena musibah."


"Musibahnya apa?"


"Ya, pokoknya musibah."


Sungguh, aku tidak dapat membayangkan musibah apa yang akan kami dapatkan, tapi mendengar Hashimoto berkata begitu serius, aku jadi takut untuk membuka topengnya.

__ADS_1


__ADS_2