Murid Aneh!

Murid Aneh!
Ch. 19 - Murid Tetangga


__ADS_3

"Anu...."


Seorang gadis berperawakan jangkung dengan potongan rambut yang pendek menatap ke arahku dan Hoshi yang sedang berdiri tepat di depan pintu.


"Apa? Mau cari Lev, ya? Dia sudah mati dimakan rayap." Kepala Hoshi bersinar.


"Mana kotak bekalnya?" Aku mengasongkan tangan.


Gadis itu menggaruk belakang kepalanya.


"Aku... mencari Hide-kun. Apa dia ada di dalam?"


"Hide?!!" Aku dan Hoshi saling tatap.


Dengan cepat, Hoshi memanggil Hide yang sedang duduk di tempatnya. Anak itu langsung berjalan ke arah kami.


"Siapa sih yang manggil...." Wajah Hide mendadak memerah. "A-Asuka! Kenapa kau ke sini?!"


"Aku ingin bertemu denganmu, Hide-kun."


"Sudah kubilang, kalau di sekolah jangan ketemu. Ah, kau ini mengacau saja."


"So-soalnya... aku rindu."


"Simpan saja itu buat nanti. Sana kembali ke kelasmu."


Aku dan Hoshi melihat pemandangan yang cukup langka. Biasanya cuma Lev yang bisa berhubungan akrab dengan siswi kelas lain seperti ini. Sekarang Hide juga melakukannya.


"Oi, Hide, bukankah kau terlalu kasar? Siapa gadis tinggi dan cantik ini?" tanya Hoshi.


Postur gadis ini memang jangkung, melebihi diriku dan Hoshi. Kalau kuterka, tingginya mungkin melebihi 180cm.


"Ah, aku Inami Asuka, murid Kelas 1-E. Pacarnya Hide-kun." Gadis itu langsung merangkul Hide.


"Eh?!!!" Aku dan Hoshi terkaget.


"Eh?!!!" Murid-murid kelas kami yang ternyata sedang mengintip pun terkaget.


"Bo-bodoh! Sudah kubilang jangan beritahu orang lain!" Wajah Hide kembali memerah.


"Tapi aku ingin orang-orang tahu," jawab Inami.


Tak seberapa lama, Giana dan Emili keluar dari kelas. Dia menghampiri Inami dan menggeret tangannya untuk masuk ke dalam.


"Erza, Hoshi, tahan Hide di luar. Kami ingin mengintrogasi gadis ini di dalam!" Inami dipaksa masuk ke dalan kelas, dan tampak sengaja tidak melawan.


Hide sudah kehabisan energi.


"Hoshi, pegang dia ya, aku ingin dengar introgasi anak-anak."


"Oi, Erza! Jangan tinggalkan aku!"


Aku masuk ke dalam kelas dan langsung mendekati bangku yang dikerumuni oleh para gadis. Asuka duduk di bangku Hide, lantas dikelilingi oleh Giana, Emili, Keiko, Shino, dan Nana. Aku, Roman, dan Rock yang penasaran juga ikut menyaksikan introgasi itu.


"Inami-san, kau benar pacarnya Hide?" tanya Emili.


"Iya."


"Waah, ternyata benar!" Para gadis tampak senang.

__ADS_1


Entah mengapa aku juga ikut senang.


"Akhirnya murid kelas kita punya pacar dari kelas lain."


"Padahal laki-laki di kelas ini madesu semua, kecuali Lev, syukurlah ada yang bisa punya pacar juga."


Oi, aku dengar ucapan kalian.


"Kelas E dan F besanan, dong!"


Inami tampak malu diperlakukan seperti ini, tapi dia terlihat senang.


"Siapa yang nembak? Kamu atau Hide?"


"Aku lah, Hide mana mungkin berani," jawab Inami.


"Kyaaa!!!" Para siswi berteriak.


Wah, hebat juga Inami.


"Kenapa kamu suka sama Hide?" tanya Giana.


"Dia baik dan juga manis. Sikap malu-malu kucingnya juga lucu. Dia sering memperhatikanku dari jauh, lalu aku sadar, dan malah aku yang suka sama Hide, untunglah diterima, hehehe."


Ini memang fenomena langka. Tidak biasanya murid gadis kelas lain yang sarat akan gengsi dan prestasi melirik murid kelas kami yang bodoh dan tak punya keistimewaan apa-apa. Sungguh, beruntung sekali Hide disukai Inami.


"Inami-san, kau ini anggota ekskul renang, kan?" tanya Roman.


"Iya."


"Aku ingat ada murid gadis jangkung yang mendapat juara lomba renang tingkat nasional tahun lalu. Masuk dalam berita loh, katanya diproyeksikan menjadi atlet olimpiade masa depan. Jangan-jangan itu kau?"


