Murid Aneh!

Murid Aneh!
Ch. 10 - Murid Terlucu


__ADS_3

(POV Kusakabe Hide)


"Hahahaha! Hahahaha! Hahahaha!"


Para murid tertawa.


"Hahahaha! Hahahaha!"


Para guru tertawa.


"Hahahaha!"


Kucing tetangga juga tertawa.


Ada yang aneh denganku. Setiap orang yang bertatapan denganku akan selalu tertawa. Padahal aku tidak melawak, wajahku pun tak seperti badut. Tapi orang-orang selalu tertawa setiap bertatapan denganku.


Apa sebenarnya aku ini reinkarnasi pelawak?


Tidak, tidak mungkin. Aku tidak punya ingatan di kehidupan sebelumnya. Aku masih ingat bagaimana masa taman kanak-kanakku yang suram hingga akhirnya duduk di bangku kelas sembilan sekarang.


Tidak ada yang aneh padaku. Aku manusia normal.


Hanya saja....


Kenapa orang-orang selalu tertawa saat melihatku?


"Hahahaha! Hahahaha! Hahahaha!"


Pagi ini, saat sarapan pagi, ayah dan ibuku terus menerus tertawa saat hendak sarapan. Aku sudah hampir menghabiskan sarapanku, tapi mereka masih saja tertawa.


"Hide." Ibu sudah berhenti tertawa, dia bangkit dari lantai dan menatap ke arahku.


"Ya, ada apa Bu?"


"Maaf, Ib--bwahahahaha!!!"


"Ibu!!!"


Ayah bangkit dari lantai, ekspresinya tampak serius.


"Hide!"


"Ya!"


"Kau sudah--hahahahaha."


"Ayah!!!"


Bagaimana ini bisa terjadi? Kenapa orang-orang selalu tertawa saat melihatku? Apa aku terkena kutukan?


Aku yakin, ini semua pasti ulahku. Aku mungkin punya suatu kekuatan tersembunyi yang membuat orang yang menatapku akan tertawa.


Aku harus segera pergi sebelum kotak tertawa mereka rusak.


...×××...


Aku mulai menyadari bahwa kekuatan aneh ini nyata. Setiap orang yang bertatapan denganku akan langsung tertawa. Tak peduli siapapun itu, pasti akan tertawa. Bahkan orang yang sedang menangis pun langsung tertawa saat melihat wajahku.


Karena itu, mulai sekarang, aku harus menjaga pandangan. Aku tidak boleh membuat orang lain kerepotan.


"Kusakabe-kun." Seseorang memanggil.


Aku tetap menunduk.


"Kusakabe-kun!" Dia menepuk pundakku.


"Ya?" Aku menoleh, itu adalah ketua kelas.


"Kusakabe-kun, kau ini ya, dipanggil tidak menyahut! Kau belum mengumpulkan lembar-hahahaha."


"Lembar apa?!"


"Hahahahahahaha."


Ketua kelas malah tertawa-tawa. Aku bingung apa yang ingin dia sampaikan.

__ADS_1


"Kusakabe!" Murid lain menepuk pundakku lagi.


Aku menoleh.


"Ayo pergi ke-hahahahaha."


"Hahahahaha itu di mana?!"


"Hahahahahaha."


Sungguh, ada apa dengan orang-orang? Kenapa mereka semua menertawakanku?


"Kusakabe." Seseorang menepuk pundakku lagi.


Aku menoleh.


"Hahahahaha."


"Kau mau ngomong atau tertawa?!"


"Hahahahaha."


Ah... gawat-gawat, ada yang salah denganku. Minggu lalu tidak begini.


"Kusakabe-kun."


Seorang gadis menepuk pundakku.


Kali ini aku tidak menoleh.


"Jangan lihat aku, kau akan tertawa!"


"Tidak ada yang lucu di sini, aku tidak akan tertawa."


"Kau tidak mengerti, aku ini punya kutukan, kau akan tertawa saat melihatku!"


"Ada yang ingin kubicarakan denganmu. Tolong lihat aku. Aku janji tidak akan tertawa."


Karena gadis itu memaksa, aku pun menoleh padanya.


"Lihat? Aku tidak tertawa, bukan?" Kami saling bertatapan selama lebih dari lima detik, tapi dia tidak tertawa.


"Ke-kenapa? Kenapa kau tidak tertawa, Yoshino?"


"Itu karena aku berhasil menghindari kekuatan anehmu."


"Kekuatan aneh?"


"Ya, kau punya kekuatan aneh, Kusakabe-kun. Jika kau melihat orang berkedip, maka orang itu akan tertawa. Sampai detik ini, aku sama sekali tidak berkedip, jadi aku tidak tertawa."


Setelah mengatakan itu, Yoshino menundukkan kepala sebentar, lalu menatapku kembali.


"Apa yang kau maksud dengan kekuatan aneh? Kenapa aku punya kekuatan ini?"


Yoshino menatap langsung mataku, tanpa berkedip sekali pun.


"Itu karena... aku juga punya kekuatan aneh."


"Ha-hah...."


"Buka seragammu sekarang!"


Yoshino tiba-tiba membuka kancing seragamku dengan paksa.


"Oi Yoshino, apa yang ingin kau lakukan?!"


"Aku akan membuktikan bahwa kau memiliki kekuatan aneh."


"Bagaimana caranya?!"


"Diam saja dan turuti perkataanku."


Akhirnya, aku memasrahkan tubuhku untuk digerayangi Yoshino.


Dia membuka paksa seragamku di lorong sekolah sehingga membuatku malu. Orang-orang melihat ke sini. Kami berdua menjadi bahan tontonan.

__ADS_1


"Apa yang kalian lihat!?"


Aku mencoba mengusir mereka, tapi mereka malah tertawa.


"Hahahahaha."


"Hahahahaha."


"Hahahahaha."


Apa gara-gara aku melihat mereka berkedip, ya?


"Ketemu."


Entah apa yang Yoshino temukan dalam tubuhku, tapi dia langsung memotretnya dengan kamera.


"Ini, lihat. Ada tanda bintang merah di bawah ketiak kirimu." Yoshino menunjukkan fotonya di handphone.


"Terus kenapa?"


"Itu artinya kau memiliki kekuatan aneh."


"Kok bisa!?"


"Soalnya...."


Yoshino melepas syal merahnya tepat di depan mataku, dan langsung nampak sebuah tanda bintang merah yang besar di lehernya.


"I-itu...."


"Ini adalah tanda bintang merah, menunjukkan bahwa aku memiliki kekuatan aneh." Yoshino menunjuk tanda bintang merah di lehernya. "Ini sebenarnya kutukan, tapi aku lebih senang menyebutnya kekuatan aneh. Kau sama denganku, Kusakabe-kun."


Kalau dipikir-pikir, aku tidak ingat pernah membuat tato bintang merah di tubuhku. Dan juga, itu ada di bawah ketiak. Tidak mungkin aku membuat tato di tempat seaneh itu.


"Aku mulai mendapatkan kekuatan aneh setelah tanda bintang merah ini muncul secara tiba-tiba. Kau juga begitu, kan?"


"Se-sepertinya begitu...."


Pantas saja Yoshino pakai syal, ternyata untuk menutupi tanda bintang merahnya.


"Kalau begitu sudah dipastikan." Yoshino memasang gaya, dan menunjuk wajahku dengan jarinya. "Kau adalah pemilik kekuatan aneh, Kusakabe-kun!"


Aku menelan ludah.


"Kekuatan anehmu apa, Yoshino?"


"Rahasia."


Yoshino berbalik pergi meninggalkanku.


"Oi, Yoshino, tunggu! Beritahu aku kekuatan anehmu!" Aku berlari mengejarnya.


"Penasaran?"


"Tidak, aku tidak penasaran! Aku hanya ingin tahu saja!"


"Itu namanya penasaran."


"Aku tidak penasaran!"


"Tetap tidak akan kuberitahu."


"Y-ya, sudah!"


Itu adalah awal dari segalanya.


Sebuah fenomena aneh yang tak dapat aku percaya, tapi benar adanya.


Aku memiliki kutukan.


Yoshino juga punya.


Setelah itu, orang-orang yang memiliki kutukan seperti kami mulai bermunculan di seantero Jepang. Dua orang ditemukan di luar negeri.


Kami semua masuk ke SMA Subarashii, dan dikumpulkan di Kelas 1-F.

__ADS_1


__ADS_2