"Ehehe, iya, aku masuk sekolah ini berkat prestasi itu." Inami menggaruk belakang kepalanya.


Bangsat, Hide beruntung sekali. Punya pacar cantik dan berbakat seperti Inami. Dan dia pun sepertinya sangat menyukai Hide.


"Inami-san! Mulai sekarang kita berteman, ya!"


"Jadi temanku juga, Inami-san!"


Inami tersenyum dan mengangguk-angguk.


"Iya, aku mau jadi teman kalian."


Inami benar-benar ramah.


Tak seberapa lama, Hide masuk ke kelas.


"Asuka, cepat keluar dari sini! Kau mengganggu mereka!"


Para murid gadis langsung melindungi Asuka.


"Apanya yang mengganggu. Kami senang Inami ada di sini."


"Kaulah yang mengganggu, Hide. Sana keluar!"


Wajah Hide memerah. Inami tertawa-tawa.


Semenjak saat itu, Inami sering datang ke kelas kami saat jam istirahat. Hampir setiap hari.

__ADS_1


Tujuan utamanya tentu untuk mengobrol dengan Hide, tapi dia juga bercengkrama dengan murid-murid gadis kelas kami. Dia sudah sangat akrab dengan murid-murid di kelas ini sampai-sampai seperti teman sekelas sendiri.


"Tuh, lihat Lev, Hide saja sudah punya pacar. Kapan kau akan menerima surat cinta dari para gadis yang menembakmu?" Aku menggoda Lev.


Lev membenamkan kepalanya di atas meja.


"Tidak ada yang aku suka."


"Masa sih? Kulihat gadis-gadis yang mendekatimu cantik semua. Banyak murid Kelas A pula. Kau tahu kan sehebat apa mereka?"


"Kalau tidak suka ya tidak suka."


"Kau memangnya suka yang seperti apa?" tanyaku.


"Aku tidak tahu. Kalau ada yang kusuka, pasti langsung kukejar, kok. Urusan cewek gampang."


"Wah, enaknya jadi murid tampan."


Lev mengangkat kepalanya. Menatap Hide yang sedang mengobrol dengan Inami di bangkunya.


"Tapi, kau benar Erza, entah mengapa aku merasa iri pada Hide. Dia mendapat pasangan yang cocok."


"Benar, kan? Ah, sial, aku sangat iri."


"Kalau kau pasti bisa mendapatkannya, Erza. Kau orang baik dan menarik. Kau pasti dapat yang seperti itu juga." Lev tersenyum.


"Kau juga orang baik, Lev. Kau pasti akan mendapat pasangan yang cocok denganmu. Tapi jangan terlalu baik, nanti ditolak, hahaha."


Aku sengaja duduk di sebelah Lev agar dia tidak tertidur lagi saat jam istirahat. Aku tak merasa dia mengantuk. Aku merasa dia sengaja tidur untuk menghindari memikirkan hal-hal yang tidak mengenakkan.


Lev sepertinya sedang punya masalah pribadi.


Tak seberapa lama, Inami menghampiriku dan Lev.


"Anu, kita belum berkenalan. Namaku Inami Asuka. Kau Teruaki Lev kan, ya?" Inami mengulurkan tangannya pada Lev.


"Anu, Inami-san. Kutukan Lev bisa membuatmu lupa padanya. Tidak boleh bersentuhan tangan," ucapku.


"Oh, begitu, maaf aku tidak tahu." Inami menarik kembali tangannya.


"Aku Teruaki Lev. Salam ke Hiroshi, ya. Dia teman SMP-ku." Lev tersenyum.


"Oh, kau temannya, ya. Iya, iya, nanti aku sampaikan. Aku kembali ke kelas dulu, ya. Dah Erza dan Lev." Inami melambaikan tangan.


Begitu Inami pergi, Hide langsung berjalan ke arahku dan Lev.


"A-Asuka bilang apa pada kalian tadi?"


Hide pasti cemburu karena Asuka tiba-tiba bicara pada Lev. Ya, itu sangat wajar, sih.


"Asuka bilang dia suka pada Lev," ucapku.


"Hah?!"


"Oi, Erza, jangan jahili Hide." Lev mencubit lenganku, lalu menatap Hide kembali. "Dia hanya mengajakku kenalan, soalnya cuma aku yang belum kenalan dengannya."


Wajah Hide memerah, dia membalikkan badannya.


"A-aku tahu, kok. Memang siapa yang cemburu?!"

__ADS_1


Kapan kami bilang dia cemburu?


Hahaha, Hide pun sepertinya sangat menyukai Inami.


__ADS_2